Cerita DKATALIS Mengubah Mindset HR dalam Merekrut Talenta dan Mengelola SDM6 min read

interview-Glints-DKATALIS

Di antara berbagai inovasi startup teknologi di Indonesia, ada perusahaan teknologi yang menawarkan solusi pengembangan produk digital bagi perusahaan lainnya. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang ini adalah DKATALIS.

Baru-baru ini, Glints berbincang dengan Rizki Yogaswara (Technology Capacity & Capabilities Lead DKATALIS) dan Richard Andries (Head of People & Culture DKATALIS). Yogas dan Richard membagikan bagaimana DKATALIS menghadapi berbagai tantangan HR di DKATALIS. Salah satunya mengenai tantangan merekrut talenta yang siap bekerja di industri teknologi yang dinamis.

Berdiri sejak tahun 2018, DKATALIS kini memiliki talenta-talenta andal yang tersebar di tiga negara, yakni Indonesia (Jakarta), Singapura, dan India (Pune).

DKATALIS
Tampilan Situs DKATALIS

Servis DKATALIS dan Tantangan yang Dihadapi

“Pada intinya, DKATALIS adalah sebuah technology hub,” ujar Richard. DKATALIS berfokus pada pengembangan platform digital industri finansial. Aplikasi Jago misalnya, merupakan salah satu produk yang dikembangkan oleh tim DKATALIS.

Istilah technology hub atau tech hub sendiri sering digunakan untuk menyebut sebuah tempat yang dikhususkan untuk pengembangan teknologi bagi perusahaan-perusahaan startup. Adanya tech hub ini biasanya bertujuan agar inovasi teknologi atau pengembangan produk bisa berjalan dengan cepat.

Untuk menjalankan sebuah perusahaan teknologi yang kompetitif, DKATALIS membutuhkan talenta yang ahli di bidang teknologi. Namun mendapatkan tech talent yang berkualifikasi tinggi dan memiliki mindset yang sejalan dengan visi dan misi organisasi merupakan tantangan tersendiri.

Karenanya, tim DKATALIS menyusun strategi perekrutan dengan melibatkan recruitment company untuk  menemukan talenta yang sesuai ekspektasi mereka.

Pentingnya Mengubah Mindset HR dalam Membangun Hubungan dengan Karyawan

Tentang tujuan DKATALIS, Yogas berpendapat bahwa DKATALIS memahami tantangan ke depan dalam ranah digital mengarah pada people and technology. Tantangan inilah yang berusaha dijawab oleh produk-produk yang dikembangkan DKATALIS.

Tentunya hal ini tidak lepas dari peran talenta dalam perusahaan serta pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Karenanya, meski masih berusia muda, DKATALIS berambisi membangun tim yang solid. Yogas menjelaskan bahwa setidaknya kini DKATALIS memiliki kurang lebih 250 engineers yang berkualifikasi.

Bukan sekadar merekrut talenta terbaik, DKATALIS juga ingin mengelola lingkungan kerja yang sehat, baik untuk karyawan maupun perusahaan.

Menurut Richard, DKATALIS berusaha mencapai tujuannya dengan mengubah praktik-praktik HR tradisional dan menyesuaikannya dengan kondisi industri digital saat ini. 

Richard menjelaskan bahwa praktik HR tradisional yang banyak dilakukan pada umumnya menitikberatkan kepada standardisasi/generalisasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah tuntutan bisnis yang berkembang sebelumnya, misalnya industri manufakturing atau jasa yang berkembang sejak revolusi industri. Model bisnis tersebut memerlukan pengelolaan sumber daya manusia yang baku dan terstandardisasi.

Richard mengakui bahwa standarisasi sangat penting, namun ia juga menjelaskan bahwa DKATALIS melakukan pendekatan yang berbeda, yakni membuat kebijakan-kebijakan yang lebih “personalized”. Menurutnya, karyawan di masa sekarang memiliki cara kerja, kemampuan, dan cara melihat pekerjaan yang berbeda dengan karyawan di masa lalu.

“Kalau kita (perusahaan) secara HR berpaku pada praktik-praktik dan cara kerja yang lama, agak sulit untuk bisa mencapai kolaborasi yang maksimal antara karyawan dan perusahaan,” jelasnya.

Selain itu, kebijakan yang dibuat DKATALIS bertujuan mendukung karwayan agar bisa produktif. Oleh karena itu, DKATALIS membangun engagement serta memperhatikan pertumbuhan (growth), proses belajar (learning), pengembangan karier dan aspek finansial para karyawannya.

Menghadapi Tantangan Manajemen Talenta Lewat Kebijakan yang Sesuai dengan Kondisi Masa Kini

Berbicara soal tantangan dalam talent management, Richard berpendapat bahwa kebijakan yang dibuat HR harus bisa mengakomodasi kebutuhan karyawan dan perusahaan secara seimbang.

Sebagai contoh, bahkan sebelum terjadi pandemi, HR sebenarnya bisa melakukan praktik rekrutmen jarak jauh yang didukung teknologi, misalnya menggunakan video call. Ini akan menghemat waktu, energi dan biaya bagi calon karyawan dan perusahaan.

Namun praktik tersebut tidak terlalu populer sebelumnya karena “kebiasaan” sejak dahulu wawancara dilakukan secara tatap muka. 

“Bagi saya, tantangannya adalah mengubah mindset HR menjadi lebih user-centric, tapi seimbang juga pada kepentingan perusahaan sehingga produknya lebih tepat guna dengan kondisi saat ini dan kondisi masa depan,” ujar Richard.

Perubahan mindset HR ini diharapkan bisa meningkatkan manajemen talenta perusahaan, “Kita ingin HR yang lebih memanusiakan manusia,” tambahnya. 

DKATALIS ingin karyawan bisa berhasil, baik di organisasi tempatnya bekerja saat ini maupun di masa depan, sehingga mereka memperhatikan pengembangan profesional dan personal karyawannya.

Menurut Yogas, DKATALIS juga masih berusaha untuk meningkatkan berbagai hal untuk bisa menjawab tantangan tersebut.

Meski DKATALIS ingin mengubah pola pikir HR yang lebih sesuai dengan kondisi masa kini, Yogas menjelaskan bahwa timnya tidak melupakan asal mula praktik HR yang sudah ada sejak dulu. “Kalau dulu itu fokusnya lebih banyak ke perusahaan, sekarang fokusnya memang lebih banyak ke individual.” 

Tim HR DKATALIS memahami bahwa tantangan talent management akan selalu berubah tergantung pada kondisi yang ada dan selalu berubah.

Salah satu hal yang diperlukan adalah selalu terbuka dengan hal baru dan membangun kerja sama antara generasi yang sudah memiliki pengalaman dan generasi muda yang memahami kebutuhan masa depan.

Merekrut Tech Talent Lebih Cepat dengan Glints TalentHunt

Agar bisa bersaing dengan perusahaan teknologi lainnya, DKATALIS  perlu bekerja dengan cepat, termasuk dari sisi rekrutmen karyawan. Di sisi lain, menemukan tech talent yang tepat dalam waktu yang cepat bukanlah hal mudah. Hal ini juga diakui oleh Richard dan Yogas.

Untuk memecahkan masalah tersebut, tim HR DKATALIS menyadari bahwa perekrutan karyawan tidak bisa dilakukan dengan cara-cara yang sudah umum dilakukan HR.

Richard berujar, “Kami perlu membuka lebih banyak sumber (untuk merekrut karyawan) dan mencoba cara-cara baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan.”

Menurutnya, perusahaan harus berani mencoba cara atau metode yang baru. Yogas menambahkan bahwa perusahaan perlu mencari sources yang tepat untuk mendapatkan tech talent dengan kriteria yang spesifik

Salah satu inisiatif yang dilakukan oleh DKATALIS adalah berkolaborasi dengan Glints TalentHunt untuk memenuhi kebutuhan talenta perusahaan dengan lebih cepat dan sesuai kualifikasi.

Menurut tim HR DKATALIS, beberapa hal yang mereka dapatkan dari pengalaman mereka menggunakan servis Glints TalentHunt di antaranya:

  • Database Glints yang sudah terkurasi membantu mereka mendapatkan calon talenta yang sesuai
  • Menghemat waktu yang dibutuhkan untuk proses rekrutmen.

Hingga saat ini, DKATALIS berhasil merekrut 6 talenta melalui Glints TalentHunt. Talenta-talenta yang berhasil bergabung dengan DKATALIS ini merupakan tech talent yang penting bagi perusahaan.

“Untuk menjadi kompetitif di ranah digital, jadinya memang diperlukan ahli teknologi yang cara mainnya agak beda dari (ahli) IT (teknologi informatika) yang kita tahu (di perusahaan-perusahaan besar),” tutur Yogas.

Lebih lanjut, Yogas menjelaskan bahwa DKATALIS mengharapkan setiap tech talent yang bergabung dengan perusahaan memiliki kemampuan membuat produk digital yang bisa langsung digunakan secara mudah oleh konsumen.

Untuk membuat aplikasi yang mudah digunakan, dibutuhkan tech talent yang memiliki keahlian khusus sekaligus pola pikir yang berbeda. Kebutuhan talenta yang spesifik ini juga didiskusikan bersama dengan Senior Engineers dan Lead Engineers DKATALIS.

Berangkat dari usaha kebutuhan tech talent inilah, DKATALIS selalu membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak ketiga seperti Glints.

Yogas yang berinteraksi langsung dengan calon kandidat juga menyebut bahwa ia menemukan beberapa kandidat dari Glints dengan profil yang menarik, sehingga ia menikmati proses interview dengan kandidat. 

Selain itu, DKATALIS juga merasa tim Glints memahami dan mengakomodasi kebutuhan mereka dengan baik. Richard membagikan hal yang menurutnya menarik saat bekerja sama dengan Glints,

“Menurut saya, cara dia (tim Glints) mencoba menggali, mencoba mengerti, mencoba menangani kebutuhan kami sangat baik, dari segi teknis maupun non-teknis. Itu penting.”

Platform Rekrutmen Online - Job Portal Gratis - Headhunter Indonesia | Glints

Leave a Reply

Your email address will not be published.