Bagaimana Memulai Manajemen Sumber Daya Manusia di Startup?6 min read

Bagaimana Memulai Manajemen Sumber Daya Manusia di Startup
Foto oleh Unsplash

Manajemen sumber daya manusia adalah salah satu fungsi yang penting dalam perusahaan namun sayangnya, fungsi ini masih cenderung diabaikan di perusahaan startup. Apalagi di awal perusahaan ketika sumber daya manusia yang ada lebih fokus pada fungsi produksi dan marketing. 

Jika sumber daya manusia dianggap sebagai aset penting bagi perusahaan maka pengelolaan atau manajemennya menjadi satu perhatian penting yang tidak bisa diabaikan. 

Menggunakan analogi dengan aset dalam pengelolaan keuangan, aset bisa menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan untuk pertumbuhan kekayaan secara keseluruhan. Jika sumber daya manusia dalam perusahaan dianggap aset yang penting maka hal yang sama juga berlaku. 

Lalu, bagaimana pengelolaan sumber daya manusia bisa mulai dilakukan hingga bisa menjadi sistem dalam perusahaan startup? Artikel di bawah ini akan menjawabnya untuk Anda.  

Apa itu manajemen sumber daya manusia?

Sebelum membicarakan lebih jauh bagaimana perusahaan startup bisa memulai membangun sistem manajemen sumber daya manusia, ada baiknya kita mulai dari definisi manajemen sumber daya manusia. 

Menurut Gramedia, Manajemen sumber daya manusia adalah upaya bahkan sistem yang memungkinkan adanya pengembangan sumber daya manusia yang berfungsi melakukan perencanaan sumber daya manusia, penerapan, perekrutan, pelatihan pengembangan karir karyawan atau pegawai serta melakukan inisiatif terhadap pengembangan sebuah organisasi, atau dalam hal ini perusahaan. 

Singkatnya, manajemen sumber daya manusia adalah sebuah fungsi dalam perusahaan yang tugasnya mengelola semua hal terkait dengan orang-orang di dalamnya. 

Hal pertama yang harus sama-sama kita sepakati, manajemen sumber daya manusia tidak hanya terbatas pada masalah rekrutmen dan kompensasi. Sebabnya, masalah dalam mengelola orang-orang dalam perusahaan juga tidak hanya terbatas pada kedua hal ini.

Apa yang bisa mulai dilakukan startup untuk manajemen sumber daya manusia?

Setelah kita bisa bersepakat pada definisi manajemen sumber daya manusia, kita akan beranjak pada apa langkah yang bisa mulai dilakukan startup untuk membuat sistem manajemen sumber daya manusia. 

Ada 7 (tujuh) langkah yang bisa mulai dilakukan startup untuk memulai manajemen sumber daya manusia:

Perencanaan SDM 

Sebelum melangkah lebih jauh, hal pertama yang harus dilakukan untuk manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan SDM. Langkah yang terlihat sederhana namun sering diabaikan, padahal perencanaan sangat penting. 

Perencanaan SDM memiliki manfaat seperti:

  • Membantu HR mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja dengan berbagai kualifikasi di kemudian hari
  • Mempersiapkan HR untuk proaktif mencari kandidat yang sesuai
  • Membantu HR merancang program belajar dan pengembangan karyawan yang cocok.

Apa saja langkah yang bisa dilakukan untuk melakukan perencanaan SDM?

Memetakan karyawan yang ada di perusahaan saat ini, seperti jumah, kompetensi, kualifikasi, pengalaman, dan kompensasi. 

  • Membuat perkiraan kebutuhan SDM di masa mendatang sesuai dengan arah pengembangan perusahaan, variabel yang bisa menjadi pertimbangan di tahap ini adalah promosi jabatan, mutasi hingga pengunduran diri karyawan. 
  • Membuat demand forecast, membuat perkiraan tipe kandidat yang akan dibutuhkan untuk mengisi posisi-posisi strategis. 
  • Menentukan strategi yang akan dilakukan untuk mengisi posisi tersebut apakah akan melalui pengembangan karyawan yang sudah ada atau merekrut karyawan baru.

Proses Rekrutmen

Biasanya kalau bicara tentang HR hal pertama yang kita pikirkan adalah fungsinya untuk melakukan rekrutmen. 

Apa saja yang mesti dilakukan oleh HR dalam proses rekrutmen?

  • Persiapan mulai dari posisi apa yang dibuka, untuk berapa orang, seleksi apa saja yang harus dilewati oleh kandidat, hingga anggaran. Hal ini tentu saja berawal dari perencanaan yang sebelumnya sudah dilakukan.
  • Sourcing dan screening 
  • Proses seleksi
  • Hiring/offering

Fungsi Administratif

HR juga memiliki fungsi administrasi. Fungsi administratif dari HR terutama penting untuk memastikan karyawan dan perusahaan saling menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik. Beberapa fungsi administratif HR adalah:

  • Kontrak kerja
  • Mengatur hak dasar karyawan termasuk upah, jam kerja, perlindungan sosial, tunjangan hari raya, cuti
  • Pembayaran pajak PPh 21 

Untuk pengaturan hak dan kewajiban karyawan, diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan. Lebih detail mengenai masing-masing poin bisa download ebook gratis di sini.

Talent Engagement

Menurut Marciano, pekerja yang engaged dengan perusahaan akan berkomitmen terhadap tujuan, menggunakan segenap kemampuannya untuk menyelesaikan tugas, menjaga perilakunya saat bekerja, memastikan bahwa dia telah menyelesaikan tugas, memastikan bahwa dia telah menyelesaikan tugas dengan baik sesuai dengan tujuan dan bersedia mengambil langkah perbaikan atau evaluasi jika memang diperlukan.

Oleh karena itulah program talent engagement dalam perusahaan sangat penting. Beberapa program yang bisa jadi titik kritis dari program talent engagement adalah:

  • Onboarding karyawan baru yang menarik dan berkesan
  • Memberikan kartu apresiasi yang ditulis oleh atasan langsung, misalnya manajer
  • Memperhatikan kesehatan mental karyawan, terutama di tempat kerja

Program pengembangan

Program pengembangan bisa menjadi salah satu cara untuk mengisi kekosongan kualifikasi dan posisi di perusahaan dari SDM internal. Hal ini, mungkin bisa menjadi salah satu cara menghemat biaya rekrutmen. 

Namun, bagaimana bisa menyelipkan program belajar dan pengembangan pada karyawan yang sehari-hari sudah cukup sibuk?

Bisa menggunakan metode 70:20:10

  • 70% adalah pembelajaran informal; dari tugas pekerjaan sehari-hari di tempat kerja, mengamati rekan kerja atau manajer melakukan pekerjaan mereka, bekerja di projek lain atau tugas yang menantang. Pembelajaran terjadi ketika kita terlibat dalam kegiatan informal seperti mengamati orang lain, berpartisipasi dalam kegiatan rutin di kantor dan berani mengambil tantangan. 
  • 20% dengan belajar dari senior atau mentor (dengan orang yang lebih senior atau lebih ahli).
  • 10% dari pembelajaran formal, seperti kursus, mungkin dari membaca materi, mengikuti training atau workshop, dll.

Evaluasi Kinerja

Evaluasi kinerja dalam manajemen sumber daya manusia adalah proses untuk mengevaluasi dan menggali feedback atas kinerja karyawan. 

Apa saja yang perlu dinilai dalam evaluasi kinerja karyawan?

Employer Branding

Employer branding dalam manajemen sumber daya manusia adalah kualitas yang dipersepsikan dari pengalaman kerja yang ditawarkan oleh perusahaan.

Mesti disadari bahwa employer branding adalah proses yang panjang, untuk langkah pertama yang bisa dilakukan adalah merombak cara komunikasi perusahaan ke luar. Hal ini bisa dimulai dari situs resmi perusahaan dan juga media sosial. 

Beberapa konten yang bisa dipertimbangkan masuk dalam agenda employer branding adalah:

  • Buat deskripsi pekerjaan yang baru, yang menarik
  • Tampilkan kegiatan internal yang menarik di media sosial dan situs perusahaan
  • Tunjukkan cerita-cerita menarik dari karyawan di situs perusahaan
  • Kerja sama dan kolaborasi dengan perusahaan lain untuk menunjang branding (menyelenggarakan acara kolaborasi, kerja sama strategis, dll)

Apa dampak yang diharapkan dari manajemen sumber daya manusia?

Setelah membaca langkah panjang untuk mulai melakukan manajemen sumber daya manusia, kita kemudian bertanya, “Memang dampaknya apa, kalau perusahaan sedang mengejar pertumbuhan setinggi-tingginya apakah semua usaha ini akan memberikan hasil yang setimpal?”

Jika dilakukan dengan benar dan konsisten tentu hasilnya bisa dipetik oleh perusahaan. 

Salah satu manfaat untuk menjalankan manajemen sumber daya manusia dengan benar adalah karyawan jadi terdorong untuk memberikan kontribusi terbaiknya, menjadi produktif sehingga bisa membantu perusahaan mencapai tujuannya.

Selain itu, manajemen sumber daya manusia juga bisa menjadi langkah preventif untuk menyelesaikan perselisihan internal yang mungkin terjadi akibat tidak adanya kolaborasi yang tepat. 

Jika ingin mengetahui lebih detail tentang bagaimana memulai manajemen sumber daya manusia di perusahaan startup bisa unduh ebook terbaru di sini atau klik banner di bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.