Kini Rekrutmen Digital Menjadi ‘New Normal’ bagi Para HR 4 min read

Seiring kebangkitan kembali industri di tengah krisis COVID-19 yang belum juga mereda, perusahaan mulai mencari strategi adaptasi untuk mempertahankan bisnisnya di masa depan. Salah satunya adalah mengubah model rekrutmen karyawan secara drastis dari cara-cara tradisional ke rekrutmen digital

Saat social distancing menjadi bagian dari gaya hidup baru, rekrutmen digital yang mengandalkan peran teknologi internet bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Cara ini menjadi kebiasaan normal baru atau ‘new normal’. 

Sebelum pandemi, job interview jarak jauh dengan video conference mungkin sebagai sesuatu yang asing dan tidak dapat diterima perusahaan secara umum. Tetapi, kini model wawancara virtual tersebut telah menjadi kelaziman. HR perusahaan yang tidak biasa menggunakan teknologi digital mulai beradaptasi menggunakan tool untuk meeting. 

Jika bertahan dengan model rekrutmen tradisional, dampaknya bukan hanya risiko penularan virus, tetapi juga membuat proses rekrutmen lebih lama dan tinggi biaya. Tentu saja, inefisiensi bukan opsi yang bagus bagi perusahaan yang sedang berusaha survive di tengah krisis.

Beralih ke job portal 

Memasang iklan lowongan kerja berbayar di koran tidak lagi efektif menjangkau banyak pelamar di tengah masa ‘senja kala media cetak’ saat ini. Era media daring perlahan ‘membunuh’ ratusan bisnis media cetak besar di dunia. Oplah terus merosot, dan pelanggan berkurang. Sebabnya adalah media cetak kalah dalam hal fleksibilitas, jangkauan, dan kecepatan penyebaran informasi.

Jika ingin menjaring lebih banyak kandidat terbaik, platform digital adalah solusinya. Job portal memungkinkan Anda memasang iklan gratis, namun memiliki jangkauan luas. Situs pencarian kerja rata-rata punya visit rate tinggi dan bahkan banyak orang, termasuk karyawan yang sudah bekerja di perusahaan, menjadi subscriber untuk mendapatkan informasi lowongan kerja terbaru secara berkala ke email mereka.

Penggunaan media sosial juga dapat membantu melipatgandakan jangkauan iklan lowongan kerja, di mana link dengan mudah disebarkan dan dilihat lebih banyak orang. Misalnya, grup alumni perguruan tinggi di Facebook, biasa membagikan info dan tautan lowongan kerja di lini masa.

Penggunaan platform digital memungkinkan Anda menjaring kandidat potensial dari luar daerah. Selain merupakan bagian dari strategi menemukan top-talent dengan cara yang mudah dan murah, ini juga merupakan cara memamerkan employer branding yang efektif.

Otomatisasi proses seleksi

Cara tradisional mengandalkan peran HR menyeleksi manual terhadap tumpukan berkas pelamar di meja, yang bisa menghabiskan waktu berhari-hari. Tim perekrut mesti sabar membaca satu-per-satu surat lamaran dan resume pelamar, lalu membuat daftar kandidat yang potensial untuk diundang dalam tes dan wawancara. Bagaimana jika yang melamar jumlahnya ratusan? Apakah Anda hanya akan menghabiskan waktu kerja hanya untuk screening profil kandidat?

Baca Juga: 5 Keuntungan Aplikasi Rekrutmen Karyawan Online bagi Perusahaan

Sementara, perusahaan yang menerapkan rekrutmen digital hanya menerima aplikasi paperless dengan form dan online resume, lalu mempekerjakan teknologi otomatisasi berbasis artificial intelligence (AI). Kecerdasan buatan ini mengidentifikasi profil karyawan dan mencocokkan dengan kualifikasi dan job description atau posisi yang ditawarkan oleh perusahaan.

Mesin AI ini menyeleksi ratusan pelamar dengan cepat dan membuat daftar kandidat yang menjanjikan berdasarkan prioritas. Selanjutnya, pekerjaan Anda lebih mudah karena hanya perlu membaca profil mereka yang sudah tersaring.

Wawancara virtual sebagai solusi

Dalam rekrutmen tradisional, perusahaan mengundang kandidat untuk datang mengikuti serangkaian tes, seperti tes psikologi dan skill test. Jika lolos, beberapa hari kemudian kandidat diundang menghadiri wawancara tatap muka dengan tim yang terdiri dari HR dan manajemen perusahaan. Prosesnya bisa sebaliknya, atau juga dilakukan simultan dalam satu hari.

Namun, dengan wawancara virtual dan tes online, HR bisa melakukan assessment kandidat lebih cepat. Undangan disampaikan lewat email atau telepon, lalu menjadwalkan waktu untuk wawancara via aplikasi conference, seperti Zoom, Skype, atau Hangouts. Bahkan, HR dapat mengirim undangan interview sehari sebelumnya karena kandidat bisa melakukan video call di mana saja, tidak dibebani persiapan untuk pergi ke kantor perusahaan. 

Jika perusahaan Anda mulai bertransformasi ke rekrutmen digital, job portal Glints menyediakan ruang gratis untuk memasang iklan lowongan kerja perusahaan Anda. Lalu, tim HR perusahaan Anda mengelola sendiri lamaran yang masuk.

Tetapi jika Anda ingin ‘tahu beres’ dalam mendapatkan kandidat berkualitas tanpa perlu memikirkan teknologi rekrutmen, Anda cukup menyerahkan pencarian calon karyawan kepada tim Glints TalentHunt. Dengan dukungan teknologi AI, TalentHunt hanya akan merekemondasikan calon terbaik yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan kurang dari 3 minggu.

Dengan biaya terjangkau dan dibayarkan saat kandidat sudah bekerja di perusahaan Anda, maka cara ini lebih efisien karena Anda bisa fokus ke urusan bisnis yang produktif ketimbang menghabiskan waktu menyeleksi calon karyawan. Bagaimana jika ternyata kandidat tidak sesuai dengan harapan Anda? Tak perlu khawatir, Glints memberikan garansi penggantian kandidat jika dalam 90 hari perusahaan merasa tidak puas dengan kinerjanya.Recruitment Solution - Recruitment Platform - Job Portal - Aplikasi Lowongan Kerja - Iklan Lowongan Kerja | Glints Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *