7 Proses Ketika Merekrut Tenaga Kerja4 min read

7 Proses Ketika Merekrut Tenaga Kerja
©️ Unsplash

 

Siklus merekrut tenaga kerja secara normal memiliki tujuh tahapan penting, yang dimulai dari persiapan hingga onboarding. Setiap perusahaan tentu menginginkan seluruh proses berjalan mulus, singkat, dan efisien, meski kenyataannya tak selalu mudah.

Pada akhirnya, inti dari rekrutmen adalah proses seleksi, memilah banyak pelamar dan menyisakan sedikit yang potensial untuk diwawancarai, sebelum perusahaan memutuskan mempekerjakan kandidat yang paling tepat.

Berikut ini 7 tahapan normal merekrut tenaga kerja.

Persiapan

Rekrutmen butuh persiapan yang baik, bukan hanya soal alokasi sumber daya (biaya, waktu, dan SDM perekrut), tetapi juga membuat job description. Ini merupakan bagian penting yang tidak bisa dilewati. Merekrut kandidat hebat dimulai dari menyusun deskripsi pekerjaan dan kualifikasi yang tepat.

Pastikan job description cukup menggambarkan profil kandidat yang Anda butuhkan. Mintalah manajer perekrutan dan manajer departemen terkait untuk membaca ulang sebelum Anda publikasikan. 

Job posting

Tahap berikutnya adalah mengunggah iklan lowongan kerja di tempat yang tepat. Misalnya, jika Anda mencari tenaga kerja muda berbakat, Anda sebaiknya memasang iklan lowongan kerja di job portal Glints yang memiliki ratusan ribu pengunjung (pencari kerja) milenial dan Generasi Z.

Posting iklan lowongan kerja di marketplace Glints tidak berbayar dan tidak terbatas, sehingga menghemat biaya rekrutmen Anda. Selain job portal, Anda juga dapat memasang job ad di laman karier website perusahaan dan media sosial perusahaan. 

Job promotion

Memasang iklan lowongan kerja terbuka di internet mungkin ide bagus untuk menjaring banyak pelamar. Namun, jangan lupakan jaringan orang-orang terdekat Anda yang seringkali mendatangkan profil calon berkualitas. Promosikan lowongan kerja dengan cara menyebarkannya lewat karyawan Anda.

Cara lainnya, Anda dapat meminta karyawan atau tim Anda untuk memberikan referensi calon. Metode ini sering berhasil jika karyawan Anda memiliki komunitas atau teman satu profesi.

Screening

Ini merupakan proses yang paling menguras waktu, terutama jika Anda dihadapkan pada tumpukan resume pelamar yang harus Anda pilah. Tentu Anda harus membaca satu per satu agar tidak melewatkan kandidat terbaik.

Anda bisa bekerja lebih cepat dengan menggunakan aplikasi screening. Software ini membantu Anda menyeleksi resume secara otomatis berdasarkan kata kunci yang Anda berikan sesuai jenis peran, keterampilan, dan pengalaman dalam job description

Selain prosesnya yang bebas bias, aplikasi ini juga dapat membantu Anda membuat peringkat kandidat dan daftar calon (shortlist) untuk Anda undang ke wawancara.

Interview

Proses wawancara adalah bagian paling menentukan, karena untuk pertama kali perekrut bertemu kandidat secara langsung atau melalui video conference. Wawancara yang baik harus dapat memberikan gambaran lengkap tentang kualitas kandidat serta kecocokan dengan peran dan budaya perusahaan.

Agar wawancara efektif, Anda dapat menggunakan formulir interview dengan daftar pertanyaan, kolom catatan, dan kriteria skor yang seragam. Instrumen ini akan membantu Anda dan tim pewawancara lebih objektif dalam menilai dan membandingkan kandidat, sekaligus membuat keputusan.

Job offer

Setelah tahap wawancara, saatnya Anda mempekerjakan tenaga kerja terbaik yang Anda pilih bersama tim. Berikan job offer secara tertulis kepada kandidat terpilih, yang berisi tawaran pekerjaan beserta imbalan. Tawaran ini berguna untuk mengikat komitmen kandidat terhadap pekerjaan yang mereka lamar.

Jika tawaran disetujui, maka Anda menutup lowongan pekerjaan dan memberi tahu kandidat yang tidak sukses. Selanjutnya, Anda dapat menyodorkan kontrak kerja yang berisi hak dan kewajiban masing-masing pihak untuk calon karyawan baru Anda pada hari kerja pertama.

Onboarding

Ini merupakan tahap orientasi dan adaptasi, yang merupakan akhir dari rekrutmen. Selama masa onboarding, Anda perlu membantu karyawan baru untuk menyesuaikan diri dengan proses dan alur kerja, tim, lingkungan kerja, serta budaya perusahaan.

Onboarding adalah tahap krusial dalam rekrutmen, sebab akan menentukan kelanjutan karyawan di perusahaan Anda. Proses onboarding yang tidak berlangsung mulus akan membuat karyawan baru Anda gagal dalam 3 bulan pertama masa kerja mereka.

Manfaatkan bantuan platform rekrutmen online demi proses rekrutmen yang lebih efektif

Ingin bebas risiko dalam 3 bulan pertama merekrut kandidat? Anda sebaiknya menggunakan platform rekrutmen Glints TalentHunt. Layanan headhunter tepercaya yang digunakan lebih dari 30.000 perusahaan ini memberikan garansi 90 hari atau 3 bulan.

Jika kandidat berkinerja rendah, kurang cocok untuk peran yang Anda butuhkan, maka tim kami akan mencari kandidat pengganti untuk Anda secara gratis dalam 60 hari, sehingga Anda tidak kehilangan kandidat maupun mengeluarkan biaya sia-sia.

TalentHunt memiliki proses efisien dengan mengandalkan tim berdedikasi dan teknologi screening berbasis AI yang cerdas dan cepat, untuk menyeleksi lebih dari 130.000 top talent kami di database. Proses rekrutmen kami hanya butuh waktu 2-3 minggu, sehingga Anda lebih cepat mendapatkan kandidat terbaik untuk peran yang Anda inginkan.

Coba TalentHunt di https://talenthunt.glints.id. Layanan rekrutmen kami tidak menarik biaya di depan maupun biaya pembatalan. Bayar kami hanya jika Anda memperoleh kandidat di antara yang kami rekomendasikan.

(Penulis: Khairina)

Platform Rekrutmen Online - Job Portal Gratis - Headhunter Indonesia | Glints

Leave a Reply

Your email address will not be published.