Offshoring dan Outsourcing: Apa Saja Manfaatnya?4 min read

Courtesy of Unsplash

Bekerja dari rumah atau bahkan work from Bali tampaknya menjadi kebiasaan baru di era new normal kini. Hal ini membuka pandangan baru mengenai konsep ruang dalam pekerjaan. Nyatanya, pekerjaan dapat diselesaikan secara remote atau tanpa kehadiran fisik karyawan di kantor setiap hari. Offshoring atau outsourcing dapat menjadi pilihan untuk meminimalisir biaya operasional sekaligus menjadi solusi untuk mengembangkan bisnis Anda.

Perbedaan Offshoring dan Outsourcing

Secara definisi, offshore outsourcing merupakan strategi perusahaan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk merekrut pekerja dari negara berbeda. Biasanya hal ini dilakukan untuk menurunkan biaya operasional dan memanfaatkan keahlian pekerja tanpa batas geografis.

Sedangkan, outsource merupakan penggunaan jasa dari pihak ketiga untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu dalam perusahaan seperti customer service, pekerjaan manufaktur, atau administrasi. Memangkas biaya operasional juga menjadi alasan di balik strategi outsource perusahaan.

Kelebihan Offshoring dan Outsourcing

Setelah mengetahui perbedaan di antara keduanya, tentu ada kelebihan yang ditawarkan dari masing-masing pilihan. Pilihan offshore outsourcing memberikan kelebihan kepada pemilik perusahaan untuk membayar keahlian dari pekerja dengan harga yang lebih murah.

Selain itu, pekerjaan juga dapat selesai lebih cepat dengan menyebar load pekerjaan ke talenta lain yang andal terlepas dari domisili mereka tinggal. Dengan demikian, karyawan yang bekerja di kantor dapat lebih fokus untuk memikirkan strategi pengembangan bisnis.

Sedangkan, outsourcing memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan fleksibilitas tenaga kerja. Misalnya, jika perusahaan sedang memiliki banyak proyek, maka jumlah staf dapat ditambahkan dengan mudah.

Begitu pula sebaliknya, jika proyek pada bulan tertentu jumlahnya lebih sedikit dari bulan-bulan sebelumnya, maka perusahaan dapat mengurangi jumlah staff tanpa adanya kewajiban untuk membayarkan uang pesangon serta kewajiban lainnya.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Melakukan Offshoring dan Outsourcing

Meskipun dengan melakukan offshore maupun outsource dapat memangkas beberapa biaya dalam menjalankan perusahaan, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda menetapkan pilihan diantara keduanya terutama karena adanya pihak ketiga yang terlibat.

Memilih perusahaan penyedia outsourcing atau offshoring

Dalam memilih perusahaan penyedia jasa offshore ataupun outsource perlu diperhatikan beberapa hal. Mulai dari standar kualitas perusahaan tersebut, kualifikasi dari para karyawan, serta pengalaman dan jumlah klien yang pernah bekerjasama dengan perusahaan penyedia outsource atau offshore.

Keamanan data perusahaan

Penyedia jasa outsource atau offshore biasanya melayani beberapa klien sekaligus, maka perlu diperhatikan perihal keamanan data perusahaan Anda. Jika Anda memiliki suatu concern tertentu akan hal ini, maka ada baiknya meminta pihak ketiga untuk memberikan jaminan kerahasiaan data atau jaminan ketersediaan layanan untuk klien. 

Waktu tunggu yang lebih lama

Memiliki karyawan on site tentunya bisa memberikan jaminan waktu yang lebih singkat untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang muncul secara tiba-tiba. Dengan melibatkan perusahaan outsource atau offshore ada kemungkinan Anda akan menghadapi waktu tunggu yang lebih lama hingga suatu permasalahan dapat terselesaikan.

Kesenjangan budaya

Mempekerjakan karyawan secara offshore bisa menimbulkan adanya kesenjangan budaya termasuk kultur dalam bekerja. Hal ini dapat disiasati dengan memberikan pelatihan kepada karyawan offshore untuk mengerti kebiasaan perusahaan Anda dalam bekerja dan kebiasaan komunikasi yang berlaku untuk mendukung pekerjaan sehari-hari.

Tantangan dari Offshoring dan Outsourcing

Jika akhirnya Anda memilih untuk melakukan offshore atau outsource, ada beberapa tantangan yang sekiranya muncul. Adapun tantangan yang mungkin hadir adalah sebagai berikut:

Biaya Tinggi yang Tak Terduga

Pilihan outsourcing atau offshore seringkali disebut menjadi pilihan yang tepat jika Anda ingin menghemat biaya operasional bisnis. Namun, untuk kualitas karyawan yang baik, terkadang Anda perlu mengeluarkan anggaran yang lebih. Hal ini disebabkan oleh kualitas mendunia yang dimiliki oleh tenaga kerja offshore.

Standar Kualitas Bisnis yang Berbeda

Dalam melakukan offshore outsourcing atau outsource, adanya kemungkinan kualitas pekerjaan yang tidak sesuai dengan Anda sebagai pemilik bisnis. Faktor-faktor seperti individu yang tidak berpengalaman, manajemen tim lemah, dan kegagalan untuk memahami spesifikasi bisa menyebabkan outcome yang tidak sesuai dengan standar ataupun ekspektasi Anda.

Komunikasi yang Tidak Transparan

Karena lokasi tenaga kerja yang jauh, perlu dilakukan komunikasi yang transparan dengan memanfaatkan aplikasi untuk melakukan meeting secara daring dan aplikasi yang bisa mengorganisir pekerjaan yang harus diselesaikan. Aplikasi ini bisa membantu bisnis Anda dapat berjalan dengan lebih transparan dan efektif. Anda bisa memberlakukan kebijakan seperti weekly meeting dengan tim untuk menjaga kualitas dan melacak hal-hal apa saja yang sedang terjadi dalam perusahaan Anda.


Artikel di atas dipersembahkan oleh Glints for Employers, mitra rekrutmen terpercaya untuk startup dan perusahaan di Asia Tenggara dan Taiwan. Lebih cepat dan hemat, pakar kami yang dibekali dengan teknologi siap membantu Anda terhubung dengan talenta terbaik di sekitar Anda. Temukan layanan lengkap kami untuk mulai membangun tim yang berkualitas hari ini.