7 Langkah Talent Planning untuk Perusahaan Startup5 min read

Talent planning menjadi salah satu langkah strategis yang bisa diambil perusahaan startup

Perusahaan startup yang sedang merintis kerap kali mengesampingkan fungsi-fungsi HR seperti talent planning. Mengingat startup tentu menggenjot proses produksi dan pemasaran. 

Ketika bisnis mulai berjalan, baru perusahaan startup mulai melirik fungsi-fungsi HR di luar rekrutmen. Langkah pertama yang perlu diambil adalah melakukan talent planning

Strategi sangat penting mengingat tujuannya untuk memastikan setiap orang yang ada di perusahaan menempati pos yang tepat. Salah satu yang menjadi ciri khas perusahaan startup adalah mengejar pertumbuhan (growth). Dengan memastikan setiap orang yang berada dalam perusahaan berada di di posisi yang menopang tujuan perusahaan, growth akan lebih mudah dicapai.

Pengertian talent planning

Dalam artian yang lebih luas, talent planning adalah kombinasi dari berbagai proses manajemen sumber daya manusia yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan dan mempertahankan karyawan terbaik. 

Tujuan dari proses ini adalah menghasilkan sekaligus merawat sumber daya manusia yang memiliki kinerja maksimal dan membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya. 

Talent planning dimulai dari proses rekrutmen untuk menarik kandidat terbaik hingga memastikan bahwa karyawan yang dimiliki perusahaan menempati posisi sesuai dengan tujuan perusahaan.

Pentingnya talent planning di perusahaan startup

Karyawan adalah salah satu aset paling berharga dalam perusahaan. Mereka, para karyawan, bukan hanya memastikan operasional perusahaan berjalan dari hari ke hari, mereka juga yang bertanggung jawab untuk setiap pencapaian dan kemajuan perusahaan. 

Talent planning juga punya peran sangat penting untuk mulai membangun budaya perusahaan. Dengan menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat, karyawan juga akan merasakan pekerjaan mereka berarti. Hal ini bisa mendorong mereka untuk terus belajar. 

Jika dilakukan bersama-sama, suasana kerja yang terbangun adalah kolaborasi untuk mencapai kinerja yang baik. 

Bukan itu saja, talent planning juga bisa membantu perusahaan untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik. 

Merancang talent planning untuk perusahaan startup

Tidak ada satu formula baku yang memastikan talent planning berjalan lancar. Sebaliknya, yang bisa dipastikan menghasilkan strategi talent planning yang baik adalah keluwesan mengubah strategi setiap kali dibutuhkan. 

Di bawah ini, ada 7 langkah yang bisa menjadi pegangan perusahaan startup untuk memulai talent planning di perusahaannya. Untuk perusahaan startup, penting untuk mulai dari langkah kecil dan sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. 

Mengidentifikasi karyawan 

Hal ini bisa dilakukan sebelum melakukan rekrutmen atau menarik kandidat. Memetakan karyawan seperti apa yang saat ini ada di perusahaan. 

Yang bisa dianalisis dari sumber daya manusia yang ada di perusahaan seperti keterampilan. Yang mesti dilakukan adalah memetakan langkah strategis perusahaan ke depan lalu memetakan gap keterampilan sumber daya manusia yang ada. 

Dari sini, perusahaan bisa mendapat gambaran kandidat seperti apa yang dibutuhkan.

Menarik kandidat

Talent planning dimulai dari menarik kandidat terbaik agar mau bergabung dengan perusahaan kita. Salah satu hal yang terkait dengan ini adalah menciptakan employer branding yang baik. Memastikan perusahaan memiliki citra yang baik sehingga bisa menarik kandidat terbaik. 

Salah satu yang bisa diusahakan mulai dari media sosial perusahaan. Tampilkan pencapaian untuk membangun kredibilitas perusahaan, bisa juga tampilkan cuplikan kegiatan sehari-hari di perusahaan, kegiatan yang menarik bahkan mungkin cerita karyawan. 

Membuat program pengembangan

Terkait dengan hasil analisis sumber daya manusia yang ada, kalau memang tidak ada anggaran untuk menambah karyawan. Maka opsi alternatifnya adalah, memaksimalkan potensi karyawan yang ada. Hal ini bisa dilakukan melalui program mentoring dan coaching

Program pengembangan bukan hanya bisa diberikan untuk menambah keterampilan namun juga sebagai cara promosi. Kepada karyawan terbaik, hal ini bisa menjadi jalan untuk naik ke posisi yang lebih senior. Melahirkan pemimpin internal bisa salah satu strategi talent planning yang mesti diagendakan.

Melibatkan karyawan

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, talent planning juga termasuk upaya untuk mempertahankan karyawan. 

Hal ini bisa diwujudkan dengan menyediakan dukungan untuk pertumbuhan karir masing-masing karyawan. Misalnya dengan kesempatan mendapatkan promosi yang lebih cepat. 

Selain itu, program talent engagement bisa juga dilakukan dengan melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan yang penting sehingga mereka merasa terlibat dan dihargai. Bisa juga dengan kegiatan santai seperti klub hobi untuk mewadahi karyawan yang memiliki hobi serupa. 

Talent engagement sebisa mungkin bukan hanya memperhatikan kesejahteraan karyawan secara profesional namun juga sebagai individu.

Memotivasi karyawan

Dalam semua program talent planning ini, ujungnya adalah memastikan kinerja karyawan tetap produktif sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 

Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh perusahaan startup untuk memotivasi karyawan adalah dengan membuat struktur jabatan. Hal ini memastikan karyawan untuk mencapai target karena ada jenjang karir yang bisa dikejar. 

Selain itu, bisa juga dimulai dengan adanya proporsi bonus kinerja. Dengan bekal, metrik kinerja yang jelas ada bonus yang bisa didapatkan. 

Mempertahankan karyawan

Salah satu masalah yang dihadapi oleh perusahaan startup adalah tingginya turnover rate. Karyawan cepat masuk namun juga cepat berganti. 

Dengan talent planning yang baik, mestinya ada strategi yang bisa dilakukan untuk mengurangi turnover rate sehingga karyawan bisa lebih lama bertahan di perusahaan. Dengan karyawan bertahan lebih lama, akan lebih hemat biaya rekrutmen dan juga tentu progres perusahaan tidak perlu berhenti sejenak karena ada pos yang kosong. 

Beberapa strategi yang bisa digunakan untuk mempertahankan karyawan adalah dengan memberikan insentif yang kompetitif. Hal ini bisa berupa gaji, jenjang karir maupun bonus kinerja. Selain itu, jangan lupa juga untuk memperhatikan kesejahteraan jiwanya. 

Menempatkan karyawan

Dengan semua upaya yang sudah dilakukan sebelumnya, perusahaan ingin memastikan mendapatkan kandidat terbaik berada di pos yang paling sesuai. Hal ini bisa dilihat dari analisis mengenal karyawan dan analisis kebutuhan perusahaan. 

Yang perlu dilakukan adalah merancang kebijakan yang bisa membuat mobilitas karyawan baik ke samping, maupun ke atas menuju jabatan yang lebih senior dengan lebih mudah. Dengan begitu, kalaupun ada kebutuhan untuk karyawan pindah posisi tidak ada kesulitan karena aturan perusahaan sendiri. 

Ingin menemukan kandidat yang sesuai dengan talent planning perusahaan, Glints menyediakan layanan rekrutmen berbasis AI, yaitu TalentHunt yang di dalamnya terdapat 1,5 juta kandidat dalam talent pool dengan lebih dari 100+ skill yang berbeda. Pelajari lebih lanjut layanan TalentHunt dan temukan solusi proses rekrutmen yang cepat dan efisisen bagi perusahaan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.