Mengenal VUCA: Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity4 min read

Mengenal VUCA: Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity
©️ Unsplash

 

VUCA bukanlah situasi baru bagi dunia bisnis. Sebelum pandemi, para pemimpin organisasi sudah menghadapi lingkungan yang terus berubah dan sulit diprediksi. Namun, krisis COVID-19 membuat intensitas VUCA semakin kuat.

Para eksekutif di perusahaan tidak hanya menghadapi era disrupsi digital yang mengguncang struktur pasar dan menumbangkan industri lama, tetapi juga wabah penyakit yang telah membunuh lebih dari 3 juta orang dan menyeret negara-negara ke dalam jurang resesi. Kini, masa depan bisnis semakin tidak pasti.

Apa itu VUCA?

VUCA adalah akronim dari Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity. Istilah ini muncul dalam teori kepemimpinan Warren Bennis dan Burt Nanus pada 1987, yang kemudian digunakan dalam pelatihan kepemimpinan militer di US Army War College untuk menggambarkan situasi politik-keamanan yang berubah cepat di era 1990-an, dari keruntuhan Soviet hingga Perang Teluk. 

Sejak itu, VUCA juga digunakan dalam pelatihan kepemimpinan bisnis sebagai salah satu keterampilan yang harus dikuasai dalam perencanaan strategis. Sekarang, sekolah-sekolah bisnis menawarkan sertifikasi VUCA.

Volatility. Dunia berubah cepat, bergejolak, tidak stabil, dan tak terduga. Tidak ada yang dapat memprediksi bahwa 2020 akan menjadi tahun paling buruk bagi hampir semua sektor usaha di dunia.

Uncertainty. Masa depan penuh dengan ketidakpastian. Sejarah dan pengalaman masa lalu tidak lagi relevan memprediksi probabilitas dan sesuatu yang akan terjadi. 

Complexity. Dunia modern lebih kompleks dari sebelumnya. Masalah dan akibat lebih berlapis, berjalin berkelindan, dan saling memengaruhi. Situasi eksternal yang dihadapi para pemimpin bisnis semakin rumit.

Ambiguity. Lingkungan bisnis semakin membingungkan, tidak jelas, dan sulit dipahami. Setiap situasi dapat menimbulkan banyak penafsiran dan persepsi.

VUCA adalah tantangan yang harus dihadapi setiap pemimpin organisasi, yang menyangkut disrupsi, pergeseran pasar, perubahan perilaku konsumen, serta persaingan bisnis yang semakin ketat.

Kepemimpinan tradisional sudah ketinggalan zaman, terlalu lamban, dan tidak efektif untuk lingkungan yang bergejolak dan terus berubah. Karena itu, para pemimpin organisasi memerlukan model kepemimpinan baru yang gesit untuk menghadapi empat ancaman VUCA tersebut. 

Meskipun VUCA tak bisa dihindari, Anda dapat mengurangi dampaknya, dan bahkan menggunakannya untuk keuntungan organisasi.

Kepemimpinan di era VUCA

Kunci mengelola organisasi dalam lingkungan ini adalah memecah VUCA menjadi empat bagian, dan mengidentifikasi situasi yang mudah berubah, tidak pasti, kompleks, atau ambigu. Setiap jenis situasi memiliki penyebab dan penyelesaiannya sendiri, jadi Anda harus berusaha menanganinya satu per satu.

Bob Johansen, dari Institute for the Future, mengadaptasi VUCA untuk dunia bisnis dalam bukunya tahun 2009, Leaders Make the Future. Ia mengusulkan kerangka kerja yang dapat digunakan untuk menanggapi ancaman VUCA, yang disebut VUCA Prime, yaitu Vision, Understanding, Clarity, Agility.

Johansen menyarankan pemimpin organisasi melakukan hal berikut:

Hadapi Volatility dengan Vision

  1. Terima dan rangkul perubahan sebagai bagian dari lingkungan kerja Anda yang konstan dan tidak dapat diprediksi. Jangan melawannya.
  2. Buat pernyataan yang kuat dan menarik tentang tujuan dan nilai tim, dan kembangkan visi bersama yang jelas tentang masa depan. Pastikan Anda menetapkan tujuan fleksibel yang dapat Anda ubah bila perlu. Ini membantu menavigasi situasi yang tidak menentu dan asing.

Atasi Uncertainty dengan Understanding

  1. Berhenti sejenak untuk mendengarkan dan melihat sekeliling. Ini membantu Anda memahami dan mengembangkan cara berpikir dan bertindak baru sebagai respons terhadap ancaman ketidakpastian.
  2. Jadikan investasi, analisis dan interpretasi bisnis, dan competitive intelligence (CI) sebagai prioritas, sehingga Anda tidak ketinggalan. Tetap up to date dengan berita industri, dan dengarkan pelanggan Anda untuk mencari tahu apa yang mereka inginkan.
  3. Tinjau dan evaluasi kinerja Anda. Pertimbangkan dengan baik langkah yang akan Anda lakukan.
  4. Lakukan simulasi dan eksperimen dengan situasi, sehingga melatih Anda untuk bereaksi terhadap ancaman serupa di masa depan. 

Pecahkan Complexity dengan Clarity 

  1. Berkomunikasi secara jelas dengan tim Anda. Dalam situasi yang kompleks, komunikasi yang jelas membantu mereka memahami arah tim dan organisasi.
  2. Kembangkan tim dan dorong kolaborasi. Situasi VUCA seringkali terlalu rumit untuk ditangani oleh satu orang. Jadi, bangun tim yang dapat bekerja secara efektif dalam lingkungan yang bergerak cepat.

Lawan Ambiguity dengan Agility 

  1. Dorong fleksibilitas, kemampuan beradaptasi, dan ketangkasan. Buat rencana ke depan, tetapi bersiaplah untuk mengubahnya.
  2. Pekerjakan dan promosikan orang-orang yang berhasil di lingkungan VUCA. Mereka umumnya kolaboratif dan memiliki keterampilan berpikir kompleks.
  3. Dorong karyawan Anda untuk berpikir dan bekerja di luar area fungsional mereka. Rotasi pekerjaan dan pelatihan silang bisa menjadi cara terbaik untuk meningkatkan ketangkasan tim.
  4. Hindari memimpin dengan mendikte atau mengendalikan mereka. Kembangkan lingkungan kolaboratif dan konsensus. Dorong debat, perbedaan pendapat, dan partisipasi dari semua orang.
  5. Kembangkan “budaya ide”. Ini jenis budaya yang energik dan dapat mengubah tim dan organisasi menjadi lebih kreatif dan gesit.
  6. Apresiasi anggota tim yang menunjukkan Vision, Understanding, Clarity, Agility. Biarkan orang-orang melihat perilaku seperti apa yang Anda hargai.

Rekrut talenta yang tempat untuk jadi pemimpin di saat VUCA

Untuk berhasil, kepemimpinan VUCA membutuhkan tim yang gesit. Anda butuh orang-orang dengan kualifikasi tinggi, serta punya pengalaman dan keterampilan.

Glints TalentHunt membantu Anda merekrut top talent untuk membangun tim yang sukses. Platform rekrutmen ini memiliki database lebih dari 130.000 top talent dengan keterampilan dan pengalaman yang telah dikurasi. 

TalentHunt adalah headhunter tepercaya yang menawarkan layanan rekrutmen yang cepat dan efisien. Dengan tim berdedikasi dan teknologi rekrutmen AI Machine Learning, proses perekrutan kami hanya butuh waktu 2 minggu. 

Merekrut dengan TalentHunt bebas risiko, karena layanan ini memberikan garansi 90 hari penggantian kandidat baru tanpa biaya apabila kinerja karyawan yang kami rekomendasikan tidak memuaskan.

TalentHunt telah melayani lebih dari 30.000 perusahaan untuk merekrut kandidat yang tepat, dengan tingkat kepuasan klien 8/10. Anda dapat mencoba layanan headhunter ini di https://talenthunt.glints.id.

Konsultasikan kebutuhan talenta Anda dengan tim kami secara gratis. TalentHunt juga bebas biaya di depan. Anda merekrut karyawan lebih dulu, baru bayar jasa rekrutmen kemudian.

(Penulis: Ari Susanto)

Platform Rekrutmen Online - Job Portal Gratis - Headhunter Indonesia | Glints

Leave a Reply

Your email address will not be published.