Intip Budaya Perusahaan Unik dari 5 Perusahaan Teknologi Dunia Berikut5 min read

Photo by Pexel

 

Budaya perusahaan dapat menentukan keberhasilan perusahaan Anda. Alasannya karena norma-norma dan nilai-nilai dalam budaya perusahaan dapat mewujudkan suasana kerja yang nyaman bagi karyawan. Jika suasana kerja nyaman, produktivitas karyawan juga dapat meningkat.

Menurut riset yang dilakukan Departments of Economics at the University of Warwick, karyawan yang bahagia memiliki tingkat produktivitas 12% lebih tinggi dibanding karyawan lainnya. Beberapa perusahaan teknologi dunia seperti Google, Facebook, dan Apple menyabet penghargaan sebagai 100 besar Best Places to Work pada tahun 2021 dalam Glassdoor Employees’ Choice Awards.

Google menempati peringkat 6, Facebook peringkat 11, dan Apple peringkat 31.

Perusahaan teknologi yang usianya lebih belia seperti Netflix dan Airbnb juga berhasil menyusul reputasi ketiga perusahaan raksasa teknologi tersebut. Bahkan, Netflix dan Aibnb digadang-gadang sebagai perusahaan yang disruptif menurut para pakar di bidang teknologi.

Lantas hal apa saja yang membuat para perusahaan teknologi raksasa tersebut menjadi tempat idaman untuk bekerja? Dan budaya perusahaan seperti apa yang berkontribusi terhadap suksesnya Netflix dan Airbnb?

Glints telah merangkum budaya perusahaan dari 5 perusahaan teknologi dunia tersebut di bawah ini.

Budaya Perusahaan Google: Kebijakan Berdasarkan Data

Google juga telah menyabet banyak penghargaan yang berkaitan dengan budaya perusahaan. Pada tahun 2021 dan 2020, Google berhasil mendapatkan 11 penghargaan di masing-masing tahun dari Comparably, situs yang mencatat data kompensasi dan budaya pada perusahaan-perusahaan.

Termasuk di antaranya penghargaan Best Global Culture dan Best CEOs for Diversity pada tahun 2021 serta Best Company for Women dan Best Company Happiness pada tahun 2020.

Sebagai layanan mesin pencari terbesar dunia, Google mengandalkan data dalam penerapan kebijakan di tempat kerja (data-driven decision) dalam bentuk analisis HR. Hal tersebut dilakukan untuk menghasilkan kebijakan yang tepat guna dan sesuai dengan tingkat kepuasan karyawan. 

Misalnya, ketika tingkat pengunduran diri karyawan perempuan lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan karyawan laki-laki di Google dapat mengindikasikan kebijakan cuti kehamilan yang perlu ditingkatkan lagi.

Dengan cara ini, perubahan kebijakan di Gogle menjadi efektif karena sesuai dengan kasus nyata di perusahaan.

 

Budaya Perusahaan Facebook: Memperkuat Komunitas Internal

Salah satu faktor kesuksesan Facebook adalah andil budaya perusahaan mereka. Lima nilai utama budaya Facebook yaitu Be Bold, Focus On Impact, Move Fast, Be Open, dan Build Social Value. 

Salah satu bentuk implementasi dari nilai Build Social Value tercermin dari terbentuknya ratusan grup internal. Pembagian grup tidak hanya berdasarkan divisi kerja, namun juga berdasarkan persamaan minat atau demografis, mulai dari grup orangtua, grup para ibu pekerja, grup pesepeda, dan lain sebagainya.

Hal ini membuat para karyawan Facebook memiliki kebebasan untuk membentuk pengalaman sosial mereka sendiri.

Selain itu, Facebook memperlihatkan dukungannya terhadap karyawan yang sedang melalui masa-masa sulit. Misalnya dengan memberikan jatah cuti berbayar yang cukup panjang bagi karyawan yang baru saja kehilangan anggota keluarganya.

 

Budaya Perusahaan Apple: Mendorong Karyawan Memperkaya Diri

Apple tidak hanya sukses dalam memproduksi perangkat teknologi, melainkan juga berhasil mencetak imej eksklusif di tengah banyaknya merk kompetitor. Beberapa karakteristik budaya perusahaan yang membawa Apple hingga di posisinya sekarang adalah Top-notch Excellence, Creativity, Innovation, Secrecy, dan Moderate Combativeness. 

Nilai Moderate Combativeness tercermin dari kebiasaan Steve Jobs untuk memberikan tantangan bagi karyawan pada waktu yang tidak terduga. Hal ini guna membuktikan kelayakan dan kemampuan para karyawan sebagai pekerja Apple. 

Di bawah kepemimpinan Tim Cook, budaya perusahaan Apple tidak lagi terlalu agresif dan spontan. Meski demikian, hal ini tetap menjadi influens utama dalam perusahaan Apple. Apple percaya bahwa tingkat keagresifan yang moderat dapat menjadi tantangan guna meningkatkan hasil kerja karyawan.

 

Budaya Perusahaan Netflix: Mengedepankan Independensi Karyawan

Sebagai layanan video streaming langganan terbesar di dunia, Netflix memiliki filosofi utama people over process. Founder Netflix Reed Hastings dalam bukunya ‘No Rules Rules: Netflix and The Culture of Reinvention’ menyebutkan bahwa Netflix memberikan otonomi penuh bagi para karyawan untuk menentukan keputusannya sendiri dengan menerapkan sedikit sekali peraturan.

Netflix kerap kali menghadirkan pendekatan yang kreatif dan disruptif dalam mempromosikan layanannya. Untuk melakukan hal tersebut, dibutuhkan inovasi yang terus berdatangan. Reed Hastings percaya, budaya perusahaan Netflix yang minim intervensi akan bermuara pada inovasi-inovasi yang revolusioner.

Selain itu, Netflix juga menerapkan kebijakan unlimited vacation sehingga karyawan bebas dalam menentukan hari libur mereka tanpa batasan. Dengan kebebasan yang tercermin di berbagai kebijakan, Reed Hastings ingin mengimplikasikan bahwa para karyawan Netflix telah mengantongi kepercayaan dari level manajerial untuk melakukan yang terbaik.

 

Budaya Perusahaan Airbnb: Suasana Kerja Hangat dan Dekat 

Airbnb, perusahaan sharing economy penyedia akomodasi terbesar di dunia, pernah dianugerahi Best Workplace in 2016 dari Glassdoor. Salah satu nilai penting dalam budaya perusahaan Airbnb adalah Fostering A Welcoming Culture.

Sebuah survei tingkat kepuasan pekerjaan pada tahun 2016 oleh Society for Human Resource Management menyatakan bahwa perasaan dihargai dan dilibatkan adalah faktor terbesar terhadap tingkat kepuasan karyawan. 

Sesuai misi perusahaan Airbnb, “creating a world where you can belong anywhere”, Airbnb mendesain kantor sedemikian rupa sehingga karyawan merasa nyaman bekerja di mana saja, termasuk di ruang tamu dan ruang makan.

Selain itu, Airbnb menyediakan jalur komunikasi internal agar karyawan dapat saling mengetahui hari-hari spesial satu sama lainnya, mulai ulang tahun, hari jadi, sampai perayaan persalinan.

Airbnb juga menyediakan webpage pribadi khusus bagi para karyawan untuk mempermudah menjalin koneksi secara internal. 

 

Kelima perusahaan teknologi tersebut di atas telah menempati posisi top of mind dengan kontribusi dari budaya perusahaan masing-masing. Namun, kecocokan antara talenta dengan budaya perusahaan tersebut tentu juga punya andil dalam mewujudkan tujuan perusahaan.

Untuk menemukan talenta yang tepat dan cocok dengan budaya perusahaan Anda, Glints menyediakan layanan rekrutmen berbasis AI, yaitu TalentHunt dengan 1,5 juta kandidat di dalam Talent Pool dengan lebih dari 100 skill yang berbeda.

Pelajari lebih lanjut layanan TalentHunt dan temukan solusi proses rekrutmen yang cepat dan efisien bagi perusahaan Anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *