4 Permasalahan Umum Performance Appraisal Karyawan3 min read

4 Permasalahan Umum Performance Appraisal Karyawan
©️ Unsplash

 

Performance appraisal lebih dari sekadar evaluasi terhadap kontribusi karyawan dan pemberian bonus tahunan atas prestasi mereka. Meski reward tetap wajib diberikan, imbalan bukan bagian utama. Hal ini karena tujuan penilaian kinerja karyawan adalah menemukan kekurangan dan mendorong perbaikan untuk peningkatan kinerja.

Setidaknya ada empat permasalahan umum yang kerap terjadi di performance appraisal karyawan.

Hanya bersifat satu arah

Penilaian kinerja yang hanya memberikan umpan balik dengan menunjukkan kekurangan atau kegagalan karyawan serta penyebabnya tidak cukup efektif untuk perbaikan kinerja. Metode komunikasi satu arah menempatkan manajer/atasan hanya sebagai pihak yang berbicara sementara staf mereka hanya sebagai pendengar.

Karyawan Anda juga butuh untuk didengar dan dihargai pendapatnya. Penilaian kinerja yang baik seharusnya membuka ruang diskusi, ketika manajer dan bawahan sama-sama bisa membahas persoalan yang tengah dihadapi dan dapat memengaruhi kinerja individu maupun tim. 

Tidak berorientasi pada pengembangan karyawan

Penilaian kinerja yang hanya sebatas evaluasi dan pemberian reward tidak akan mendorong perbaikan kinerja secara optimal. Performance appraisal seharusnya menjadi bagian dari strategi manajemen SDM yang berorientasi pada peningkatan kualitas karyawan secara berkelanjutan.

Untuk itu, penilaian kinerja harus diarahkan pada pengembangan keterampilan dan kemampuan karyawan. Dengan evaluasi kinerja, Anda dapat mengenali area perbaikan, misalnya kinerja karyawan yang kurang memuaskan disebabkan mereka kurang terampil dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Selanjutnya, Anda dapat memberikan pelatihan keterampilan yang paling relevan dan dibutuhkan perusahaan. 

Hanya fokus pada imbalan dan gaji

Seringnya penilaian kinerja hanya dijadikan metode untuk menentukan seberapa besar kenaikan gaji yang akan diterima atau berapa bonus yang akan didapat karyawan. Ini akan menjadikan penilaian kinerja hanya sebagai rutinitas dalam pemberian imbalan, dan kehilangan tujuan untuk membantu karyawan tumbuh dan berkembang lebih baik.

Performance appraisal yang hanya fokus pada reward, akan membuat karyawan kurang jujur dalam diskusi dan hanya menyampaikan hal-hal positif yang Anda ingin dengar. Akibatnya, masalah dan kendala tidak terungkap, dan umpan balik yang diberikan kepada karyawan juga tidak berdampak pada upaya perbaikan kinerja.

Anda perlu menegaskan bahwa hasil penilaian kinerja bukan satu-satunya indikator untuk menentukan kenaikan gaji. Ini akan membantu mereka untuk terbuka dalam penilaian kinerja dan memungkinkan Anda memberikan umpan balik yang tepat.

Periode penilaian kinerja yang terlalu lama

Evaluasi yang paling umum dilakukan perusahaan adalah tahunan. Periode penilaian kinerja ini terlalu lama, sementara karyawan Anda membutuhkan umpan balik secara teratur, baik yang positif maupun negatif. 

Performance appraisal periode pendek memungkinkan Anda mengidentifikasi masalah lebih dini dan segera memperbaikinya. Umpan balik dari atasan yang diberikan sesegera mungkin juga akan membantu kinerja karyawan berkembang lebih cepat dan memudahkan pencapaian target mereka.

Di samping itu, di era dunia bisnis yang terus bergerak cepat (volatile), setiap perusahaan butuh kemampuan beradaptasi untuk merespons perubahan, termasuk penyesuaian rencana dan sasaran saat dibutuhkan tanpa perlu menunggu setahun. Ketimbang hanya mengandalkan evaluasi tahunan, Anda bisa fokus pada penilaian dalam periode lebih pendek, misalnya tiga bulanan.

Proses rekrutmen jadi lebih efektif dengan platform rekrutmen online

Penilaian kinerja yang lebih pendek juga diperlukan saat Anda merekrut karyawan baru. Anda tidak perlu menunggu setahun untuk mengetahui apakah karyawan baru tersebut cocok dengan peran yang Anda berikan atau tidak. 

Jika Anda merekrut melalui platform rekrutmen Glints TalentHunt, Anda akan mendapat jaminan tiga bulan atau 90 hari penggantian kandidat gratis apabila kinerja mereka tidak memuaskan. Tidak perlu mengeluarkan biaya lagi, Anda akan mendapatkan kandidat baru dalam waktu 60 hari.

Di https://talenthunt.glints.id, merekrut lebih mudah dan efisien. Tidak hanya memberi garansi, TalentHunt juga tidak menarik biaya di awal.

Seandainya Anda tidak menemukan profil kandidat yang Anda cari, maka tidak ada biaya yang perlu Anda keluarkan. Anda hanya membayar cost per hire jika Anda mendapatkan kandidat untuk direkrut.

TalentHunt adalah layanan rekrutmen tepercaya yang telah membantu lebih dari 30.000 perusahaan dalam merekrut top talent. Dengan tim berdedikasi, teknologi rekrutmen berbasis algoritma AI machine learning, dan database lebih dari 130.000 kandidat top talent yang dikurasi, kami merekrut kandidat paling tepat dengan peran yang Anda butuhkan hanya dalam waktu kurang dari 3 minggu. 

(Penulis: Ari Susanto)

Platform Rekrutmen Online - Job Portal Gratis - Headhunter Indonesia | Glints

Leave a Reply

Your email address will not be published.