Cara Chief Human Capital Investree Menghadapi Tantangan Talent Management Saat Ini5 min read

Cara Chief Human Capital Investree Menghadapi Tantangan Talent Management Saat Ini-min

Jika mencari kata peer-to-peer lending (P2PL), nama Investree pasti akan muncul di laman awal mesin pencarian. Telah berdiri sejak Oktober 2015, Investree merupakan pionir penyedia layanan P2PL di Indonesia.

Tidak hanya membantu kapabilitas sektor produktif UMKM di Indonesia melalui pendanaan, Investree juga memiliki tujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM dari sisi digital seperti pengelolaan keuangan perusahaan dan human capital.

Seiring dengan pertumbuhan Investree, kebutuhan akan talenta terbaik untuk memperkuat infrastruktur perusahaan semakin meningkat. Untuk memenuhinya, Investree mempercayakan Glints TalentHunt yang memiliki lebih dari 1,5 juta database kandidat aktif sebagai headhunter Investree.

Hubungan yang terjalin dengan baik antara Glints dan Investree juga mendatangkan kesempatan Glints untuk dapat mewawancarai Chief Human Capital Investree, Raden Ariyo Putro, seputar talent management.

Telah berkecimpung dalam dunia human resources selama lebih dari 15 tahun, beliau secara khusus membagikan insights kepada Glints mengenai tren serta tips dalam menghadapi tantangan dalam implementasi talent management di masa mendatang.

Tren dan tantangan talent management di masa mendatang

Menurut Ariyo-sapaan dari Raden Ariyo Putro, tren sekaligus tantangan dalam implementasi talent management di masa mendatang ada dua (2), yaitu:

  1. Pengembangan karyawan untuk future leaders
  2. Dibajaknya talenta terbaik perusahaan oleh perusahaan lain (hijacking)

Pengembangan karyawan untuk future leaders

Mendapatkan kandidat untuk dipersiapkan menjadi future leaders adalah hal yang sulit dilakukan oleh perusahaan. Tidak hanya memakan waktu yang lama, biaya yang dikeluarkan juga besar.

Karena tidak adanya urgensi dalam pengembangan karyawan untuk future leaders, sebagai human resource (HR), untuk meyakinkan top level management dan mendapatkan persetujuan dari mereka merupakan proses yang tidak mudah.

Oleh sebab itu, pengembangan karyawan untuk future leaders menjadi tren retensi talenta terbaik sekaligus tantangan yang perlu dihadapi dalam penerapan talent management.

Dibajaknya talenta terbaik oleh perusahaan lain (hijacking)

Tren bajak-membajak di perusahaan sudah lama terjadi. Namun beberapa tahun terakhir tren ini kian marak terjadi di kalangan startup.

Hal ini dikarenakan adanya permintaan kandidat berkualitas yang tinggi namun penawaran kandidat tersebut di pasar tenaga kerja sangat terbatas. Sehingga terjadi talent war antar perusahaan.

Berikut gambaran kondisi tenaga kerja saat ini:

Kondisi Pasar Tenaga Kerja Saat Ini | Glints

Biasanya perusahaan lain akan menawarkan kompensasi yang lebih tinggi untuk membajak talenta terbaik di perusahaan Anda. 

Maka dari itu, apabila perusahaan secara internal sudah mempersiapkan future leaders, ketika terjadi hijacking, perusahaan sudah siap dan tidak akan mengganggu jalannya bisnis.

Tips menghadapi tantangan yang ada di talent management 

Talent management sangat erat berhubungan dengan fungsi human capital lainnya di perusahaan. Sehingga dibutuhkan keselarasan seluruh fungsi human capital dalam proses perencanaan hingga implementasi. 

Ariyo mengatakan bahwa terdapat dua (2) pendekatan untuk mengimplementasikan talent management, yakni:

  1. Pendekatan teknis (technical)
  2. Pendekatan penerimaan (acceptance)

Untuk menghadapi tantangan yang ada saat implementasi talent management, perusahaan perlu menggabungkan kedua pendekatan tersebut dan disiplin menerapkannya.

Pendekatan teknis (technical)

Berikut proses penerapan pendekatan teknis di talent management:

  • Menentukan performance management yang akan diterapkan di perusahaan. Diantaranya adalah key performance indicator (KPI), key objective and result (OKR), serta metrik dan metode yang digunakan untuk menilai kinerja karyawan.

     

  • Menyepakati core competency perusahaan. Core competency atau kompetensi inti merupakan kombinasi dari kapabilitas sumber daya perusahaan. Kombinasi tersebut akan bersinergi dengan tujuan yang ada untuk menciptakan ciri khas dan menambah nilai perusahaan.

Maka dari itu, core competency harus diberikan dan disepakati oleh seluruh top level management. Karena akan dijadikan sebagai dasar dalam membuat asesmen.

  • Melakukan talent mapping untuk mengetahui bakat yang dimiliki oleh talenta di perusahaan. Hal ini membantu perusahaan menempatkan talenta pada posisi pekerjaan yang tepat dan sesuai dengan kompetensi perusahaan.
  • Pengembangan bakat. Demi menciptakan talenta yang berkualitas yang dapat dipersiapkan untuk menjadi future leaders, perusahaan harus memberikan pengembangan bakat kepada talenta tersebut. 

Untuk posisi leadership, umumnya diberikan executive coaching guna meningkatkan kemampuan kepemimpinannya.

  • Meningkatkan retensi di perusahaan. Proses terakhir adalah menyiapkan dan menentukan kompensasi dan benefit yang akan diberikan perusahaan untuk menjaga tingkat retensi.

Pendekatan penerimaan (acceptance)

Pendekatan ini tidak memiliki proses tertentu seperti pendekatan teknis (technical). Dalam menerapkan talent management, pendekatan penerimaan (acceptance) adalah tahapan meyakinkan dan meminta persetujuan dari top level management terkait keputusan yang dibuat pada setiap proses yang ada di pendekatan teknis.

Cara Glints Membantu Investree Mengelola Talent Management

Sebagai startup yang berkembang dengan pesat, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) Investree juga ikut meningkat.

Adanya kebutuhan merekrut kandidat dengan cepat mengikuti pertumbuhan perusahaan, Investree memilih menggunakan headhunter Glints TalentHunt.

Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan tim rekruter Investree, sedangkan permintaan akan kandidat terus meningkat. Apabila Investree menambah rekruter internal, tentunya akan memakan waktu dan biaya yang lebih besar.

Glints TalentHunt tidak hanya memberikan akses ke 1,5 juta database kandidat, namun juga memberikan seorang rekruter terdedikasi untuk membantu tim Investree mencari kandidat terbaik. Sehingga tim Investree tidak perlu merekrut rekruter internal.

Tidak hanya bisa memilih lebih banyak kandidat shortlisted dengan cepat dengan bantuan rekruter Glints, Ariyo juga mengatakan bahwa jaringan yang dimiliki Glints dapat membantu meningkatkan employer branding Investree.

Dengan menggunakan Glints TalentHunt, Investree mampu menjaga kestabilan talent management di tengah pertumbuhan perusahaan yang pesat guna menjaga menjaga daya saing perusahaan di antara startup lainnya.

—–

Ingin mendapatkan kandidat berkualitas lebih cepat seperti Investree?

Konsultasikan kebutuhan rekrutmen Anda dengan tim Glints TalentHunt sekarang tanpa dipungut biaya di muka.

Konsultasi Gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published.