Remote Hiring Solusi Keterbatasan Tech Talent Lokal7 min read

Remote Hiring Solusi Keterbatasan Tech Talent untuk Startup Lokal

Remote hiring menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan oleh startup untuk mengisi posisi-posisi strategis. Menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), hingga 2019 tercatat ada 2.193 startup di Indonesia. Jumlah ini dapat dibaca sebagai peluang dalam pertumbuhan ekonomi namun merupakan tantangan dalam rekrutmen tech talent.

Tech talent sedang menjadi incaran banyak perusahaan, bukan hanya startup, perusahaan yang mapan pun memperebutkannya.

Baca juga: 5 Taktik Merekrut IT Profesional

Untuk memenuhi kebutuhan tech talent di sejumlah startup tersebut cukupkah ketersediaan tenaga kerja dalam negeri, bukan hanya secara kuantitas namun juga kualitas? Atau ini saat yang tepat membuka border dan melakukan remote hiring?

Kesulitan yang dihadapi untuk merekrut tech talent

Kompetisi sengit untuk mendapatkan tech talent yang tepat

Dari keseluruhan jumlah perusahaan startup di Indonesia tersebut, ada persaingan yang tidak seimbang dalam memperebutkan tech talent yang berkualitas. Perusahaan startup yang sudah mencapai pendanaan unicorn bahkan decacorn memiliki posisi tawar lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain. 

Akibatnya, banyak perusahaan startup yang kesulitan mencari kandidat yang tepat apalagi untuk posisi middle-upper, seperti lead atau manajer. Remote hiring dapat mengisi kekosongan ini untuk startup. Meskipun mungkin dibutuhkan anggaran yang lebih untuk merekrut kandidat dari luar namun kompetensi serta pengetahuan dan perspektif pasar luar menjadi nilai tambah mereka. 

Baca juga: Insight Rekrutmen 2021

Kekurangan tenaga terampil

Tech talent membutuhkan spesifikasi keterampilan tertentu. Hal ini yang kemudian juga menciptakan gap antara keterampilan yang dibutuhkan oleh industri dengan keterampilan yang dimiliki oleh kandidat. 

Kesulitan mengisi posisi strategis yang sempat disebutkan di atas juga terkait dengan kekurangan tenaga terampil. 

Skill dasar untuk adopsi teknologi seperti critical thinking, innovative thinking, dan creative thinking rata-rata dari tenaga kerja Indonesia masih di bawah negara tetangga seperti Vietnam.” Kepala Departemen Ekonomi CSIS, Yose Damuri

Hal yang sama juga terjadi dalam keterampilan teknis seperti penggunaan framework AI, komputasi awan (cloud computing) dan analisis big data yang masih terbatas sumber daya manusianya.

Remote hiring bukan hanya mengisi gap keterampilan lebih jauh juga merupakan kesempatan melakukan transfer pengetahuan.

Minimnya aplikasi masuk yang berkualitas

Akibat dari kedua faktor di atas salah satunya adalah semakin langka kandidat berkualitas yang masuk. Bagi rekruter, hal ini tentu menyulitkan di proses screening dan sourcing.

Jika diibaratkan dengan funnel marketing, jika tidak banyak yang masuk dalam funnel awal yaitu impression maka akan semakin sulit untuk membesarkan funnel akhir yaitu conversion. Oleh karena itu, untuk sekarang ini pendekatan yang digunakan untuk rekrutmen juga mengambil dari marketing atau istilahnya recruitment marketing.

Salah satu solusi yang dapat diambil adalah dengan melebarkan atau memperbesar talent pool sehingga impression juga semakin besar. Untuk lebih jelasnya bagaimana cara memperbesar talent pool akan dijelaskan dalam bab berikutnya. 

Talent pool tidak harus selalu lokal 

Talent pool tidak harus selalu lokal

Solusi yang harus mulai dipertimbangkan oleh startup yang sedang gencar melakukan ekspansi dengan mengembangkan timnya adalah membesarkan talent pool. Hal ini mengingat persaingan di talent pool lokal semakin ketat. 

Talent pool lokal dapat dimaknai sebagai pasar tenaga kerja dalam negeri. Meskipun jumlah tenaga kerja lokal berlimpah namun masih ada beberapa kebutuhan perusahaan yang belum sinkron dengan keterampilan pekerja. 

Apalagi kebutuhan tech talent di perusahaan startup hampir tidak memiliki kebutuhan untuk pertemuan secara fisik. Pekerjaan dapat dilakukan jarak jauh sehingga remote hiring dari pasar tenaga kerja negara tetangga sangat dimungkinkan. 

Melirik potensi tech talent dari pool dari negara tetangga

Hampir 50% perusahaan startup di Indonesia merupakan startup di bidang teknologi. Hal ini dapat dimaknai sebagai potensi maupun tantangan. 

Potensinya, didukung dengan kebijakan perusahaan yang ramah dengan bekerja jarak jauh akan sangat memudahkan untuk memperbesar talent pool dari negara-negara tetangga. 

Di kawasan ASEAN, Indonesia dan Vietnam merupakan negara peringkat kedua dan ketiga dengan jumlah lulusan S1 terbanyak. Ketika mencari kandidat yang tepat dari pasar dalam negeri semakin ketat, Vietnam dapat dilirik. 

Merekrut tech talent dari luar negeri juga dapat memperkaya perspektif untuk produk kita. Apalagi produk teknologi merupakan produk yang dapat dinikmati secara luas melawati batasan-batasan negara. Kekayaan perspektif menjadi hal yang penting. 

Negara-negara dari kawasan ASEAN juga memiliki hambatan bahasa dan waktu yang dapat dibilang minim. Menurut data dari humanresourceonline.net, Singapura dan Malaysia menempati urutan 1 dan 3 untuk kemahiran Bahasa Inggris di antara negara-negara Asia lain.  Hal ini tentu akan sangat memudahkan untuk proses kolaborasi dan koordinasi dalam bisnis sehari-hari. 

Cerita sukses rekrutmen tech talent dari startup Indonesia

Cerita sukses rekrutmen tech talent dari startup Indonesia

Secara global, 16% perusahaan menerapkan kebijakan kerja jarak jauh sepenuhnya. Artinya, untuk rekrutmen karyawan juga dilakukan dari jarak jauh, yang memungkinkan kandidat terbaik dapat melamar tanpa batasan lokasi fisik.

Deel merupakan startup berbasis San Fransisco yang menyediakan layanan payroll dan layanan HR lain mengaku tumbuh 5x dengan menerapkan remote hiring. Kebijakan ini juga membantunya melakukan ekspansi ke 80 cabang di seluruh dunia pada 2021 lalu. 

Salah satu startup Indonesia yang menerapkan kebijakan remote hiring sehingga memudahkan rekrutmen tech talent adalah eFishery. 

eFishery merupakan perusahaan startup yang bergerak di bidang akuakultur di Indonesia. Dengan komposisi tim lapangan yang bekerja dari seluruh Indonesia dan juga pertimbangan produktivitas serta kesejahteraan karyawan kebijakan remote hiring dan penerapan sistem Work from Anywhere (WFA) permanen dianggap tepat. 

Selain eFishery, platform penyedia jasa web hosting Niagahoster juga sudah menerapkan kebijakan remote hiring untuk memenuhi kebutuhan tech talent-nya. Hal ini membantu Niagahoster untuk mendapatkan talenta yang dibutuhkan di luar dari domisili kantornya, Yogyakarta.

Remote hiring dilakukan untuk mengisi posisi-posisi strategis dengan spesifikasi keahlian yang masih sulit dicari di talent pool lokal. Keuntungan bagi perusahaan, selain ikut tumbuh seiring dengan kompetensi karyawan adalah juga mendapatkan transfer pengetahuan. Hal ini juga yang kemudian menyumbang pertumbuhan keduanya.

Baca juga: Cara SaaS Company-Jojonomic Merekrut Tech Talent Berkualitas dengan Cepat

Tantangan remote hiring

Dari paparan sebelumnya, kita tahu bahwa selain ada potensi dari remote hiring untuk mendapatkan tech talent yang tepat, juga terdapat beberapa tantangan. 

Beberapa tantangan yang mungkin muncul selama remote hiring adalah:

Memakan banyak waktu dan biaya

Setidaknya Anda membutuhkan waktu 6 bulan untuk merekrut teck talent dari luar mengingat ada banyak urusan administrasi yang harus disiapkan. Belum lagi biaya yang besar karena membutuhkan pendaftaran badan usaha legal. 

Ditambah lagi pengelolaan operasional seperti sistem penggajian, pajak, dan aturan lain yang mungkin membutuhkan pengetahuan khusus. 

Tidak cukup pengetahuan dan modal

Dengan kondisi seperti di atas maka HR memiliki tantangan untuk memiliki pengetahuan lokal untuk ketentuan-ketentuan administratif untuk mulai merekrut. 

Hal ini terkait dengan navigasi dan mematuhi undang-undang dan peraturan lain terkait ketenagakerjaan seperti jam kerja, hak dan kewajiban karyawan-perusahaan, pajak, dan lain-lain.

Rasa kepemilikan yang lebih rendah

Dengan mengaplikasikan sistem kerja jarak jauh untuk tech talent dan remote hiring membutuhkan usaha yang lebih keras untuk memastikan employee engagement. Dengan begitu, rasa kepemilikan (belonging) dapat lebih terawat. 

Beberapa tantangan di atas merupakan tantangan yang mungkin dihadapi oleh perusahaan yang ingin mulai menjalankan remote hiring untuk merekrut tech talent yang tepat. 

Anda dapat mulai melakukan remote hiring untuk startup Anda dengan lebih mudah melalui layanan dari platform seperti Glints for Employer. Anda dapat terhubung dengan 2,5 juta+ kandidat talenta teknologi yang berpengalaman di ASEAN dan Taiwan. 


Bangun tim impian dari mana saja. Mulai perjalanan remote hiring Anda bersama Glints.

Artikel di atas dipersembahkan oleh Glints for Employers, mitra rekrutmen terpercaya untuk startup dan perusahaan di Asia Tenggara dan Taiwan. Lebih cepat dan hemat, pakar kami yang dibekali dengan teknologi siap membantu Anda terhubung dengan talenta terbaik di sekitar Anda. Temukan layanan lengkap kami untuk mulai membangun tim yang berkualitas hari ini.

Konsultasikan kebutuhan rekrutmen Anda GRATIS!