Apakah MBTI merupakan Tes yang Tepat untuk Menilai Kepribadian Kandidat?4 min read

Tes MBTI bisa untuk menilai kepribadian kandidat

MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator merupakan salah satu tes kepribadian yang populer digunakan. Namun, apakah tes kepribadian ini dapat digunakan untuk menilai karyawan?

Tes kepribadian merupakan bagian penting dari seleksi untuk menemukan kandidat yang tepat. Sebagai rekruter, kompetensi tentu bukan satu-satunya yang kita butuhkan. 

Dalam tes kepribadian, salah satu perhatiannya adalah apakah kandidat yang akan direkrut memiliki nilai yang sama dengan nilai dan budaya perusahaan. Hal ini yang juga akan menentukan lama kerja karyawan (retention rate). 

Retention juga dapat diupayakan dengan program employee engagement yang dimulai sejak onboarding. Semakin karyawan engaged dengan perusahaan maka kemungkinan mereka mencari pekerjaan baru juga menurun. 

Karyawan yang engaged dengan perusahaan akan mengurangi 75% kemungkinan mereka mencari pekerjaan baru.

87% HRD merasa retention termasuk dalam prioritas penting dalam 5 tahun ke depan. Salah satunya disebabkan, secara rata-rata perusahaan yang memiliki retention rate lebih tinggi dapat memaksimalkan profitnya hingga 4 kali. 

Menuju ke sana, ada banyak metode asesmen kepribadian yang digunakan, seperti DISC, tes 16PF, thematic apperception, dan lain-lain. Namun dalam tulisan ini kita akan khusus membahas relevansi tes kepribadian MBTI untuk screening kandidat. 

Definisi tes MBTI

Tes kepribadian MBTI diambil dari nama kedua orang yang mengembangkannya yaitu Isabel Myers dan ibunya, Katherine Briggs. Tes ini terdiri dari pertanyaan-pertanyaan terkait preferensi seseorang di empat kategori berbeda. 

Dari keempat kategori ini, hasilnya dikelompokkan menjadi 16 tipe kepribadian. Hasil ini dapat menunjukkan preferensi, kekuatan dan kekurangan seseorang sehingga membantunya untuk mengenali diri dan pilihan-pilihan hidupnya seperti pekerjaan. 

Pentingnya merekrut berdasar kepribadian

“Hire for attitude, train for skill.”

Kita mungkin sudah sering mendengar ungkapan ini. Uraian di atas menjadi jawabannya. 

Namun lebih dari itu, kondisi bisnis yang terus berubah membuat keterampilan tidak selalu relevan. 

Sebagai rekruter, kita juga memahami bahwa keterampilan yang hari ini dibutuhkan mungkin tidak lagi relevan untuk kebutuhan 5 tahun mendatang. 

Hal ini sering terjadi apalagi untuk pekerjaan di entry level, seringkali kepribadian lebih menentukan kesuksesan menjalankan peran dibandingkan dengan keterampilan. 

Oleh karena itu, merekrut berdasarkan kepribadian dilanjutkan dengan program pelatihan dan pengembangan dapat menjadi pilihan merekrut kandidat yang tepat. 

Beberapa kepribadian atau soft skill yang penting untuk menentukan kandidat pilihan:

  • Mampu berkomunikasi aktif dalam Bahasa Inggris
  • Kemampuan memecahkan masalah (problem solving)
  • Kemampuan presentasi
  • Kemampuan analitis
Baca juga: Tren Learning & Development di 2022

Apakah MBTI merupakan tes kepribadian yang cocok digunakan untuk menyeleksi kandidat?

Beberapa perusahaan sudah menerapkan tes kepribadian sebagai bagian dari proses seleksi kandidat. Fungsinya adalah untuk mengukur apakah kandidat cocok untuk posisi yang dilamar dan apakah dia akan cocok bekerja sama dalam tim dan perusahaan. Selain itu, tes kepribadian juga bisa menjadi cara bagi perusahaan memahami bagaimana kandidat ini bekerja. 

Merekrut karyawan baru adalah keputusan yang penting oleh karena itu, semakin banyak informasi yang dimiliki maka akan memudahkan untuk membuat keputusan. 

Beberapa informasi yang disediakan oleh tes kepribadian adalah:

  • Motivasi kerja kandidat
  • Proses berpikir 
  • Gaya komunikasi yang cocok
  • Kebiasaan dan kepribadian

Informasi-informasi ini dapat menjadi tambahan pertimbangan sebelum memilih kandidat baru bergabung ke dalam tim. 

Baca juga: Contoh Pertanyaan Wawancara untuk Menemukan Kandidat Terbaik

Tes kepribadian MBTI dapat digunakan tergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan. Tes MBTI merupakan salah satu asesmen kepribadian yang dimaksudkan untuk menilai kepribadian kandidat secara objektif dan berdasarkan proses berbasis fakta. 

Apalagi, tes kepribadian MBTI yang dilakukan dalam proses seleksi dilakukan oleh profesional sehingga hasilnya pun lebih akurat. 

Dengan melewati proses ini diharapkan kandidat yang direkrut juga bukan hanya bisa memenuhi kebutuhan di masa kini namun juga terus berkembang dan terus memberikan nilai tambah bagi perusahaan di masa mendatang. 

Jika Anda ingin mulai untuk melakukan rekrutmen berdasarkan kepribadian, beberapa hal ini penting untuk diperhatikan:

  • Tentukan kriteria yang spesifik: kriteria wajib ditentukan sebelum proses wawancara untuk menghindari bias dengan pewawancara (user)
  • Buat objektif: betul bahwa kepribadian bisa jadi adalah sesuatu yang abstrak dan sulit diukur sehingga penting menemukan alat ukur dan asesor yang tepat
  • Sertakan bukti: wawancara lisan tidak seharusnya menjadi satu-satunya alat evaluasi, tes kepribadian yang objektif seperti MBTI merupakan salah satu pilihan. 

Bangun tim impian dari mana saja. Mulai perjalanan remote hiring Anda bersama Glints.

Artikel di atas dipersembahkan oleh Glints for Employers, mitra rekrutmen terpercaya untuk startup dan perusahaan di Asia Tenggara dan Taiwan. Lebih cepat dan hemat, pakar kami yang dibekali dengan teknologi siap membantu Anda terhubung dengan talenta terbaik di sekitar Anda. Temukan layanan lengkap kami untuk mulai membangun tim yang berkualitas hari ini.

Konsultasikan kebutuhan rekrutmen Anda GRATIS!