Piramida Sukses John Wooden dalam Mengelola Tim4 min read

Piramida Sukses John Wooden dalam Mengelola Tim
©️ Unsplash

 

Piramida sukses John Wooden merupakan salah satu peta jalan yang banyak digunakan para pemimpin bisnis di dunia hingga hari ini untuk mengelola tim dan organisasi mencapai kesuksesan.

John Robert Wooden adalah pelatih tim basket putra UCLA yang memenangi 10 kali kejuaraan National Collegiate Athletic Association (NCAA) dalam 12 musim dari 1964–1975 dan memenangi 88 pertandingan berturut-turut. Pelatih sukses yang dijuluki “Wizard of Westwood” ini juga menghasilkan beberapa pemain profesional NBA seperti Kareem Abdul Jabbar, Bill Walton, dan Gail Goodrich.

Selama lebih dari 14 tahun, John Wooden menyusun piramida sukses yang terdiri atas 15 blok yang mewakili elemen kesuksesan. Piramida tersebut terdiri dari lima tingkat.

Lima blok di tingkat dasar piramida: 

Industriousness. Ketekunan adalah elemen pertama. Tidak ada kisah sukses dalam hal apa pun tanpa melalui kerja keras. Untuk mencapai sukses, karakter dasar ini mutlak diperlukan dan tidak dapat digantikan. 

Enthusiasm. Kerja keras saja tidak cukup, tetapi harus dinyalakan oleh antusiasme. Pekerjaan yang digerakkan oleh hati akan merangsang rekan kerja, dan mengubah ketekunan menjadi energi yang besar untuk menggerakkan semua blok piramida.

Friendship. Persahabatan dan rasa hormat terhadap kepemimpinan merupakan dasar dari organisasi yang tangguh. Tim yang bersahabat dan menghormati pemimpin akan melakukan banyak hal untuk mewujudkan sukses.

Loyalty. Seorang pemimpin yang memiliki loyalitas akan memiliki tim yang juga loyal. Kebanyakan orang ingin berada dalam sebuah organisasi atau menjadi bagian dari tim yang pemimpinnya peduli pada anggota tim, memberikan keadilan, rasa hormat, martabat, dan pertimbangan.

Cooperation. Kerja sama adalah berbagi ide, informasi, tanggung jawab, kreativitas, dan tugas, serta tidak menyalahkan. Sebab, tidak hanya pemimpin yang memiliki ide bagus. Pemimpin yang percaya diri memberikan penghargaan kepada anggota tim, sedangkan pemimpin yang lemah menyalahkan mereka.

Empat blok di tingkat kedua piramida: 

Self-control. Pengendalian diri adalah elemen penting untuk menghindari godaan, emosi, dan gangguan lainnya yang menghambat upaya mencapai puncak.

Alertness. Kewaspadaan adalah aset yang membuat pemimpin tetap terjaga, tanggap, serta untuk meningkatkan keterampilan. Organisasi yang tidak memiliki kewaspadaan tidak akan dapat bergerak maju.

Initiative. Inisiatif adalah kemampuan untuk bertindak. Pemimpin harus mempersiapkan segala hal secara matang, dan persiapan yang tepat harus diikuti dengan inisiatif dan keberanian untuk tidak takut gagal.

Intentness. Jalan menuju puncak selalu panjang, terjal, dan penuh rintangan. Pemimpin harus tetap berada di jalur itu meskipun tampak sulit untuk dilewati. Agar tidak berhenti dan tetap gigih, pemimpin harus memiliki niat.

Tiga blok di tingkat ketiga piramida:

Condition. Untuk sukses, pemimpin dan tim harus memiliki kondisi fisik, mental, dan moral yang baik. Kondisi fisik yang prima tidak akan berarti tanpa didukung kondisi mental dan moral yang kuat.

Skill. Keterampilan menempati posisi sentral di piramida. Keterampilan untuk melakukan pekerjaan dibutuhkan siapa pun untuk sukses, dari atlet hingga CEO. Penguasaan keterampilan membutuhkan pembelajaran, dan para pemimpin yang sukses adalah pembelajar seumur hidup.

Team Spirit. Pemimpin dan anggota tim harus melawan egoisme, berkorban untuk tim, dan berpikir untuk tujuan bersama yang lebih besar. Pemimpin yang baik memilih pemain yang dapat membuat tim menjadi hebat daripada mencari pemain hebat.

Dua blok di tingkat keempat piramida: 

Poise. Sikap tenang dan tidak panik saat berada di bawah tekanan atau situasi sulit merupakan pendukung kesuksesan. Pemimpin yang memiliki ketenangan berpegang teguh pada prinsip dan keyakinan diri, dan bertindak sesuai itu.

Confidence. Kepercayaan diri sekuat baja adalah modal penting untuk sukses. Namun, kepercayaan diri harus dikendalikan agar tidak berubah menjadi arogansi yang merusak jalan kesuksesan.

Satu blok di puncak piramida: 

Competitive Greatness. Ini merupakan level tertinggi yang hanya diperoleh dari persaingan keras dengan kompetitor yang layak. Pemimpin sukses menyukai pertarungan keras, tantangan yang sulit, dan lawan yang sepadan, karena hal itu akan membawa tim naik ke puncak mencapai Keunggulan Kompetitif.

Selain 15 blok, John Wooden menambahkan 10 karakter lain sebagai pelengkap kesuksesan, yaitu ambisi, adaptasi, akal, perjuangan, keyakinan, kesabaran, keandalan, integritas, kejujuran, dan ketulusan.

Bentuk tim berkualitas dengan merekrut karyawan ideal

Anda dapat menerapkan piramida sukses di atas untuk organisasi Anda, dimulai dengan merekrut tim yang tepat. Platform rekrutmen Glints TalentHunt dapat membantu Anda merekrut anggota tim yang tepat sesuai peran yang Anda butuhkan.

Mengapa memilih TalentHunt?

Kami merekrut top talent secara efisien dan efektif. Dalam waktu maksimal 3 minggu, Anda akan mendapatkan kandidat terbaik yang paling sesuai dengan kriteria yang Anda inginkan. 

Dengan memadukan tim berdedikasi, teknologi rekrutmen berbasis algoritma AI, dan database top talent berpengalaman yang telah dikurasi dan siap direkrut sebanyak lebih dari 130.000 orang, proses rekrutmen kami lebih menjanjikan.

Layanan TalentHunt juga hemat biaya. Satu-satunya biaya rekrutmen yang Anda bayar adalah cost per hire setelah Anda memperoleh kandidat untuk dipekerjakan. Tidak ada biaya lain-lainnya.

Untuk melindungi Anda dari risiko, kami memberi garansi 90 hari penggantian kandidat gratis apabila karyawan yang Anda rekrut memiliki kinerja yang tidak memuaskan atau tidak cocok dalam tim Anda.

TalentHunt tepercaya dan digunakan lebih dari 30.000 perusahaan dalam merekrut bakat-bakat terbaik untuk membangun tim yang sukses. Cek testimoni mereka di https://talenthunt.glints.id.

(Penulis: Ari Susanto)

Platform Rekrutmen Online - Job Portal Gratis - Headhunter Indonesia | Glints

Leave a Reply

Your email address will not be published.