6 Model Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)4 min read

6 Model Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
©️ Pexels

 

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah strategi pengelolaan tenaga kerja sebagai aset perusahaan dalam mencapai tujuan. Manajemen SDM merupakan tanggung jawab utama HRD sebagai departemen yang menangani manusia di dalam organisasi.

Setiap perusahaan tentu menginginkan tenaga kerja berkualitas, produktif, berkinerja tinggi dan konsisten, loyal, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bisnis organisasi. Guna mendapatkan karyawan ideal semacam itu, HRD bekerja untuk mengoptimalkan manajemen sumber daya manusia sesuai rencana yang ditetapkan oleh manajemen perusahaan.

Ada 6 model manajemen sumber daya manusia yang paling banyak diterapkan organisasi bisnis.

Administratif

Model manajemen SDM ini menekankan fungsi HRD sebagai administrator di perusahaan yang menjalankan pekerjaan kepegawaian secara rutin, seperti pencatatan dan pengarsipan data dan dokumen yang terkait dengan karyawan. 

Peran HRD di sini antara lain mengelola data karyawan, mencatat cuti, lembur, dan daftar kehadiran karyawan, mengatur pendaftaran kepesertaan dan pelaporan BPJS, serta menyusun surat penawaran kerja (offering letter).

Legal

Model MSDM ini mengutamakan fungsi legal HRD untuk memastikan perusahaan berjalan di dalam koridor hukum ketenagakerjaan. Peran ini membutuhkan pemahaman mendalam tentang peraturan perundangan-undangan yang berhubungan dengan industri dan tenaga kerja, minimal pengetahuan tentang UU Ketenagakerjaan dan UU Cipta Kerja beserta aturan turunannya seperti Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri Ketenagakerjaan, dan Peraturan Presiden.

Peran HRD di sini antara lain membuat dokumen perjanjian kerja, menyusun peraturan perusahaan, mewakili perusahaan dalam perjanjian kerja bersama dengan serikat pekerja, dan menangani pemutusan hubungan kerja (PHK).

Finansial

Model manajemen SDM ini mengutamakan fungsi finansial HRD untuk merancang paket kompensasi dan benefit karyawan yang adil dan memuaskan. HRD juga terlibat dalam penggajian, pemberian tunjangan dan bonus, serta fasilitas kredit dari kantor.

Fungsi finansial HRD di sini dapat meliputi perhitungan gaji karyawan termasuk PPh 21 dan iuran BPJS, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), pemberian bonus dari laba usaha, penyusunan struktur dan skala upah, penyesuaian dan kenaikan gaji, pembayaran reimbursement, perhitungan upah lembur, serta perhitungan uang makan dan transportasi.

Manajerial

Model manajerial lebih fokus pada fungsi HRD dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan karyawan di perusahaan untuk menjaga produktivitas. HRD berperan dalam merekrut kandidat yang tepat dan memberhentikan kandidat yang tidak tepat, melakukan penilaian dan evaluasi kinerja, serta menyiapkan kandidat untuk pengisian peran atau promosi, rotasi, dan demosi.

Peran manajerial HRD juga meliputi pelatihan dan pengembangan karyawan untuk meningkatkan skill dan kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan. Model ini mensyaratkan keterampilan manajerial yang baik. 

Humanistis

Model manajemen sumber daya manusia ini lebih mengutamakan peran HRD dalam mengelola karyawan sebagai manusia dan aset perusahaan, bukan sekadar tenaga kerja. Setiap karyawan memiliki tujuan personal, misalnya ingin menguasai keterampilan baru, menjalani karier sesuai minat, dan mengembangkan potensi diri dengan tantangan peran dan tanggung jawab baru. 

Fungsi HRD di sini adalah membantu setiap karyawan mencapai tujuan mereka seiring dengan tujuan perusahaan. Karyawan yang mendapat pemenuhan diri akan lebih bahagia, loyal, dan memiliki moral yang tinggi. Pada akhirnya ini akan berdampak pada peningkatan produktivitas.

Ilmu perilaku

Model manajemen SDM ini berdasar pada ilmu perilaku atau psikologi dalam mengelola karyawan perusahaan. Ilmu perilaku berguna untuk mengarahkan karyawan pada tindakan yang tepat dan positif, yang kemudian dapat mendorong kontribusi mereka dalam pencapaian tujuan perusahaan.

HRD harus bisa menjadi partner konseling bagi karyawan, menampung keluhan, serta menawarkan solusi jitu untuk memecahkan masalah. HRD juga menggunakan pengetahuan untuk memahami karakter, sikap, dan perilaku karyawan. Contohnya, menentukan karakter yang cocok untuk sebuah peran di organisasi atau mengembangkan bakat-bakat di dalam organisasi.

Mengelola SDM berkualitas diawali dari proses rekrutmen yang tepat

Pengelolaan bakat dapat dimulai dari rekrutmen yang tepat untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas. Anda dapat memanfaatkan aplikasi lowongan kerja Glints untuk mencari kandidat berbakat. 

Job portal Glints tersedia gratis untuk pasang iklan lowongan kerja. Posting iklan Anda tanpa batas di https://employers.glints.id dan temukan kandidat yang Anda inginkan. Glints dikunjungi ratusan ribu pencari kerja yang kebanyakan merupakan bakat-bakat muda dengan berbagai keterampilan dan pengalaman.

Glints juga menawarkan cara lebih efisien untuk merekrut top talent, yaitu dengan layanan rekrutmen TalentHunt. Perekrutan ini menggabungkan tim berdedikasi, teknologi Machine Learning AI yang andal, dan database dengan lebih dari 100.000 top talent. Tim kami akan memberikan rekomendasi karyawan yang paling tepat dengan kriteria peran yang Anda butuhkan dalam waktu 2–3 minggu.

Anda membayar biaya rekrutmen TalentHunt setelah mendapatkan kandidat, yaitu saat pertama kali mempekerjakan mereka. Anda tidak perlu membayar jika tidak mendapatkan profil kandidat yang Anda inginkan di antara calon yang kami rekomendasikan.

TalentHunt memberikan garansi 90 hari penggantian kandidat gratis. Apabila kandidat yang Anda rekrut tidak memenuhi harapan atau berkinerja rendah, kami akan merekrut penggantinya dalam waktu 60 hari.

(Penulis: Ari Susanto)

Platform Rekrutmen Online - Job Portal Gratis - Headhunter Indonesia | Glints

Leave a Reply

Your email address will not be published.