6 Contoh Employer Branding Inspiratif untuk Startup6 min read

Startup terkenal dengan lingkungan kerja yang serba cepat. Hal ini membuat mereka, terutama yang masih dalam tahap awal, tidak memiliki waktu untuk fokus pada kualitas rekrutmen perusahaan, termasuk employer branding. Padahal 23% startup gagal karena tidak memiliki tim yang tepat.

Melansir Linkedin, 73% Gen Z dan Milenial perlu melihat apa yang sedang dilakukan sebuah perusahaan sebelum tertarik untuk bergabung. Jadi, bagaimana sebuah startup bisa menemukan talenta hebat jika informasi terkait perusahaan sulit ditemukan calon kandidat?

Salah satu jawabannya adalah memulai strategi employer branding yang tepat. 

Apa Itu Employer Branding?

“50% pencari kerja mengatakan mereka tidak akan bekerja untuk perusahaan dengan reputasi buruk, meski mendapat tawaran kenaikan gaji.”

Betterteam

“Perusahaan dengan reputasi negatif mengeluarkan 10% biaya rekrutmen yang lebih tinggi.”

Harvard Business Review

Dalam beberapa kasus, perusahaan hanya peduli dengan merek konsumen mereka. Jika mempertimbangkan survey di atas, nampaknya perusahaan juga harus fokus pada employer branding mereka. Hal ini karena reputasi yang terbentuk dapat mempengaruhi kualitas rekrutmen hingga pertumbuhan bisnis. 

Menurut Employer Branding Guideline for Emerging Enterprises, employer branding pada dasarnya adalah bagaimana perusahaan mengomunikasikan identitasnya pada calon kandidat maupun karyawannya saat ini. Citra perusahaan yang positif akan ikut membentuk persepsi pasar yang baik bahwa perusahaan Anda adalah tempat yang baik untuk bekerja.

Employer branding tentu sangat bermanfaat bagi perusahaan. Alasannya, karena citra yang positif akan membuat lebih banyak talenta potensial tertarik bergabung hingga menekan angka employee turnover. Selain itu, employer branding juga dapat memperluas jangkauan klien dan stakeholder melalui ulasan positif dan motivasional dari karyawan dan kandidat.

Lalu, bagaimana contoh employer branding yang dapat startup terapkan untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya? 

Baca juga: Mengapa Employer Branding Penting dalam Merekrut Kandidat Terbaik

6 Strategi Employer Branding untuk Startup

1. Sediakan Laman Karier Khusus

Sebelum berpindah ke contoh employer branding yang lebih kompleks, sudahkah Anda membuat laman karier perusahaan?

“Pada bulan April tahun lalu, perusahaan kami masuk dalam daftar Forbes Top 25 Machine Learning Startups To Watch in 2020. Dari startup yang terdaftar, 75% memiliki halaman karir dengan informasi tentang perusahaan dan tim yang kuat (branding perusahaan yang terdefinisi dengan baik).”

Ian Mckinnon (Medium)

Halaman karir, atau situs karir, adalah bagian dari situs web yang ditujukan untuk menampilkan lowongan pekerjaan hingga budaya perusahaan. Halaman ini bisa jadi titik temu pertama antara perusahaan dan kandidat potensial. Melalui adanya halaman karier, Anda juga bisa mengontrol citra apa yang ingin perusahaan sampaikan sebagai employer lewat konten yang ditampilkan. 

contoh employer branding startup nexflix
Sumber: Netflix

2. Berikan Tim Anda Spotlight 

Cara satu ini bisa Anda coba untuk menunjukan sisi unik perusahaan. Tidak melulu tentang pencapaian besar, Anda bisa mengekspresikan pesona unik dari tim Anda secara kasual seperti yang dilakukan Alterra berikut ini.

Strategi employer branding satu ini bisa mendorong pengikut sosial media, konsumen, hingga para pencari kerja aktif tertarik untuk lebih dekat dengan perusahaan Anda. Namun kembali lagi, konten yang dikemas haruslah otentik dan sesuai dengan gaya startup Anda. 

contoh employer branding alterra
Sumber: Alterra.id

Baca juga: 13 Taktik Merekrut Tech Talent Menurut Forbes

3. Buat Struktur Deskripsi Pekerjaan Yang Menarik

Iklan pekerjaan kemungkinan besar akan menjadi titik kontak pertama perusahaan dengan kandidat potensial. Melansir survey dari Indeed, 52% pencari kerja mengatakan kualitas deskripsi pekerjaan ‘sangat’ atau ‘sangat berpengaruh’ pada keputusan mereka untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan. Karena itu, penting untuk menciptakan kesan pada setiap poin dalam iklan Anda. 

Salah satu contoh deskripsi pekerjaan yang baik datang dari The Body Shop. Perusahaan perawatan tubuh satu ini menerapkan beberapa hal dalam iklan lowongan pekerjaannya. Seperti kutipan testimonial dari karyawan, rincian kualifikasi kandidat yang padat dan jelas, dan daftar tunjangan yang ditawarkan untuk menarik kandidat untuk bergabung. Tidak hanya itu, mission statement terkait animal testing hingga keberagaman dalam perusahaan juga ditampilkan.

contoh employer branding thebodyshop
contoh employer branding the body shop
Sumber: The Body Shop Indonesia

4. Advokasi Karyawan

Pernahkah Anda melihat unggahan cerita seseorang yang menampilkan bagaimana ia merasa puas dan bahagia dengan perusahaannya? Hal ini disebut dengan employee advocacy (advokasi karyawan).

Menurut Janice B Gordon, Customer Growth Expert, advokasi karyawan yang bekerja secara peer-to-peer memengaruhi 20-50% keputusan pembelian. Selain itu, konten yang dibagikan oleh karyawan dan kolega memiliki engagement 8x lebih besar dibandingkan konten yang dibagikan oleh laman resmi perusahaan. 

Jadi, memberikan pengalaman kerja yang menyenangkan kepada karyawan adalah sebuah investasi. Di mana, cara ini lebih efektif dalam membentuk employer branding yang positif di mata stakeholder eksternal perusahaan. 

5. Sampaikan Budaya Unik dan Otentik Startup Anda

“Ketika employer branding perusahaan otentik, terhubung dengan budaya kerja, dan menyoroti apa nilai apa yang paling dihargai karyawan (EVP), Anda akan melihat efek terbesarnya.”

Bhargavi Bohate, Human Resource Management

Melansir Linkedin, budaya memiliki dampak yang signifikan terhadap bagaimana perusahaan dilihat. Baik secara internal oleh karyawannya, maupun secara eksternal oleh pelanggan, pencari kerja, dan masyarakat umum. 

Ada banyak cara menyampaikan budaya perusahaan Anda, salah satunya sepertinya yang dilakukan Apple. Dalam video yang diunggahnya, ‘raksasa teknologi’ satu ini memperlihatkan bagaimana budaya “Open” mereka yang lekat dengan inklusi dan keragaman karyawannya. 

Sumber: Apple

6. Corporate Social Responsibility (CSR)

Contoh employer branding yang terakhir adalah Corporate Social Responsibility (CSR). CSR menjadi penting karena banyak orang telah menyadari masalah sosial dan lingkungan di sekitar mereka dan di seluruh dunia. Masih melansir Employer Branding Guideline for Emerging Enterprises, CSR dapat memengaruhi kepercayaan karyawan kepada manajemen, kebanggaan, kepuasan, dan semangat kerja di perusahaan Anda. 

CSR yang otentik dapat mempengaruhi kepercayaan karyawan kepada manajemen puncak, kebanggaan mereka bekerja di perusahaan Anda, kepuasan kerja, dan semangat kerja di tempat kerja. Sudahkah Anda mencoba strategi employer branding satu ini?

contoh employer branding spotify
Sumber: Spotify

Itu dia 6 contoh employer branding yang bisa startup coba lakukan untuk meningkatkan kualitas talentanya. Untuk ulasan lengkap mengenai strategi employer branding, klik di sini mengunduh e-book rekomendasi kami.


Mulai bangun employer branding dan temukan talenta ideal Anda bersama Glints.

Artikel di atas dipersembahkan oleh Glints for Employers, mitra rekrutmen terpercaya untuk startup dan perusahaan di Asia Tenggara dan Taiwan. Lebih cepat dan hemat, pakar kami yang dibekali dengan teknologi siap membantu Anda terhubung dengan talenta terbaik di sekitar Anda.

Temukan layanan lengkap kami untuk mulai membangun tim yang berkualitas hari ini.

Konsultasikan kebutuhan rekrutmen Anda GRATIS!