6 Informasi Kandidat yang ‘Ditutupi’ dalam Blind Recruitment4 min read

6 Informasi Kandidat yang Disembunyikan dalam Blind Recruitment
©️ Pexels

 

Blind recruitment atau juga disebut blind hiring menerapkan proses seleksi yang adil dan memberi kesempatan yang sama bagi semua kandidat. Karena itu, metode ini mengabaikan faktor-faktor yang tidak relevan dengan kualitas individual yang dapat menimbulkan bias dalam seleksi.

Blind recruitment menyembunyikan semua informasi demografis kandidat, terutama jenis kelamin, usia, dan etnis, sehingga perekrut hanya menilai berdasarkan kecocokan keterampilan kandidat dengan peran yang dicari perusahaan. 

Berikut ini informasi kandidat yang perlu disembunyikan saat proses seleksi blind recruitment.

Nama dan foto

Nama dapat menunjukkan identitas jenis kelamin atau etnis. Beberapa perekrut menghindari nama-nama yang identik dengan suku tertentu karena lekat dengan stereotip yang kurang baik. Sebaliknya, ada suku tertentu yang disukai karena dianggap cocok untuk jenis pekerjaan yang dicari. 

Seharusnya kualitas profesional seseorang diukur dari keterampilan dan keahlian, bukan dari atribut primordial. Karena itu, dalam blind hiring, nama tidak boleh muncul agar perekrut tidak memilih berdasarkan subjektivitas etnis.

Begitu pula penggunaan foto yang sangat jelas menggambarkan jenis kelamin, sebaiknya disembunyikan selama seleksi.

Alamat tempat tinggal

Tempat tinggal kandidat dapat memberikan informasi mengenai latar belakang ekonomi dan status sosial, sehingga informasi ini juga tidak perlu ditampilkan. Sebuah wilayah kerap dianggap identik dengan orang-orangnya, seperti daerah pemukiman kumuh, perumahan elit, pedesaan, dan lain-lain. Ini dapat menimbulkan bias bagi perekrut. Selain itu, alamat juga bisa menggambarkan asal atau etnis, meski tidak selalu tepat.

Usia dan tanggal lahir

Di belahan dunia lain, seperti Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa, usia tidak boleh dijadikan alasan bagi perusahaan untuk memilih atau tidak memilih kandidat untuk sebuah pekerjaan. Berapa pun usia kandidat, semua harus diberi kesempatan yang sama.

Di Indonesia, seleksi berdasarkan usia adalah perbuatan legal dan tidak ada aturan hukum yang melarang. Karena itu, lowongan kerja perusahaan Indonesia kebanyakan mencantumkan usia sebagai persyaratan.

Meski demikian, jika Anda ingin memulai rekrutmen yang adil dengan blind hiring, usia dan tanggal lahir kandidat sebaiknya tetap harus dirahasiakan. Hal ini karena masalah usia paling mudah menimbulkan bias: yang lebih tua dianggap tidak energik, yang lebih muda dianggap tidak berpengalaman.

Jenis kelamin

Ini merupakan informasi pokok yang tidak boleh muncul dalam seleksi blind recruitment. Kesetaraan gender adalah salah satu gagasan yang terus diperjuangkan di segala bidang, termasuk akses ke pekerjaan. Laki-laki dan perempuan sepatutnya punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan.

Nyatanya, perempuan paling sering mendapat perlakuan diskriminatif dalam melamar pekerjaan. Alasan konservatif  yang kerap muncul untuk tidak mempekerjakan kandidat perempuan adalah fisik lebih lemah dari laki-laki sehingga tidak cocok untuk pekerjaan berat atau lebih banyak meninggalkan pekerjaan karena cuti haid, cuti melahirkan, izin mengurus anak, dan seterusnya.

Padahal, banyak studi yang menemukan kehadiran perempuan di tempat kerja justru berdampak positif bagi bisnis perusahaan. Menurut riset McKinsey, perusahaan yang memiliki keragaman gender 21% lebih mungkin memperoleh profit di atas rata-rata.

Ras dan etnis

Informasi mengenai ras dan etnis kandidat juga tidak boleh muncul dalam seleksi blind hiring. Identitas ini sangat jarang atau malah tidak pernah dituliskan dalam resume, tetapi bisa diketahui dari nama. 

Nama adalah produk budaya dari sebuah bangsa dan etnis, misalnya India, China, Jepang, Korea, Thailand. Di Indonesia, selain marga, ada nama khas yang menunjukkan etnis misalnya Jawa, Sunda, Batak, Bali, Ambon, dan Papua.

Keragaman latar belakang budaya membawa keuntungan bisnis. Menurut studi McKinsey, tim eksekutif perusahaan yang memiliki keragaman etnis, 33% lebih mungkin mendapatkan keuntungan di atas rata-rata.

Pendidikan

Latar belakang pendidikan sangat berpotensi menimbulkan bias, karena itu informasi ini perlu disembunyikan. Bias yang pertama, perekrut akan terbawa persepsi khalayak yang kurang tepat bahwa lulusan dari universitas ternama lebih berkualitas dibanding lulusan universitas kurang terkenal.

Keterampilan, produktivitas, dan kinerja karyawan tidak berhubungan dengan kualitas sekolah tempat mereka belajar. Lulusan universitas terkenal belum tentu berhasil dalam pekerjaan, dan lulusan universitas tak terkenal belum tentu gagal menjalankan peran di perusahaan.

Bias kedua yang juga sulit dihindari adalah sentimen almamater. Perekrut, pewawancara, atau calon atasan, cenderung subjektif dengan memilih kandidat satu almamater dibandingkan lulusan dari universitas lain. 

Manfaatkan teknologi untuk menghindari bias dalam proses rekrutmen

Penggunaan teknologi rekrutmen dapat meminimalkan bias, misalnya software untuk screening dan shortlisting berbasis AI lebih efektif untuk menggantikan peran perekrut yang berpotensi subjektif. AI bekerja dengan algoritma yang mengambil keputusan secara otomatis dan memberikan hasil yang objektif, karena hanya menyeleksi berdasarkan kata kunci yang diberikan sesuai job description.

Anda dapat mencoba layanan rekrutmen profesional Glints TalentHunt yang menggunakan teknologi AI semacam itu. Dengan tim berdedikasi dan dukungan database lebih dari 100.000 top talent, TalentHunt membantu Anda merekrut kandidat paling tepat secara efisien, hanya dalam waktu maksimal 3 minggu.

TalentHunt adalah layanan bergaransi. Kami memberikan jaminan penggantian kandidat gratis apabila, dalam 90 hari, kandidat yang kami rekomendasikan tidak dapat bekerja optimal atau kurang cocok dengan jenis pekerjaan yang Anda butuhkan. 

Glints merupakan aplikasi lowongan kerja yang memberikan layanan job posting gratis bagi perusahaan. Masuk laman https://employers.glints.id dan pasang iklan Anda tanpa batas. Namun, berbeda dengan TalentHunt, di job portal ini, Anda merekrut sendiri kandidat yang Anda inginkan.

(Penulis: Ari Susanto)

Platform Rekrutmen Online - Job Portal Gratis - Headhunter Indonesia | Glints

Leave a Reply

Your email address will not be published.