Apa Itu Employee Engagement dan Cara yang Dipakai Perusahaan7 min read

apa itu employee engagement
Courtesy of Unsplash

Employee engagement adalah salah satu faktor yang penting Anda perhatikan demi menjaga kestabilan kesuksesan perusahaan. Apa itu employee engagement dan mengapa demikian? Tidak dapat dipungkiri, di balik kesuksesan perusahaan Anda, ada kinerja para karyawan yang berdedikasi di baliknya. Oleh karena itu, perlu adanya usaha-usaha untuk “mengikat” karyawan, salah satunya dengan employee engagement. 

Apa itu employee engagement?

Melihat dari definisinya, employee engagement adalah usaha yang dilakukan perusahaan guna memahami hubungan antara organisasi dengan karyawannya, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Konsep employee engagement ini awalnya dipopulerkan oleh Gallup Consultant pada 2004 dan terus diadopsi prinsipnya hingga saat ini. 

Meski serupa, employee engagement tidak sama dengan kebahagiaan dalam bekerja (employee happiness). Menurut Kevin Kruse seperti dikutip Forbes, ada banyak karyawan yang merasa bahagia bekerja pada suatu perusahaan, namun tidak engaged dengan visi misi perusahaan serta tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Oleh karena itu, kebahagiaan karyawan penting, namun membuat karyawan engage juga penting terhadap kenyamanan kerja karyawan bekerja di suatu perusahaan.

Pentingnya employee engagement

Employee engagement pun dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sudut pandang perusahaan serta karyawan.

Dari sudut pandang perusahaan, employee engagement melihat bagaimana seorang karyawan dapat loyal dalam bekerja. Tidak hanya sekedar menyelesaikan tugas yang diberikan, namun juga dapat menyelesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik, serta mereka pun dapat merasa bangga akan pekerjaan mereka. 

Tujuan akhir yang diharapkan perusahaan, jika karyawan dapat engaged dengan baik, adalah untuk meningkatkan produktivitas mereka, serta mempertahankan mereka di perusahaan atau menurunkan tingkat turnover rate.

Sedangkan dari sudut pandang karyawan, employee engagement membuat karyawan menyadari perannya dalam perusahaan, sehingga mereka dapat terus merasa bersemangat dalam pekerjaannya. Karyawan jadi memiliki rasa bahwa mereka memberikan kontribusi bagi tujuan kolektif perusahaan.

Strategi meningkatkan employee engagement 

Dalam menyusun dan mengimplementasikan employee engagement, penting bagi perusahaan untuk tidak sekedar mengetahui apa itu employee engagement, namun juga memetakan posisi karyawan di beragam tingkatan employee engagement. Berikut adalah berbagai macam tipe karyawan yang dapat diukur dari tingkat engagement mereka dengan perusahaan.

Tidak engaged sama sekali

Tipe karyawan yang berada di kategori ini hanay bekerja demi mendapatkan upah dan memenuhi kebutuhan hidup. Dampaknya, mereka tidak memiliki motivasi untuk meningkatkan pengembangan dirinya. Bahkan, beberapa di antaranya terlihat tidak menjalin hubungan sosial dengan lingkungan kerjanya. 

Tindakan yang dapat diambil perusahaan bagi karyawan yang berada di tipe ini adalah memenuhi kewajiban kompensasi agar karyawan dapat merasa bahwa kebutuhan dasarnya terpenuhi dan dapat mengembangkan area lain dalam pekerjaannya.

Tidak engaged 

Karyawan yang berada di kategori ini sedikit lebih baik dari kategori pertama, namun mereka masih tergolong tidak memiliki motivasi untuk mengembangkan diri. Meski demikian, mereka sudah terlihat berbaur dengan lingkungan kerja dan melakukan pekerjaan dengan inisiatif, meski hanya menyelesaikan dalam batas wajar.

Tindakan yang dapat diambil perusahana bagi karyawan yang berada di tipe ini adalah memberikan rasa aman kepada karyawan. Caranya, misalnya dengan menjanjikan pekerjaan dalam rentang waktu yang lebih panjang atau mengubah status karyawan menjadi pekerja tetap. Jika mereka sudah menjadi pekerja tetap, pastikan benefit lain terpenuhi, seperti asuransi kesehatan dan sekuritas lainnya.

Hampir engaged

Ciri-ciri karyawan di kategori ini adalah mereka yang melakukan tugasnya dengan baik, tidak hanya ala kadarnya. Mereka juga terlihat sudah nyaman bekerja di lingkungan perusahaan, namun mereka belum terlalu terdorong untuk melakukan lebih dan terus mengusahahakn perkembangan diri.

Tindakan yang dapat diambil perusahaan bagi karyawan yang berada di tipe ini adalah mencoba menumbuhkan rasa sense of belonging dengna melibatkan karyawan dalam kegiatan-kegiatan perusahaan. Berikan kesempatan untuk berbicara dengan para manajemen sehingga karyawan ini dapat melihat visi, misi, dan nilai perusahaan secara lebih jelas dan dalam kasus nyata. 

Engaged

Karyawan tipe ini sudah tahu apa saja yang menjadi tanggung jawabnya dan berani untuk terus memaksimalkan kemampuannya. Mereka menyadari bahwa kehadirannya penting di dalam perusahaan, sehingga mereka selalu termotivasi untuk melakukan yang terbaik, terlepas apa pun jawabannya. 

Tindakan yang dapat diambil perusahaan bagi karyawan yang berada di tipe ini adalah memfasilitasi mereka dengan beragam bentuk pelatihan serta pengembangan.

Sangat engaged 

Tidak hanya menyelesaikan pekerjaan mereka secara tepat waktu dan baik, karyawan tipe ini mencintai pekerjaan dan apa yang ia lakukan di dalam perusahaan. Anda dapat menjadikan karyawan yang berada di tipe ini sebagai contoh dan inspirasi bagi karyawan yang belum terlalu engaged agar dapat mencapai tingkat ini.

Tindakan yang dapat diambil perusahaan bagi karyawan yang berada di tipe ini adalah menjanjikan promosi sehingga engagement-nya terhadap perusahaan semakin terdukung dan terus terjalin.

Cara mengukur employee engagement

Untuk mengukur employee engagement, dapat menggunakan The Gallup Q12 Index. Indeks pengukuran ini berdasarkan studi sepanjang lebih dari 30 tahun dengan lebih dari 17 juta karyawan sebagai subyek penelitian. Kemudian, lahirlah 12 elemen utama atau yang disebut sebagai Q12.

Identifikasi tingkat employee engagement karyawan Anda dengan 12 pertanyaan ini, yang dapat dijawab dalam skala 1 (sangat tidak setuju) hingga skala 5 (sangat setuju).

  1. Apa Anda mengetahui apa yang perusahaan harapkan dari Anda?
  2. Apakah Anda memiliki semua material dan peralatan untuk Anda bekerja secara maksimal?
  3. Apa Anda memiliki kesempatan untuk melakukan yang  terbaik dalam pekerjaan Anda setiap harinya?
  4. Dalam rentang waktu 7 hari terakhir, apakah Anda telah menerima pujian dan/atau penghargaan dari rekan kerja Anda?
  5. Apa atasan dan rekan kerja Anda peduli kepada Anda secara personal?
  6. Apakah ada sosok di lingkungan kerja yang mendukung perkembangan diri Anda?
  7. Apa dalam pekerjaan, opini Anda diperhitungkan?
  8. Apakah visi atau misi perusahaan Anda membuat Anda merasa pekerjaan Anda penting?
  9. Apakah rekan sesama karyawan berkomitmen untuk menghasilkan kerja yang berkualitas?
  10. Apa Anda memiliki sahabat baik dalam lingkungan kerja?
  11. Dalam 6 bulan terakhir, apakah ada seseorang yang menyampaikan kemajuan Anda dalam pekerjaan?
  12. Dalam 1 tahun terakhir, apakah Anda merasa memiliki kesempatan untuk belajar dan bertumbuh?

Dari ke-12 pertanyaan tersebut, 6 pertanyaan pertama meliputi kebutuhan dasar serta dukungan dari manajemen yang dibutuhkan karyawan. Hal-hal ini akan berdampak pada kepuasan, performa, serta retensi.

6 pertanyaan selanjutnya menggambarkan kerja tim yang terjalin menurut karyawan dan pertumbuhan karyawan dalam perusahaan tersebut.

Berikut cara menghitung hasil dari index Gallup:

Angka skala yang dipilih karyawan untuk pertanyaan no 1 dan 2, 11 dan 12 dikalikan dengan 2, kemudian dijumlahkan dengan angka skala yang dipilih karyawan di pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Identifikasikan posisi karyawan dari hasil akhir penjumlahan:

65 – 80 mengindikasikan karyawan sangat engaged

33 – 64 mengindikasikan karyawan engaged

16 – 32 mengindikasikan karyawan actively disengaged

Mengintip metode employee engagement yang dilakukan perusahaan-perusahaan

Telkom University

Telkom University merupakan universitas di bawah naungan Telkom. Menurut sebuah penelitian yang berfokus pada 629 orang dosen tetap pada 2020, Telkom University menggunakan pengukuran berdasarkan dimensi Triwibisono (2017) yang berdasarkan pada lima dimensi keterlibatan karyawan, yaitu basic need (kebutuhan dasar), spirit (semangat), meaningfulness (perasaan berharga), management support (dukungan manajemen), dan growth (pertumbuhan).

Google

Google beserta perusahaan di Silicon Valley lainnya banyak dielu-elukan terkait manfaat yang dapat dirasakan karyawannya, mulai dari makan siang gratis hingga layanan pijat di dalam kantor. Fasilitas-fasilitas tersebut tentu menyenangkan bagi karyawan, tapi tidak ada kepastian bahwa hal-hal tersebut berdampak langsung pada employee engagement.  Strategi yang dilakukan Google adalah membiarkan karyawan melakukan 20% dari waktu kerjanya untuk melakukan proyek-proyek personal. Dari proyek-proyek personal inilah, bibit layanan mereka terbentuk, termasuk AdSense, Gmail serta Google Maps.

Hilton

Hilton merupakan perusahaan hotel dan hospitality multinasional yang berasal dari Amerika Serikat. Dalam meningkatkan employee engagement karyawan, mereka mendesain program yang dinamakan program Hilton Senior Leadership Business Immersion. Program ini berlangsung selama tiga hari, dimana seluruh karyawan, bahkan mereka yang berada di level manajerial untuk merasakan kerja di departemen lain termasuk housekeeping, food and beverage, banqueting and engineering.

Hasilnya, menurut Forbes, seluruh karyawan lebih memahami kerja dari masing-masing divisi sehingga dapat lebih memahami pekerjaan para frontliners atau yang berhadapan langsung dengan tamu, merancang cara menanganinya, serta lebih dapat mengurangi miskomunikasi sebab mereka memahami alur kerja divisi lain sehari-hari.


Artikel di atas dipersembahkan oleh Glints for Employers, mitra rekrutmen terpercaya untuk startup dan perusahaan di Asia Tenggara dan Taiwan. Lebih cepat dan hemat, pakar kami yang dibekali dengan teknologi siap membantu Anda terhubung dengan talenta terbaik di sekitar Anda. Temukan layanan lengkap kami untuk mulai membangun tim yang berkualitas hari ini.

Daftar untuk dapatkan konsultasi gratis