6 Cara Mengurangi Bias Saat Interview Kandidat3 min read

7 Cara Mengurangi Bias Saat Interview Kandidat
© Pexels

 

Bias dalam interview kandidat adalah masalah yang dialami banyak perusahaan dan paling sulit dihilangkan. Anda mungkin telah menggunakan metode blind hiring dan penilaian prakerja selama penyaringan untuk mengurangi bias, tapi ketika kandidat hadir di hadapan Anda, bersikap objektif dan adil seratus persen tidak mudah.

Pada umumnya, bias disebabkan diskriminasi yang bersumber pada praduga dan sikap apriori pewawancara terhadap atribut individual yang tidak relevan dengan kualitas profesional mereka, seperti ras, warna kulit, jenis kelamin, umur, agama, afiliasi politik, dan lainnya, yang membuat penilaian wawancara menjadi kabur.

Interview kandidat yang bias dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang salah, menurunkan kualitas rekrutmen, dan menaikkan angka turnover. Survei LinkedIn mengungkap 42% responden mengatakan bias wawancara menjadi alasan kegagalan wawancara sebagai metode pemilihan karyawan yang efektif.

6 cara mengurangi bias saat interview 

Membuat shortlist yang beragam

Kelompokkan kandidat yang lolos ke tahap wawancara berdasarkan jenis kelamin, etnis, umur, agama, dan kategori lainnya. Menyusun shortlist untuk interview kandidat dengan beragam kategori dapat membantu mengurangi bias. Alasannya sederhana, setiap perekrut punya kecenderungan memilih kandidat dari setiap kategori, sehingga ini akan menciptakan pilihan yang lebih beragam. 

Membuat daftar pertanyaan terstruktur

Ini cara yang ampuh untuk menghindari bias saat interview kandidat. Anda harus memastikan setiap pewawancara memberikan pertanyaan yang sama dan terstruktur untuk seluruh kandidat, baik untuk wawancara lewat telepon, virtual, maupun tatap muka.

Daftar pertanyaan terstruktur memandu dan membatasi wawancara agar tetap fokus pada penilaian kualitas kandidat serta tujuan wawancara.

Menggunakan kartu skor wawancara

Penggunaan kartu skor juga sangat membantu mengurangi bias saat interview. Dengan mengisi skor di kartu saat Anda mendapatkan jawaban kandidat, penilaian terhadap kandidat akan terhindar dari bias kesesuaian, karena Anda tidak dipengaruhi oleh penilaian dari pewawancara yang lain. Meski demikian, Anda perlu melatih pewawancara lain untuk menggunakan kartu skor dengan benar agar penggunaan alat penilaian ini lebih optimal.

Membuat panel wawancara yang beragam

Melibatkan banyak orang dengan beragam usia, jenis kelamin, senioritas, dan level jabatan di organisasi Anda juga membantu interview lebih objektif. Selain mencegah bias yang mungkin muncul dalam proses wawancara empat mata atau tim kecil, panel wawancara juga memberikan beragam perspektif yang membantu pengambilan keputusan yang tepat.

Kritis terhadap keputusan sendiri

Bersikap kritis kepada diri sendiri dan selalu mempertanyakan keputusan yang Anda buat dapat membantu Anda menghindari bias. Tanyakan pada diri Anda apakah Anda membuat keputusan yang sama apabila kandidat tersebut berjenis kelamin, ras, etnis, atau agama yang berbeda, atau apakah Anda membuat keputusan objektif dan mengabaikan semua atribut yang tidak relevan, bahkan termasuk penampilan kandidat.

Melakukan phone interview sebelum virtual interview

Wawancara virtual harus diakui sangat rentan terhadap bias, tak peduli apa pun aplikasi video call yang Anda gunakan. Komunikasi jarak jauh kerap kurang efektif dalam penyampaian pesan dan maksud, terlebih jika muncul kendala teknis yang mengganggu proses wawancara. 

Pewawancara sangat mudah terpengaruh oleh situasi dan lingkungan percakapan dalam pengambilan keputusan. Untuk meminimalkan ini, Anda dapat melakukan panggilan telepon lebih dulu untuk mengenal kandidat serta menanyakan kemungkinan dan kesiapan mereka untuk wawancara virtual. Kemudian, saat interview lewat Zoom, Google Hangouts, atau Skype, terapkan langkah di atas.

Selain dalam wawancara, keputusan bias juga kerap dialami saat screening resume pelamar. Namun, masalah ini dapat diselesaikan dengan penggunaan teknologi rekrutmen yang meminimalkan peran manusia.

Contohnya adalah teknologi artificial intelligence (AI) seperti yang digunakan oleh platform rekrutmen Glints untuk menyeleksi resume dengan algoritma yang pasti dan tidak dipengaruhi oleh subjektivitas. Perangkat lunak machine learning mencocokkan resume dengan kata kunci perekrutan yang didasarkan pada deskripsi pekerjaan dan persyaratan.

Layanan TalentHunt membantu Anda merekrut kandidat yang tepat secara efisien. Tim kami akan merekomendasikan beberapa kandidat di peringkat teratas hasil seleksi untuk Anda wawancara dalam 2–3 minggu.

Setelah Anda merekrut kandidat yang kami rekomendasikan, kami tetap bersama Anda selama 90 hari untuk memastikan karyawan baru tersebut bekerja sesuai harapan Anda. Apabila kinerjanya tidak memuaskan, kami akan mencari kandidat pengganti untuk Anda gratis.

Glints juga punya job portal untuk Anda yang ingin memasang iklan lowongan kerja gratis dan tanpa batas. Buat akun di https://employers.glints.id, kemudian posting iklan Anda.

Platform Rekrutmen Headhunter Job Portal Indonesia | Glints

Leave a Reply

Your email address will not be published.