Mengenal Blended Workforce dalam Talent Management3 min read

Mengenal Blended Workforce dalam Talent Management | Glints
Sumber: Pexels

Sebagaimana melansir Forbes, salah satu tren ketenagakerjaan yang akan terus bertahan adalah strategi blended workforce

Sederhananya, blended workforce adalah sistem manajemen karyawan (talent management) yang terdiri dari berbagai status kepegawaian. 

Misalnya dalam satu perusahaan, terdapat berbagai jenis kontrak karyawan yang ditawarkan, yakni pegawai: 

  • Tetap penuh waktu 
  • Tetap paruh waktu
  • Kontrak penuh waktu
  • Kontrak paruh waktu
  • Pekerja lepas (freelancer)

Tren ini awalnya dimulai dari kebutuhan perusahaan akan tenaga kerja yang tinggi pada waktu tertentu, tapi mungkin tidak terlalu dibutuhkan lagi dalam jangka panjang.

Beberapa perusahaan juga memilih strategi ini karena perusahaan belum mampu menunjang semua karyawan dengan hak-hak pegawai penuh waktu. Itu sebabnya, ada beberapa posisi yang perlu diprioritaskan. 

Untuk menjalankan talent management dengan sistem kepegawaian yang berbeda-beda, perusahaan harus memahami dulu keunggulan dan risikonya. 

Setelah itu, pertimbangkan dengan faktor-faktor penting seperti kondisi perusahaan, jenis-jenis pekerjaan yang dilakukan karyawan, atau ketersediaan tenaga kerja di pasar. 

Keunggulan blended workforce

1. Karyawan lebih puas bekerja

Setiap karyawan punya tujuan karier berbeda-beda. Dengan sistem blended workforce, perusahaan jadi bisa menawarkan pilihan kontrak kerja yang paling sesuai dengan kebutuhan karyawan.

Sebagai contoh, seorang pegawai memilih kontrak kerja selama satu tahun karena sudah berencana membangun bisnisnya sendiri dalam setahun ke depan, sehingga tak akan berkomitmen jangka panjang ke perusahaan. 

Dengan begitu, dirinya tetap bisa berkontribusi sesuai dengan skill dan minatnya, tetapi juga bisa mempertahankan kebebasan untuk mengatur dan membangun rencana kariernya sendiri. 

2. Lebih banyak perspektif

Karyawan dengan berbagai jenis status kepegawaian menawarkan perspektif yang berbeda-beda. Seorang tenaga kerja lepas misalnya, bisa menawarkan insights menarik soal klien lain yang sedang ia tangani. 

Semakin banyak perspektif, pengalaman, dan informasi dalam sebuah tim, semakin matang pula pengambilan keputusannya nanti. 

3. Memenuhi kebutuhan akan talent yang spesifik

Untuk skillset tertentu di industri, apalagi yang sangat spesifik, kemungkinan sulit ditemukan. Kalaupun ada, mereka mungkin tidak tertarik untuk bekerja penuh waktu sebagai pegawai tetap.   

Dengan menawarkan status kepegawaian yang berbeda, perusahaan jadi bisa mengisi posisi tersebut lebih cepat. 

Hal yang harus diperhatikan dalam talent management untuk blended workforce

1. Tentukan batasannya secara jelas

Kadang, sulit menentukan batasan dalam talent management karyawan dengan status kepegawaian campur. Misalnya haruskah pegawai kontrak dimasukkan dalam sistem talent management perusahaan? 

Itu sebabnya, sebelum merekrut, pastikan perusahaan sudah menentukan terlebih dahulu batasan untuk masing-masing jenis kontrak. 

2. Jadwal kerja yang berbeda-beda

Mungkin pegawai tetap punya jam kerja yang pasti, sedangkan mereka harus berkoordinasi dengan pekerja lepas yang jam kerjanya berbeda.

Itu sebabnya, menetapkan ketentuan yang jelas soal jam dan jadwal kerja tim pada awal perjanjian, sangat dibutuhkan.  

3. Perbedaan standar kompensasi

Dalam beberapa kasus, pekerja paruh waktu mungkin memiliki hitungan gaji per jam yang lebih mahal dibandingkan pegawai tetap. Namun, pekerja paruh waktu tidak perlu diberikan tunjangan penuh layaknya pegawai tetap. 

Ini yang akan menjadi tantangan nantinya dalam talent management jika perusahaan menggunakan strategi blended workforce

Menjaring kandidat terbaik untuk jenis kontrak apa pun melalui platform rekrutmen online

Butuh kandidat terbaik untuk mengisi posisi penting dalam organisasi? Baik itu pegawai tetap, kontrak, tenaga lepas, maupun paruh waktu, platform rekrutmen Glints TalentHunt bisa membantu menemukan kandidat tepat hanya dalam waktu 2 minggu.

Ada lebih dari 1,5 juta kandidat milenial dan Gen Z yang melek digital. Sejumlah 130.000 di antaranya merupakan top talent dengan keterampilan dan pengalaman yang telah dikurasi sesuai kebutuhan tim Anda dengan bantuan teknologi screening berbasis AI serta rekruter kami yang berdedikasi.

Untuk mulai merekrut dengan TalentHunt, klik https://talenthunt.glints.id. Bicarakan dengan tim kami secara gratis posisi yang ingin direkrut, deskripsi pekerjaan, kriteria yang diharapkan, atau jenis kontrak yang akan ditawarkan. 

Anda hanya akan membayar setelah dapat kandidatnya, yakni pada saat hari pertama mereka bergabung di perusahaan Anda. 

TalentHunt memberikan garansi 90 hari. Maka, bila kinerja karyawan yang kami rekomendasikan tidak memuaskan, rekruter kami akan mencari penggantinya untuk tim Anda secara gratis.

Platform Rekrutmen Online - Job Portal Gratis - Headhunter Indonesia | Glints

Leave a Reply

Your email address will not be published.