Kurangi Bias Rekrutmen dengan Blind Hiring3 min read

Kurangi Bias Rekrutmen dengan Blind Hiring
© Pexels

 

Bias dalam proses rekrutmen terkadang sulit dihindari. Satu hal yang pasti, ini seringkali menyebabkan perusahaan kehilangan kandidat potensial. Karena itulah, banyak perusahaan ternama dari berbagai industri telah berusaha meminimalkan kemungkinan bias dalam rekrutmen. Caranya dengan menerapkan metode rekrutmen baru yang disebut blind hiring

Dengan metode ini, informasi kandidat seperti nama, jenis kelamin, agama, dan latar belakang sosial kandidat disembunyikan. Blind hiring juga akan menghilangkan informasi yang berhubungan dengan kualifikasi akademik atau pengalaman yang dimiliki kandidat. Jadi, setiap kandidat akan dites dan dinilai sesuai skill mereka, bukan dari latar belakang mereka.

Dengan menghilangkan karakteristik yang bisa menyebabkan munculnya bias dalam rekrutmen, diharapkan perusahaan bisa memilih kandidat dengan kualitas terbaik. 

Lalu, bagaimana menerapkan metode ini dalam proses rekrutmen di perusahaan?

Cara menerapkan blind hiring

Blind hiring umumnya lebih banyak digunakan saat proses screening. Nama, alamat, dan latar belakang pendidikan kandidat dihapus. Sementara, data mengenai keterampilan diperoleh dari assessment yang disediakan, dan hasilnya dibandingkan dengan tolok ukur yang ditentukan perusahaan. Berikut tips lebih lanjut untuk menerapkan blind hiring

Gambarkan pekerjaan dengan jelas

Pada awal proses rekrutmen, buat deskripsi yang jelas tentang gambaran pekerjaan dan kualifikasi yang dibutuhkan. Semakin jelas deskripsi Anda, semakin banyak kandidat yang tertarik melamar di posisi yang ditawarkan.

Jika Anda ingin mewujudkan keberagaman di perusahaan, hindari kata-kata yang berpotensi bias, seperti jenis kelamin, apalagi jika posisi yang ditawarkan tidak hanya dikhususkan bagi gender tertentu. Daripada Anda menyebut “perempuan” atau “laki-laki”, lebih baik menulis kandidat ideal.

Fokus pada keterampilan yang dimiliki

Banyak perusahaan yang fokus pada kandidat dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi. Padahal, IPK tinggi tidak selalu menunjukkan kemampuan kandidat dalam melakukan pekerjaannya. Sebaliknya, IPK rendah pun bukan berarti kandidat tidak mampu melakukan pekerjaan dengan baik. 

Daripada fokus pada nilai akademik, perusahaan bisa mempertimbangkan keterampilan yang dimiliki kandidat tersebut. Dalam teknik blind hiring, lebih baik jika detail akademik disembunyikan dalam proses rekrutmen, termasuk nama dan tahun kelulusan, dan informasi yang diperlihatkan hanya tentang apa yang dipelajari oleh kandidat.

Kumpulkan data skill kandidat

Tes dan penilaian mempermudah Anda memiliki data terkini tentang skill yang dimiliki oleh pelamar, misalnya soft skills atau keterampilan sosial mereka. Assessment selama proses rekrutmen akan membantu perusahaan mendapatkan informasi yang lebih akurat soal skill kandidat yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. 

Berikan edukasi soal bias kepada tim rekrutmen

Teknik blind hiring memang bisa mengurangi terjadinya bias dalam proses rekrutmen. Namun, teknik ini tidak berjalan efektif jika tim HR masih menjalankan proses itu dengan bias, baik disengaja atau tidak. 

Oleh karena itu, pelatihan soal bias bagi tim HR yang akan merekrut kandidat sangat diperlukan. Meski blind hiring adalah cara yang relatif efektif untuk mengurangi bias, teknik ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Beberapa perusahaan justru membutuhkan informasi dasar yang diberikan pelamar.

Selain metode di atas, ada cara lain untuk merekrut kandidat tanpa bias, yakni menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) yang bekerja berdasarkan algoritma pencocokan data resume dengan kata kunci perekrutan. Sistem ini mengabaikan atribut lain yang tidak relevan, sehingga Anda akan mendapatkan kandidat yang tepat sesuai peran yang Anda cari.

Untuk perekrutan berbasis AI, Anda dapat menggunakan jasa profesional Glints TalentHunt. Platform rekrutmen ini menggabungkan tim berpengalaman dan teknologi AI machine learning yang andal untuk menyaring kumpulan bakat lebih dari 100.000 top talent yang siap direkrut. Hanya dalam waktu 2–3 minggu, Anda akan mendapatkan kandidat yang kami rekomendasikan. 

Anda tidak membayar biaya rekrutmen sampai kandidat menandatangani kontrak pada hari pertama kerja. Glints juga memberi jaminan penggantian kandidat baru gratis selama 90 hari masa kerja apabila karyawan yang Anda pekerjakan tidak cocok untuk posisi yang Anda butuhkan.

Selain TalentHunt, Glints juga menyediakan job portal untuk Anda yang ingin memasang iklan lowongan kerja gratis tanpa batas. Buat akun gratis di https://employers.glints.id sebelum Anda posting iklan. Anda perlu menyiapkan tim perekrut sendiri untuk mengelola seluruh lamaran yang masuk.

Platform Rekrutmen Headhunter Job Portal Indonesia | Glints

Leave a Reply

Your email address will not be published.