5 Checklist yang Wajib Recruiter Persiapkan Sebelum Merekrut Karyawan4 min read

Mencari karyawan baru untuk mengisi posisi di sebuah perusahaan merupakan pekerjaan ‘gampang-gampang susah’ bagi tim recruiter. Ada yang gampang mencarinya tetapi susah mempertahankannya karena ternyata karyawan resign dalam tiga bulan masa kerja pertamanya.

Ada juga yang harus menunggu berbulan-bulan dan memasang iklan lowongan kerja berulang. Itu pun perusahaan hanya mendapat kandidat yang kurang memenuhi kualifikasi yang ditetapkan.

Merekrut karyawan juga butuh faktor keberuntungan. Ada lima checklist yang perlu Anda persiapkan untuk memperbesar keberuntungan, sehingga top talent lebih melirik dan tertarik pada perusahaan Anda daripada perusahaan lain:

 

1. Pahami kandidat yang Anda rekrut

 

Tips ini tampak mudah, tetapi kenyataannya agak sulit dilakukan. Problem yang jamak dialami recruiter adalah masalah turnover karyawan dalam 45 hari kerja pertamanya yang disebabkan perusahaan kurang mengenal dan memahami kandidat, termasuk tidak berhasil menjalankan proses on-boarding karyawan. Masalah ini tentu saja berakibat pada inefisiensi biaya rekrutmen. 

Untuk memastikan Anda benar-benar mendapat kandidat yang tepat, Anda perlu melakukan hal berikut:

  • Buat job description yang jelas dan realistis, sehingga kandidat sepenuhnya paham atas tanggung jawab dalam organisasi. Job description yang membingungkan atau tidak sesuai dengan posisi jabatan membuat kandidat tidak tertarik.
  • Tanyakan rencana masa depan mereka, bukan hanya skill mereka. Sebab, Anda akan mewujudkan masa depan organisasi dan karyawan bersama-sama dalam sebuah hubungan jangka panjang, bukan untuk pekerjaan singkat.
  • Beri perhatian juga pada soft skill seperti kepemimpinan, kecerdasan emosional, dan keterampilan sosial lainnya ketimbang hanya fokus pada hard skill.
  • Biarkan kandidat bertanya, lalu jawablah dengan jujur, sehingga Anda bisa menilai keingintahuan dan ketertarikan kandidat terhadap posisi yang Anda tawarkan dalam organisasi.
Baca Juga: Apa Perbedaan Job Description dan Job Specification?

2. Bangun reputasi perusahaan

 

 

Lebih dari 75% pencari kerja mempertimbangkan reputasi perusahaan sebelum mengajukan lamaran kerja. Artinya, perusahaan tidak cukup hanya menawarkan kompensasi dan benefit kompetitif sebagai daya tarik, melainkan juga harus membangun brand perusahaan. Sebab, top talent ingin bekerja di perusahaan yang punya misi, visi, nilai, dan tujuan yang sama dengan diri mereka.

Jadikan situs karier di perusahaan Anda jendela untuk mempromosikan employer brand dengan cara mengenalkan identitas, nilai, dan budaya perusahaan kepada kandidat. Salah satu cara efektif adalah teknik visualisasi dengan foto dan video tentang profil singkat, kehidupan di perusahaan, suasana kerja sehari-hari, dan kultur organisasi. Unggah juga konten-konten tersebut di media sosial untuk membantu meluaskan branding Anda.

 

3. Buat kandidat terlibat di setiap tahap

 

Buat proses yang berkesan menyenangkan bagi kandidat dengan model rekrutmen yang menekankan pada keterlibatan (engagement) karyawan secara berlanjut. Strategi ini memastikan kandidat tetap terlibat dan terhubung dengan perusahaan Anda sejak kehadiran mereka di situs karier perusahaan hingga mereka mulai bekerja dan menjadi bagian dari tim di organisasi Anda. 

Dukungan Anda terhadap kandidat di setiap tahapan rekrutmen tidak hanya menimbulkan pengalaman positif bagi kandidat, tetapi juga ikut membangun reputasi perusahaan. Mereka merasa berhubungan dengan organisasi bisnis yang profesional dan berpendapat bahwa perusahaan Anda sangat menjanjikan sebagai ‘tempat kerja terbaik’. 

 

4. Manfaatkan teknologi 

 

Teknologi applicant tracking system (ATS) menjadi solusi untuk melancarkan proses rekrutmen dari awal hingga akhir dan memungkinkan engagement kandidat dalam setiap tahapan. Penggunaan software rekrutmen karyawan ini juga memudahkan perusahaan dalam hal otomatisasi pekerjaan yang bersifat repetitif dan pelacakan setiap tahapan interaksi recruiter dengan setiap kandidat.

Bagian terpentingnya adalah teknologi membuat sistem rekrutmen menjadi sederhana dan mudah. Ini akan menarik lebih banyak kandidat untuk melirik lowongan kerja Anda dan mulai melamar. Dengan ATS, Anda juga lebih mudah memusatkan perhatian pada kandidat-kandidat terbaik.

 

5. Konsisten dan sabar 

 

Jika dengan segala cara, Anda masih merasa belum beruntung karena kehilangan kandidat terbaik, kehilangan biaya, dan gagal mengisi posisi yang kosong dengan calon karyawan yang tepat, Anda sebaiknya konsisten, bersabar, dan tetap bertindak positif untuk menciptakan proses rekrutmen yang mudah dan menyenangkan kandidat.

Baca Juga: 5 Keuntungan Aplikasi Karyawan Online bagi Perusahaan

Tetapi jika Anda tidak cukup sabar, karena waktu Anda terbatas, solusinya adalah menggunakan jasa Glints TalentHunt yang menjadi andalan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Tim recruiter TalentHunt berpengalaman yang didukung dengan teknologi artificial intelligence (AI) akan bekerja cepat dan akurat menemukan kandidat terbaik untuk Anda di antara puluhan ribu top talent di database Glints.

Proses rekrutmen hanya butuh waktu 2-3 minggu, bahkan untuk jenis posisi yang sulit diisi sekalipun. Tim TalentHunt akan merekomendasikan calon terbaik sesuai job description dan kualifikasi yang Anda butuhkan. Anda hanya dikenai fee jika akhirnya mempekerjakan kandidat yang direkomendasikan tersebut, yang dibayar saat yang bersangkutan mulai menandatangani kontrak kerja. 

Anda tak perlu khawatir dengan turnover di bulan-bulan awal masa kerja karena ketidakcocokan, karena Glints memberi Anda jaminan jika hal itu terjadi dalam 90 hari pertama masa kerja. Tim TalentHunt akan mencarikan penggantinya gratis untuk Anda dalam waktu 60 hari.

Recruitment Solution - Recruitment Platform - Job Portal - Aplikasi Lowongan Kerja - Iklan Lowongan Kerja | Glints Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.