Aturan Terbaru Merekrut Tenaga Kerja Asing di Indonesia Sesuai Undang-Undang3 min read

Perusahaan Anda ingin merekrut Tenaga Kerja Asing (TKA) tetapi malas dengan prosedur birokrasi perizinan yang rumit? Tak perlu khawatir, sekarang peraturan Undang-Undang memungkinkan perizinan pekerja asing lebih mudah dan lebih sederhana dari sebelumnya.

Pemerintah telah menjawab keluhan para pengusaha tentang izin penggunaan TKA yang panjang dan berbelit dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No.20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Aturan itu kemudian disusul dengan terbitnya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No 10 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penggunaan TKA

Berikut ini beberapa poin tentang aturan baru rekrutmen TKA yang perlu Anda ketahui:

Dokumen lebih sederhana

Izin penggunaan TKA sekarang hanya menggunakan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), tidak lagi memerlukan dokumen Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Setiap pemberi kerja TKA yang menggunakan TKA harus memiliki RPTKA yang disahkan Menteri atau pejabat yang ditunjuk (Pasal 7 ayat 1 Perpres No 20 Tahun 2018).

Pasal 10 ayat (1) menyebutkan RPTKA tidak wajib untuk TKA yang merupakan pemegang saham yang menjabat sebagai anggota direksi atau anggota dewan komisaris pada pemberi kerja TKA, pegawai diplomatik dan konsuler pada kantor perwakilan negara asing, atau TKA pada jenis pekerjaan yang dibutuhkan oleh pemerintah.

Dalam keadaan darurat, TKA boleh bekerja lebih dahulu, baru kemudian mengurus RPTKA. Ketentuan ini diatur dalam Permenaker No 10 Tahun 2018.

Baca Juga: Tingkatkan Retensi Karyawan dengan Employer Branding

Proses lebih cepat

Proses pelayanan yang sebelumnya memakan waktu 6 hari, untuk RPTKA 3 hari dan IMTA 3 hari, dipangkas menjadi 2 hari saja untuk pengesahan RPTKA. Pengesahan RPTKA diberikan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk paling lama 2 hari sejak permohonan diterima secara lengkap (Pasal 8 Perpres No 20 Tahun 2018).

Masa berlaku RPTKA juga lebih fleksibel atau dapat disesuaikan dengan perjanjian kerja antara pemberi kerja dan TKA. Sebelumnya, masa berlaku RPTKA hanya satu tahun dan dapat diperpanjang.

Tidak perlu rekomendasi Menteri

Permenaker No 10 Tahun 2018 mengatur bahwa kementerian berhak menetapkan jabatan apa saja yang boleh dan tidak boleh untuk ditempati TKA, yang selanjutnya menjadi panduan perusahaan dalam merekrut pekerja asing. Ini merevisi ketentuan sebelumnya di mana pemberi kerja harus meminta rekomendasi kepada kementerian atau lembaga terkait terlebih dahulu sebelum mempekerjakan TKA, yang membuat proses menjadi panjang dan lama.

Penggunaan TKA lebih luas

Badan usaha Indonesia (bukan perusahaan asing atau cabang perusahaan asing) juga diperbolehkan menggunakan TKA sepanjang tidak dilarang oleh Undang-Undang. Ini disebutkan dalam Pasal 2 Perpres No 20 Tahun 2018 tentang daftar pemberi kerja TKA yang meliputi:

    1. Instansi pemerintah, perwakilan negara asing, badan-badan internasional, dan organisasi internasional
    2. Kantor perwakilan dagang asing, kantor perwakilan perusahaan asing, dan kantor berita asing yang melakukan kegiatan di Indonesia
    3. Perusahaan swasta asing yang berusaha di Indonesia
    4. Badan hukum Indonesia dalam bentuk Perseroan Terbatas atau Yayasan, atau badan usaha asing yang terdaftar di instansi berwenang
    5. Lembaga sosial, keagamaan, pendidikan, dan kebudayaan
    6. Usaha jasa impresariat
    7. Badan usaha sepanjang tidak dilarang Undang-Undang.

Layanan lebih mudah secara online

Semua bentuk pelayanan perizinan TKA saat ini telah menggunakan mekanisme daring dan telah terintegrasi dengan semua lembaga terkait, seperti Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Keuangan, dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Ini memudahkan perusahaan karena pengajuan izin bisa lebih efisien lewat satu pintu, termasuk Visa Izin Tinggal Sementara (VITAS) dan Izin Tinggal Sementara (ITAS). Keuntungan lainnya, proses aplikasi dapat dilakukan dari mana saja.

Baca Juga: Merekrut Top Talent Semakin Efisien dengan Bantuan Teknologi

Bukan hanya terkait prosedur, mencari TKA atau eks-patriat kini juga semakin mudah dengan sistem rekrutmen online. Seiring dengan pengajuan izin penggunaan TKA, Anda bisa mengunjungi  Glints, pasar tenaga kerja berplatform digital di Asia Tenggara.

Glints merupakan one stop shop bagi perusahaan untuk mencari dan merekrut talenta asing yang berkualitas. Dengan layanan yang berbasis di Singapura dan Indonesia, tim recruiter Glints yang berpengalaman siap membantu mencarikan kandidat terbaik untuk perusahaan Anda dengan rekrutmen berbasis artificial intelligence (AI) yang cepat dan akurat. Hanya butuh waktu kurang dari tiga minggu untuk menemukan kandidat yang Anda cari.

Glints memberi layanan yang mudah dan sederhana. Anda tak perlu cemas dengan biaya rekrutmen, sebab pembayaran dilakukan di belakang saat Anda benar-benar memutuskan untuk menerima dan mempekerjakan kandidat yang direkomendasikan tim recruiter. 

Apakah Anda sudah punya job description dan kualifikasi untuk posisi yang sedang Anda cari? Konsultasikan dengan tim Glints, gratis!

Recruitment Solution - Recruitment Platform - Job Portal - Aplikasi Lowongan Kerja - Iklan Lowongan Kerja | Glints Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.