Memasuki 2022, Bagaimana Tren Gaji dan Rekrutmen?2 min read

Courtesy of Unsplash

Menyentuh tahun kedua pandemi, banyak pengaturan kerja yang telah berubah, tidak hanya menyesuaikan kebutuhan perusahaan, namun juga keadaan. Begitu pula halnya dengan tren seputar gaji dan rekrutmen.

Tahun 2021 menjadi titik terang dari kondisi yang tidak menentu akibat pandemi. Lalu bagaimana dengan 2022? Bagaimana kebijakan soal pemberian gaji karyawan mulai dari besarannya hingga pemberian insentif lain seperti bonus? Dan bagaimana pula rekrutmen, faktor apa yang membuat kandidat tertarik untuk bergabung ke perusahaan?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, Glints melakukan survei dengan 1.693 responden yang merupakan pekerja profesional di industri yang beragam. Dari hasil survei tersebut, tambahan riset, serta kilas balik ke 2021, Glints merangkum prospek rekrutment serta tren gaji di 2022 yaitu sebagai berikut. 

Kenaikan gaji yang signifikan di 2022

Hanya 18% dari 1.693 responden survei Glints memperkirakan akan mengalami pemotongan gaji. Data ini menunjukkan kepercayaan pekerja yang meningkat terhadap angka kenaikan gaji secara umum setelah terjadi resesi pada 2020 akibat pandemi.

Sebuah laporan memprediksikan bahwa Asia Pasifik akan mengalami kenaikan gaji tertinggi pada 2022 dibandingkan dengan negara lainnya. Indonesia sendiri, menempati urutan kedua tertinggi pada peningkatan anggaran gaji yaitu sebesar 6,5% kenaikan dibanding tahun 2021. Posisi pertama ditempati oleh India dengan kenaikan 8,8%. 

Sistem pengaturan kerja yang tidak konvensional

Hasil survei Glints menunjukkan sebanyak 43% pekerja mengapresiasi sistem jam kerja yang fleksibel ketika mempertimbangkan posisi baru. Selain jam kerja yang fleksibel, kemungkinan untuk bekerja dari jarak jauh dianggap penting bagi 26% pekerja. Hari kerja yang dipadatkan juga menjadi daya tarik bagi 11% lainnya.

20% sisanya, tidak menganggap ketiga hal di atas penting dalam mempertimbangkan posisi baru.

Learning mindset menjadi kualifikasi kandidat

Pandemi menuntut para professional untuk mendefiniskan ulang sistem kerja di tengah keharusna untuk menjalani karantina mandiri. Situasi ini menguji tingkat agility para talenta untuk tetap menjaga performa kerjanya di tengah perubahan yang tidak menentu. 

Sebuah survei yang melibatkan 1.100 perekrut kandidat sebagai responden dari 49 negara di dunia menyebut kemampuan untuk mempelajari hal baru dengan cepat (learning agility) menjadi salah satu profil kandidat yang paling dicari.

Masa depan tidak dapat diprediksi, namun kandidat yang mudah beradaptasi akan selalu menemukan jalan untuk bertahan.

Cari tahu insight soal tren rekrutmen dan gaji di 2021 secara keseluruhan, serta secara khusus pada 4 industri dengan pertumbuhan paling cepat di Indonesia dalam ebook terbaru Glints: Tren & Panduan Gaji 2022, gratis. Klik di bawah ini untuk mengunduh.