Mengenal Budaya Kepemimpinan (Leadership) di Indonesia4 min read

Pada umumnya, budaya kepemimpinan dalam dunia bisnis dipengaruhi oleh faktor personal dan kultural. Faktor personal meliputi tingkat pendidikan, karakter, dan perilaku individu, sedangkan faktor kultural mencakup negara asal, sejarah, beserta sistem sosial-budayanya. Itu sebabnya, gaya kepemimpinan Jeff Bezos di Amazon berbeda dengan Jack Ma di Alibaba.

Di Indonesia, kepemimpinan (leadership) juga tak lepas dari karakter budaya masyarakat komunal, berbeda dengan budaya Barat yang lebih individualistik. Jika dibandingkan dengan negara-negara Barat di mana para CEO atau manajer terbatas dalam peran profesional, budaya kepemimpinan di Indonesia lebih kompleks karena pemimpin dituntut punya peran lebih luas.

Di negara-negara Barat, para manajer lebih fokus pada skill profesional mereka. Sementara di Indonesia, hal itu tidak terlalu penting. Justru sebaliknya, untuk menjadi pemimpin di negara ini tidak butuh kualifikasi pendidikan yang terlalu tinggi, tetapi lebih penting menguasai keterampilan sosial seperti komunikasi, empati, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.

Menjadi pemimpin berarti wajib memiliki social skill, karena kepemimpinan di Indonesia lebih banyak berkaitan dengan cara ‘mengurus orang’ daripada cara mengurus bisnis. Pemimpin di Indonesia mesti menjadi manusia sosial.

Seorang atasan tidak akan mendapat respek dari anak buahnya karena kecakapannya menyelesaikan pekerjaan dengan standar tinggi atau berhasil mengembangkan solusi yang efisien. Ia akan dihormati karena kepribadiannya, karakternya, dan bagaimana ia memperlakukan bawahannya setiap hari.

Baca Juga: E-book: Persingkat Proses Rekrutmen dengan Hiring Toolkit

Budaya kepemimpinan di Indonesia lekat dengan superioritas. Seorang pemimpin yang melakukan segalanya dengan benar dan tepat sangat dihormati, dipatuhi, dan semua perintah dan tugasnya akan dijalankan karyawan. 

Bukan seperti di budaya Barat, di mana karyawan membutuhkan keteladanan pemimpin dalam hal kinerja dan pencapaian target, karyawan di Indonesia membutuhkan tanggung jawab dan kepedulian dari pemimpin. Seorang pemimpin harus melindungi, mengayomi, dan membina bawahannya.

Menjadi CEO perusahaan atau manajer departemen di Indonesia bukan sekadar menjadi bos dari para karyawan, tetapi juga terkadang menjadi orang tua, mentor, hakim, dan konsultan, termasuk untuk urusan pribadi. Anak buah sangat memercayai bosnya dalam banyak hal. 

Tak sedikit karyawan yang terbiasa ‘curhat’ tentang masalah keluarga kepada atasan saat makan siang dan berharap mendapat saran darinya. Karena itu, bukan hal aneh jika seorang manajer tahu kondisi kehidupan pribadi bawahannya. Ini artinya, menjadi bos di Indonesia harus siap terlibat dengan berbagai urusan anak buahnya di luar masalah bisnis.

Dalam hal pekerjaan, karyawan meminta tugas yang rinci dan jelas, berharap saran, petunjuk, dan supervisi sesering mungkin dari manajer dalam menyelesaikan tugas. Kemudian, sang manajer dituntut untuk bertanggung jawab terhadap pekerjaan karyawan beserta hasilnya, termasuk jika anak buah melakukan kesalahan. Jadi, seorang bos harus sabar dan bijak dalam hal mengambil tanggung jawab seluruh anak buahnya.

Sebagai timbal-baliknya, para bawahan akan memberikan loyalitas yang luar biasa kepada sang manajer dan menganggapnya sebagai pemimpin sempurna. Karyawan di Indonesia dikenal memiliki loyalitas sangat kuat terhadap orang, bukan loyalitas terhadap organisasi atau perusahaan tempatnya bekerja.

Jika sudah seperti itu, anak buah ini akan menjadi pengikut setia sang manajer sepanjang waktu dan punya ikatan emosional. Bahkan, jika ia keluar perusahaan atau membuat perusahaan sendiri, bawahannya pun akan mengikutinya.

Sementara, pemimpin yang baik dan punya visi tetap bersikap profesional. Mereka menilai karyawan berdasarkan kinerja, kecakapan, pencapaian, dan kontribusinya terhadap perusahaan. Begitu pun dalam merekrut talenta baru, pertimbangannya tetap pada kualitas individu, skill, dan rekam jejaknya.

Baca Juga: Checklist yang Wajib Recruiter Persiapkan Sebelum Merekrut Karyawan

Sekarang mencari talenta baru tidak sesulit yang dibayangkan. Pemilik perusahaan, CEO, dan HR, bisa menjaring lebih banyak kandidat dengan melakukan rekrutmen online dan memasang iklan lowongan kerja gratis di marketplace lowongan kerja terbaik di Indonesia, Glints

Bagi perusahaan yang menginginkan cara praktis dan cepat, Glints TalentHunt bisa membantu mendapatkan calon karyawan berkualitas tanpa repot. Tim rekruter TalentHunt yang berpengalaman dan didukung teknologi artificial intelligence (AI) akan menyeleksi lebih dari 82.000 top talent di database dan memilihkannya yang terbaik sesuai kebutuhan perusahaan hanya dalam waktu 2-3 minggu.

Bagaimana cara kerjanya? Perusahaan menetapkan job description dan kualifikasi yang dikehendaki dan tim TalentHunt akan mencari dan merekomendasikan beberapa top talent. Pihak perusahaan mewawancarai kandidat yang paling menjanjikan.

Perusahaan membayar jasa Glints TalentHunt apabila tertarik mempekerjakan kandidat. Jika batal, tidak ada biaya apa pun. Tak hanya itu, Glints memberi layanan terbaik untuk setiap perusahaan berupa garansi 90 hari. Jika perusahaan tidak puas dengan karyawan yang baru, Glints akan memberikan penggantian kandidat gratis.

Glints adalah platform rekrutmen nomor 1 di Asia yang telah membantu banyak perusahaan besar di Indonesia menemukan talenta muda dan membangun tim bisnis yang solid.

Pasang Iklan Lowongan Kerja - Rekrutmen Online - Job Portal | Glints

Leave a Reply

Your email address will not be published.