Cara Memutus Hubungan Kerja Karyawan5 min read

cara melakukan PHK karyawan
Courtesy of Unsplash

Memutuskan hubungan kerja atau memecat karyawan bukanlah hal yang mudah bagi seorang pemimpin perusahaan, namun hal ini terkadang tidak bisa dihindari. Sebelum menetapkan keputusan untuk memutus hubungan kerja, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui, seperti alasan di balik pemutusan hubungan kerja, serta komponen-komponen yang perlu disiapkan, serta cara memutus hubungan kerja karyawan yang sebaiknya dilakukan.

Alasan pemutusan hubungan kerja (PHK)

Kinerja karyawan Anda tidak sesuai ekspektasi? Meski hal tersebut tentu mengecewakan, apakah valid untuk memutus hubungan kerja berdasarkan hal tersebut? Pada dasarnya, terdapat 6 kategori alasan pemutusan hubungan kerja:

  1. Inkompetensi, atau kurangnya produktivitas atau kualitas kerja karyawan yang buruk.
  2. Pembangkangan seperti perilaku tidak jujur atau melanggar aturan yang telah ditentukan oleh perusahaan.
  3. Absensi yang terlalu sering atau keterlambatan yang tidak wajar.
  4. Pencurian atau perilaku kriminal, termasuk menukar rahasia perusahaan untuk sejumlah insentif atau dengan maksud menjatuhkan.
  5. Pelecehan seksual dan perilaku diskriminatif di tempat kerja.
  6. Melakukan kekerasan fisik atau ancaman kepada karyawan lain.

Enam hal di atas dapat berpengaruh ke banyak hal, tidak hanya pada keberlangsungan perusahaan, namun juga reputasi bisnis Anda secara umum. Oleh karena itu, jika Anda menemukan karyawan Anda melakukan salah satu hal di atas, Anda dapat memutus hubungan kerja. Meski demikian, layaknya kesepakatan kerja yang dimulai dengan baik, sebaiknya pemutusan hubungan kerja juga dilakukan dengan cara yang baik.

Mengapa proses pemutusan hubungan kerja harus baik?

Ketentuan pemutusan hubungan kerja (PHK) sudah diatur dalam perundang-undangan Indonesia, oleh karena itu penting agar cara memutus hubungan kerja dilakukan dengan langkah dan mekanisme yang benar.

Hal ini dilakukan untuk menghindari langkah yang dapat memperburuk keadaan bagi kedua belah pihak.

Regulasi pemutusan hubungan kerja (PHK)

Regulasi Pemutusan Hubungan Kerja di Indonesia telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 35 Tahun 2021. Segala hal yang berkaitan dengan pemutusan hubungan kerja seperti tata cara pemutusan hubungan kerja dan hak akibat pemutusan kerja, tertulis dalam Bab V.

Pasal 40 ayat (2) mencantumkan ketentuan pembayaran pesangon kepada karyawan yang di PHK, sebagai berikut:

  1. Pekerja dengan masa kerja kurang dari 1 tahun, berhak menerima pesangon sebanyak upah 1 bulan
  2. Bagi pekerja dengan masa kerja 1 tahun tetapi kurang dari 2 tahun, berhak menerima pesangon sebanyak upah 2 bulan
  3. Pekerja dengan masa kerja  2 tahun tetapi kurang dari 3 tahun, berhak menerima pesangon sebanyak upah 3 bulan
  4. Jika pekerja telah bergabung dengan perusahaan selama 3 tahun tetapi kurang dari 4 tahun, berhak menerima pesangon sebanyak 4 bulan, dan seterusnya.

Lakukan hal-hal berikut sebelum memutus hubungan kerja

Apapun alasan di balik diberhentikannya karyawan, pemutusan hubungan kerja tetap perlu dipersiapkan dengan strategis. Tujuannya untuk mencegah kekurangan staf, hubungan yang tidak baik dengan karyawan yang akan diberhentikan, serta masalah hukum yang akan muncul di kemudian hari. 

Beberapa hal yang sebaiknya Anda siapkan sebelum memutus hubungan kerja, yaitu:

Cari tahu histori performa kinerja karyawan

Kapan performa karyawan tersebut terindikasi mulai menurun? Faktor-faktor apa yang kira-kira mendasarinya? Pastikan alasan memutus hubungan kerja karyawan didasarkan pada pengukuran yang terdata, seperti Key Performance Indicatori (KPI) atau metode penilaian kinerja karyawan lainnya.

Sebelum memutuskan hubungan kerja, ada baiknya penurunan kinerja ini direspon dengan sesi one-on-one sehingga karyawan pun paham akan kekhawatiran Anda mengenai performa mereka. Bagaimanapun, performa karyawan juga dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Namun, jika dalam jangka waktu yang cukup lama karyawan tidak menunjukkan perkembangan, maka hal ini dapat menjadi salah satu alasan yang tepat untuk melanjutkan proses PHK.

Siapkan data pendukung 

Saat memutus hubungan kerja, perusahaan perlu mengomunikasikan alasan yang jelas dan terukur. Oleh karena itu, kumpulkan data yang menerangkan pertimbangan perusahaan hingga akhirnya harus berakhir pada PHK. Misalnya, bentuk pelanggaran yang dilakukan karyawan, performance review, absensi kehadiran, atau dokumen lain yang bisa menjadi pendukung PHK. 

Siapkan surat pemberitahuan resmi

Dalam PP No. 35 Tahun 2021 Pasal 37 telah ditentukan bahwa perusahaan harus memberikan surat pemberitahuan resmi kepada karyawan paling lama 14 (empat belas) hari kerja sebelum pemutusan hubungan kerja. Jika pemutusan hubungan kerja dilakukan dalam masa percobaan, maka surat diberikan setidaknya 7 (tujuh) hari kerja.

Menyiapkan uang kompensasi

Jika akhirnya terjadi pemutusan hubungan kerja, perusahaan wajib menyiapkan dan memberikan uang kompensasi kepada karyawan dengan besaran seperti yang sudah diatur dalam PP No. 35 Tahun 2021 Pasal 40 ayat (2) di atas.

Tips komunikasi ketika memutus hubungan kerja

Saat memutus hubungan kerja, ingat bahwa tindakan ini berdasar pada intensi yang baik, yaitu memastikan keberlangsungan perusahaan ke depannya. Intensi baik ini sebaiknya dikomunikasikan dengan cara yang baik pula. Berikut cara memutus hubungan kerja yang disarankan:

  1. Meminta bantuan HR dalam proses PHK dan menjawab pertanyaan yang sekiranya akan muncul dari karyawan.
  2. Menunjukkan simpati kepada karyawan, seperti meyakinkan bahwa kemampuannya dapat berguna di tempat lain atau menawarkan untuk menjadi referensi untuk mendapatkan pekerjaan selanjutnya.
  3. Mengomunikasikan keputusan ini kepada tim terkait, tanpa membeberkan secara detail dasar keputusan diambil.
  4. Menggunakan kata-kata yang sederhana, langsung kepada inti tanpa menjatuhkan atau dengan maksud menyakiti karyawan.

Jika Anda melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan yang kuat dan cara penyampaian yang benar, diharapkan tidak ada pihak yang dirugikan. Perlu diingat bahwa cara perusahaan memperlakukan karyawan selama bekerja sampai perjanjian kerja berakhir dapat menentukan reputasi perusahaan Anda.


Artikel di atas dipersembahkan oleh Glints for Employers, mitra rekrutmen terpercaya untuk startup dan perusahaan di Asia Tenggara dan Taiwan. Lebih cepat dan hemat, pakar kami yang dibekali dengan teknologi siap membantu Anda terhubung dengan talenta terbaik di sekitar Anda. Temukan layanan lengkap kami untuk mulai membangun tim yang berkualitas hari ini.