Manajemen Konflik: Tipe dan Strategi4 min read

Manajemen Konflik: Tipe dan Strategi
© Pexels

 

Dalam dinamika setiap organisasi, konflik merupakan sesuatu yang normal, apalagi karena banyaknya keinginan dan kepentingan yang tak selalu sama. Namun, konflik yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi hal negatif, di antaranya perpecahan, permusuhan, dan persaingan tidak sehat. Dampaknya akan terasa di kinerja, produktivitas, dan masa depan organisasi Anda sendiri jika konflik telah meluas.

Karena itu, Anda perlu menguasai keterampilan manajemen konflik untuk mencegah dampak buruknya. Manajemen konflik sendiri adalah upaya meredakan konflik dan menyatukan kembali pihak-pihak melalui solusi yang dapat diterima kedua pihak. 

6 tipe manajemen konflik yang perlu Anda ketahui

Accommodating, yaitu Anda sebagai pihak ketiga menengahi konflik dengan membuka diri untuk menerima dan menampung seluruh aspirasi, pandangan, dan pendapat dari kedua pihak yang terlibat konflik. Namun, Anda bertindak sebagai pembuat keputusan, dengan solusi yang bisa menguntungkan salah satu pihak atau bisa juga adil.

Avoiding, yaitu langkah antisipasi yang dilakukan untuk mencegah dan menghindari potensi konflik. Di sini Anda harus punya daya analisis yang tajam terhadap dinamika organisasi dan tim, serta mampu mengidentifikasi hal-hal yang dapat menjurus ke konflik antaranggota tim. Lalu, Anda mengambil kebijakan sebelum konflik terjadi. 

Compromising, yaitu proses penyelesaian konflik dengan upaya mencapai kompromi, ketika masing-masing pihak yang terlibat menurunkan atau mengurangi tuntutan, kepentingan, keinginan, atau kehendak, hingga menghasilkan titik temu yang dapat diterima keduanya. 

Collaborating, yaitu Anda mengubah konflik menjadi hal yang positif, dengan membiarkan kedua pihak berkolaborasi. Namun solusi ini hanya efektif apabila kedua pihak yang berkonflik bisa menyepakati sebuah tujuan bersama.

Competing, yaitu penyelesaian konflik dengan membiarkan kedua pihak yang berkonflik untuk berkompetisi secara sehat. Anda sebagai wasit memantau dan mengawasi mereka. Dalam beberapa kasus, solusi ini cukup fair namun menghasilkan solusi menang-kalah.

Conglomerating, yaitu cara menyelesaikan konflik dengan menggabungkan beberapa cara di atas.

Kompromi adalah tipe manajemen konflik yang paling umum dilakukan karena menghasilkan win-win solution. Dalam hal ini, semua pihak menang, tidak ada yang lebih diuntungkan dan tidak ada yang lebih dirugikan.

Sebagai pemimpin, Anda juga perlu menerapkan strategi mengelola manajemen konflik. Strategi ini adalah tahapan penyelesaian secara berurutan, yaitu:

Identifikasi

Ini merupakan tahap paling awal, saat Anda perlu mengenali konflik yang terjadi, pihak-pihak yang terlibat, skala konflik, akar permasalahan, dan dampak yang mungkin terjadi. Semakin cepat Anda mengidentifikasi, semakin cepat pula peluang Anda untuk meminimalkan dampak.

Diagnosis

Proses ini melibatkan pemetaan konflik dan analisis sejumlah opsi penyelesaian. Di tahap ini Anda memperhitungkan setiap langkah yang akan Anda ambil beserta konsekuensinya, lalu menetapkan pilihan yang paling masuk akal dan tidak berat sebelah.

Menyepakati solusi

Anda duduk bersama dengan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, menawarkan solusi yang adil bagi mereka. Setelah kesepakatan tercapai, kedua pihak harus menerima dan menjalankan putusan tersebut.

Penerapan putusan

Kesepakatan tidak menandai akhir dari konflik, melainkan awal dari resolusi konflik. Anda wajib memastikan kedua pihak menjalankan putusan yang telah dibuat. Anda juga berhak memberikan sanksi jika ada pihak yang melanggar kesepakatan atau kembali bersikap menyulut konflik.

Evaluasi

Ini merupakan tahap penilaian terhadap solusi yang Anda ambil, apakah efektif menyelesaikan konflik atau tidak, di mana kekurangannya, dan apa yang harus Anda lakukan apabila kejadian serupa terulang, dan seterusnya.

Baca Juga: Millenials Dinilai Paling Sesuai untuk Posisi Business Development

Setiap pemimpin hebat di organisasi tahu cara menyelesaikan konflik yang tepat. Selain itu, mereka juga tahu bagaimana membangun tim yang hebat.

Untuk membangun tim hebat, Anda perlu bakat-bakat potensial. Anda dapat merekrut mereka di marketplace Glints. Caranya mudah, Anda cukup buat akun gratis di https://employers.glints.id, kemudian pasang iklan lowongan kerja Anda gratis dan tanpa batas.

Jika Anda membutuhkan top talent untuk mengisi peran di perusahaan Anda dalam waktu mendesak, maka solusinya adalah layanan TalentHunt. Tim perekrut profesional akan membantu perusahaan Anda mendapatkan kandidat yang tepat dengan menyaring ribuan top talent di database Glints menggunakan teknologi rekrutmen berbasis machine learning yang andal. 

Anda akan mendapatkan beberapa kandidat yang paling sesuai kualifikasi dan job description dalam waktu maksimal 3 minggu. Glints adalah platform rekrutmen yang efisien dan fleksibel. Glints hanya menarik fee setelah perusahaan Anda memutuskan merekrut dan mempekerjakan kandidat yang kami rekomendasikan. Jika Anda batal merekrut karena tidak cocok dengan kandidat, Anda tidak dikenai biaya apa pun.

Selain itu, kami memberikan garansi 90 hari penggantian kandidat gratis apabila Anda tidak puas dengan kinerja karyawan baru. Anda tak perlu mengeluarkan biaya untuk mengulang rekrutmen dari awal.

Platform Rekrutmen Online - Job Portal Gratis - Headhunter Indonesia | Glints

Leave a Reply

Your email address will not be published.