3 Strategi Rekrutmen Setelah Pandemi COVID-194 min read

Dalam beberapa bulan ke depan, kehidupan belum akan kembali normal dan pulih seperti sebelum pandemi COVID-19. Sementara, dunia bisnis tak bisa diam menunggu sampai vaksin corona ditemukan, dan mesti beradaptasi terhadap kehidupan new normal dengan menerapkan cara-cara baru dalam banyak hal, termasuk strategi rekrutmen karyawan.

Perusahaan mulai mengadopsi sistem yang tidak lagi berisiko pada penularan virus, yaitu model rekrutmen online. Tidak dapat dihindari lagi bahwa teknologi digital menjadi tulang punggung perusahaan dalam proses mencari talenta terbaik.

HR kini memadatkan aktivitasnya di depan laptop, dari mulai memasang iklan lowongan kerja, melakukan screening profil kandidat, menyediakan tes atau assessment kandidat, hingga mewawancarai mereka. Model rekrutmen karyawan tanpa kontak langsung dan tatap muka inilah yang menggantikan rekrutmen konvensional sebelumnya.

Namun, bukan hanya strategi rekrutmen karyawan yang bergeser, tetapi juga kebutuhan perusahaan terhadap karyawan. Sebab, operasional kerja ikut mengalami perubahan, dari kerja di kantor menjadi work from home (WFH) dan dari office hour ke flexible time. Perusahaan tidak memiliki opsi lain kecuali bisnis tetap harus berjalan tanpa mengorbankan kesehatan dan keselamatan karyawan. 

Krisis yang berdampak luas dan kuat ini belum pernah terjadi. Setiap perusahaan berusaha menemukan best-practice proses rekrutmen karyawan yang paling efektif menurut sektor bisnis dan kebutuhan organisasi pasca-pandemi, dan terus melakukan evaluasi. Ada tiga tips strategi rekrutmen yang bisa diterapkan, yaitu:

Fokus pada kebutuhan perusahaan berkelanjutan

Setiap perusahaan menghadapi situasi yang sama, yaitu krisis akibat pandemi, tetapi masing-masing berada dalam kondisi yang berbeda-beda. Ada perusahaan yang mati suri dan tidak lagi sanggup menanggung beban gaji sehingga terpaksa mengurangi jumlah karyawan lewat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Tetapi, ada perusahaan yang sektor usahanya justru booming saat pandemi dan merekrut lebih banyak karyawan untuk meningkatkan produksi atau layanan.

Kenali kebutuhan perusahaan Anda sendiri, aspek apa saja yang mengalami penyesuaian atau perubahan akibat krisis. Rencanakan pula bagaimana Anda akan menjalankan bisnis agar tetap survive selama new normal hingga badai krisis berlalu. Tentukan pula tipe karyawan seperti apa yang Anda butuhkan untuk menjalankan tanggung jawab yang baru secara berkelanjutan, bukan hanya untuk tiga bulan ke depan.

Baca Juga: E-book: How to Attract Digital Marketing Talent

Membangun sistem yang memungkinkan fleksibilitas

Fleksibilitas menjadi kunci di era new normal. Sistem kerja remote yang selama ini identik dengan perusahaan startup akan menjadi populer seiring dengan semakin berkembangnya tool dan aplikasi yang dapat menjangkau karyawan di banyak tempat secara efektif, serta memungkinkan kolaborasi antar anggota tim.

Proses rekrutmen juga bisa menerapkan cara-cara yang fleksibel, misalnya mengatur waktu wawancara virtual secara fleksibel, bahkan bisa di luar jam kerja atau di akhir pekan. Selain itu, kandidat diberi kebebasan melakukan wawancara kerja dari mana saja. Demikian juga dengan HR dan perekrut, perusahaan juga menerapkan praktik yang memungkinkan fleksibilitas bagi mereka, misalnya HR dapat mewawancarai kandidat dari rumah dan merekam hasilnya.

Menerapkan teknologi sebagai solusi

Suatu keniscayaan bahwa digitalisasi menjadi cara hidup baru, terlepas dari adanya wabah corona atau tidak. Rekrutmen secara online seharusnya menjadi pilihan Anda. Bukan hanya karena bentuk penerapan physical distancing untuk mencegah penyebaran virus, rekrutmen karyawan menggunakan teknologi digital berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) adalah proses kerja yang paling efisien.

Interview lewat video call akan menjadi sebuah kelaziman. HR dan manajemen perusahaan bisa melakukan virtual conference dari tempat berbeda, begitu pula dengan kandidat yang diwawancara. Tes kompetensi dan assessment kandidat juga bisa dilakukan secara online, tak perlu menyulitkan pelamar untuk bepergian. Jika Anda harus mengadakan interview dengan banyak kandidat yang tersebar, Anda dapat melakukannya lebih cepat.

Rekrutmen online juga memungkinkan Anda menjaring lebih banyak pelamar. Dengan penetrasi internet yang massif saat ini, sangat sulit menemukan orang yang tidak terhubung internet. Itu sebabnya lowongan kerja dan pameran kerja yang diunggah di platform online lebih banyak menarik kandidat ketimbang iklan lowongan di surat kabar yang semakin ditinggalkan pembaca. Jadi, jika perusahaan Anda berpikir tentang efisiensi dalam rekrutmen, sistem berbasis teknologi bisa menjadi best practice untuk saat ini.

Baca Juga: 10 Tips Rekrutmen Saat ‘New Normal’

Anda dapat memanfaatkan job portal Glints untuk melakukan rekrutmen online, dengan memasang iklan lowongan kerja gratis. Namun, jika tak mau repot menangani lamaran dan menyeleksi ratusan resume kandidat, Anda dapat menyerahkannya ke tim Glints TalentHunt yang akan membantu menemukan kandidat paling cocok dengan posisi yang Anda tawarkan. 

Anda cukup memberikan kualifikasi kandidat dan job description kepada tim Glints TalentHunt, dan mereka akan bekerja cepat menemukan kandidat terbaik, merekomendasikannya kepada Anda, dan mempertemukan dengan Anda melalui interview kerja. Pembayaran fee dilakukan setelah kandidat bekerja di hari pertama di perusahaan Anda.

Jadi, fokuslah pada upaya mencari strategi adaptasi agar bisnis terus berlanjut pasca-pandemi. Tak perlu pusing dengan urusan rekrutmen online, biarkan Glints yang bekerja mencarikan kandidat terbaik untuk perusahaan Anda.Recruitment Solution - Recruitment Platform - Job Portal - Aplikasi Lowongan Kerja - Iklan Lowongan Kerja | Glints Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.