Perbedaan Antara KPI dan OKR4 min read

KPI vs OKR: Apa Perbedaannya?
©️ Pexels

 

Key Performance Indicator (KPI) dan Objective and Key Results (OKR) merupakan dua metode pengukuran keberhasilan yang paling banyak digunakan oleh perusahaan. Apa perbedaan KPI dan OKR? 

KPI adalah indikator yang mengukur efektivitas kinerja organisasi, tim, individu, atau aktivitas tertentu, dalam mencapai tujuan. Metrik ini dapat mengukur keberhasilan dalam banyak hal, dari mulai target penjualan, profit bisnis, hingga kepuasan pelanggan.

Contoh KPI untuk pertumbuhan marketing qualified lead (MQL)

  • Apa tujuan yang  diinginkan: Tingkatkan MQL sebesar 30% tahun ini
  • Mengapa penting: Mencapai target ini akan memungkinkan bisnis menjadi menguntungkan
  • Bagaimana caranya: Mempekerjakan staf penjualan tambahan, meningkatkan strategi pemasaran yang ada, mengadopsi alat baru, membuat lebih banyak konten.
  • Siapa yang bertanggung jawab: Marketing Manager bertanggung jawab atas metrik ini
  • Kapan ditinjau: KPI akan ditinjau setiap tiga bulan

Sedangkan OKR adalah kerangka kerja yang menetapkan sebuah tujuan (objective), serta mengukur pencapaian tujuan tersebut melalui sejumlah hasil utama (key results) sebagai tolok ukur. OKR biasanya digunakan untuk menetapkan tujuan jangka pendek, tetapi juga dapat digunakan untuk perencanaan satu tahunan. 

Berikut ini perbedaan KPI dan OKR:

Stakeholder yang menerapkan

KPI digunakan oleh departemen, tim, atau unit bisnis dalam satu organisasi. Indikator ini dibuat hanya oleh manajer atau pemimpin eksekutif, dan digunakan oleh mereka. Keberhasilan pengukuran sangat tergantung pada keterampilan mereka menerapkan KPI.

OKR digunakan tidak hanya oleh para pemimpin organisasi, tetapi juga di tingkat individu. Setiap karyawan dari level bawah hingga manajer, eksekutif, dan pemimpin kunci, memiliki OKR mereka sendiri. Penyusunan OKR adalah tugas yang diberikan kepada semua orang, artinya setiap karyawan bertanggung jawab untuk membuat OKR mereka sendiri.

Struktur dan komponen

KPI mencakup empat komponen, yaitu:

  • Metrik
  • Target atau rentang kinerja ideal: setiap KPI harus cocok dengan target tertentu dalam jangka waktu tertentu.
  • Sumber data: setiap KPI harus memiliki sumber data untuk menghasilkan ukuran keberhasilan yang andal.
  • Frekuensi pelaporan: KPI harus didiskusikan di antara karyawan atau anggota tim yang terlibat. 

OKR memiliki dua komponen:

  • Tujuan: yaitu tujuan khusus yang perlu dicapai oleh individu, tim, atau departemen. Tujuan harus ambisius namun dapat dicapai, kualitatif, dan terikat waktu.
  • Hasil utama: yaitu hasil yang dapat diukur yang menunjukkan apakah tujuan telah tercapai.

Cakupan penggunaan

KPI dapat digunakan untuk beragam tujuan, seperti menilai kinerja karyawan, mengevaluasi proses, atau mengukur keberhasilan sebuah program. Sedangkan OKR membantu individu dan tim dalam menetapkan tujuan. OKR tidak dimaksudkan untuk menilai kinerja, melainkan menantang karyawan dan tim untuk menetapkan tujuan strategis yang berdampak pada organisasi.

Tujuan dan output yang diinginkan 

Perbedaan terbesar antara KPI dan OKR terletak pada maksud atau tujuan penerapan. Sasaran KPI biasanya mewakili output dari suatu proses, proyek, atau inisiatif, atau tingkat kinerja yang sudah ada. Sedangkan OKR melibatkan tujuan yang berani dan ambisius yang tidak bisa dipenuhi dengan hanya berharap pada kinerja rutin.

Kesimpulannya, Anda tidak dapat beralih dari KPI ke OKR atau sebaliknya, karena keduanya memiliki tujuan penggunaan yang berbeda dan tidak dapat dipertukarkan. Jika ingin sukses mengembangkan bisnis, Anda harus menggunakan keduanya.

Misalnya, jika Anda ingin mengukur dan meningkatkan pencapaian proyek yang telah dilakukan sebelumnya, KPI mungkin merupakan pilihan yang lebih baik. Indikator ini memungkinkan Anda menambahkan sistem pengukuran ke proyek dan proses yang sedang berlangsung.

Namun, jika Anda memiliki visi yang lebih besar atau ingin mengubah arah secara keseluruhan, OKR mungkin merupakan alternatif yang lebih baik. OKR memungkinkan Anda untuk memperluas tujuan lebih jauh dan menjadi sedikit lebih kreatif dalam mencapainya.

Lakukan rekrutmen yang efisien dengan bantuan platform rekrutmen online

OKR dan KPI bisa digunakan dalam rekrutmen. Misalnya, OKR menetapkan tujuan dan hasil utama, sedangkan metrik KPI mengukur efisiensi, seperti biaya rekrutmen, waktu untuk merekrut, dan seterusnya.

Nah, soal rekrutmen yang efisien, Anda dapat menggunakan headhunter Glints TalentHunt. Platform ini membantu Anda menemukan kandidat berkualitas yang paling tepat untuk mengisi peran kosong Anda hanya dalam 2 minggu.

Merekrut dengan TalentHunt cukup mudah. Klik https://talenthunt.glints.id untuk memulai. Konsultasikan dengan tim kami secara gratis peran yang ingin Anda rekrut, beserta deskripsi pekerjaan dan kriteria yang Anda inginkan. 

Tidak ada biaya di awal. Anda hanya akan membayar setelah memperoleh kandidat, yakni pada saat hari pertama mereka bergabung di organisasi Anda. 

Tim perekrut kami menggunakan teknologi screening berbasis AI untuk menyaring resume lebih dari 130.000 top talent yang telah dikurasi di database kami, kemudian membuat peringkat kandidat. Kami akan merekomendasikan beberapa yang terbaik, dan Anda mewawancarai mereka sebelum merekrut. 

TalentHunt memberi Anda garansi 90 hari sehingga Anda bebas risiko. Apabila kinerja karyawan yang kami rekomendasikan tidak memuaskan, tim kami akan mencari penggantinya untuk Anda secara gratis.

(Penulis: Khairina)

Platform Rekrutmen Online - Job Portal Gratis - Headhunter Indonesia | Glints

Leave a Reply

Your email address will not be published.