Rumus dan Cara Menghitung Upah Lembur Karyawan4 min read

Ketika karyawan lembur, perusahaan wajib memberikan upah di luar gaji pokok atas bentuk timbal balik kerja ekstra yang dilakukan karyawan tersebut. Regulasi serta cara menghitung upah lembur diatur oleh Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) sehingga bersifat wajib dilakukan perusahaan. 

Selain untuk menaati peraturan, memberikan upah lembur juga bentuk pemberian penghargaan yang setimpal agar karyawan tidak merasa dirugikan perusahaan. Harapannya, hal ini dapat menjadi insentif sebagai salah satu niat baik perusahaan untuk mempertahankan karyawan.

Berikut adalah penjabaran regulasi yang mengatur upah lembur serta panduan cara menghitung upah lembur.

Regulasi mengenai upah lembur

Sebelum menghitung upah lembur, penting untuk mengetahui apa tolok ukur waktu kerja yang terhitung lembur. Seperti tertuang dalam Peraturan Lembur Depnaker dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 77 Ayat (2) a dan b, waktu kerja terdiri dari tujuh jam per hari dan 40 jam per minggu dengan enam hari kerja.

Meski demikian, perhitungan ini akan dikembalikan ke kebijakan perusahaan masing-masing. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan perusahaan atau individu tidak dapat secara sepenuhnya tunduk pada peraturan jam kerja tersebut. Misalnya, para pekerja di industri kreatif atau para pekerja yang secara struktur jabatan menduduki posisi yang tinggi.

Mengacu pada definisi tersebut di atas serta keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) No. Kep 102 Men VI 2004 Pasal 1, pekerja berhak atas upah lembur jika memenuhi beberapa kriteria, yaitu:

  • Lebih dari 7 jam sehari atau 40 jam seminggu selama 6 hari kerja.
  • Lebih dari 8 jam sehari atau 40 jam seminggu selama 5 hari kerja.
  • Bekerja pada hari Minggu atau hari libur nasional.

Maksimum Waktu Lembur 

Pemerintah juga mengatur regulasi batas waktu kerja lembur maksimum seorang pekerja.

Tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 Pasal 26 ayat (1) tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), Alih Daya, Waktu Kerja, hubungan Kerja dan Waktu Istirahat dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK):

Bahwa jam maksimum waktu lembur dalam satu hari adalah 4 jam dan dalam satu minggu 18 jam. Ketentuan waktu kerja lembur ini di luar waktu yang digunakan pekerja untuk beristirahat.

Cara menghitung upah lembur 

Berdasarkan UU Cipta Kerja Pasal 31, upah lembur dibayarkan melalui perhitungan:

  • 1,5 kali upah satu jam pada jam kerja lembur pertama
  • 2 kali upah satu jam pada jam kerja lembur berikutnya

Rumus yang dapat digunakan adalah 

Jumlah jam173x upah satu bulan karyawan

Adapun angka 173 didapat dari total jam kerja karyawan (asumsi 40 jam per minggu) dikalikan dengan 4 minggu (52 minggu dalam satu tahun dibagi 12 bulan) atau:

40 jam x 4,33 minggu = 173,2 jam = dibulatkan menjadi 173 jam

Contoh perhitungan upah lembur 

Pada bulan Oktober, Annisa perlu lembur tiga jam per hari selama dua hari berturut-turut di luar dari jam kerja normal delapan jam sehari atau 40 jam seminggu. Gaji serta tunjangan Annisa setiap bulan adalah 10 juta rupiah. Upah lembur Annisa yang harus dibayarkan perusahaan sebesar:

Rumus lembur jam pertama

1,5 kali upah satu jam pada jam kerja lembur pertama

1 jam (hari 1) + 1 jam (hari 2) x 1,5 x1173x Rp 10 juta 

2 jam x 1,5 x1173x Rp 10 juta

= Rp 173.410,-

Lembur jam selanjutnya 

2 kali upah satu jam pada jam kerja lembur berikutnya

2 jam (hari 1) + 2 jam (hari 2) x 2 x 1173x Rp 10 juta

4 jam x 2 x 1173x Rp 10 juta

= Rp 462.427,-

Total upah lembur = Rp 173.410,- + Rp.462.427,- = Rp 635.837,-

Menghitung upah lembur pada hari libur 

Berbeda dengan lembur pada hari kerja, jika karyawan melakukan kerja lembur pada hari libur seperti pada akhir pekan, perhitungan upahnya menjadi berbeda.

Bagi karyawan dengan 5 hari kerja per minggu

Tiap jam lembur karyawan berhak dihargai 2 kali lipat upah reguler per jam. Namun hitungan ini hanya terbatas pada 8 jam pertama.

Pada jam 9, karyawan berhak akan 3 kali lipat upah per jam reguler dan pada jam ke-10 dan ke-11 berhak akan 3 kali lipat upah per jam reguler.

Bagi karyawan dengan 6 hari kerja per minggu

Jika karyawan memiliki jam kerja reguler 6 hari kerja per minggu, perhitungan yang berlaku adalah tiap jam lembur karyawan dihargai 2 kali lipat upah reguler per jam selama 7 jam pertama. 

Pada jam ke-8, karyawan berhak atas 3 kali lipat upah per jam reguler serta jam ke-9 dan ke-10 4 kali lipat upah per jam reguler.

Bagi karyawan yang bekerja pada hari libur nasional

Satu jam lembur karyawan berhak diharga 2 kali lipat upah per jam reguler selama 5 jam pertama.

Untuk jam ke-6 akan dikenakan 3 kali lipat upah per jam dan 4 kali lipat upah per jam dari jam ke-7 dan 8.


Artikel di atas dipersembahkan oleh Glints for Employers, mitra rekrutmen terpercaya untuk startup dan perusahaan di Asia Tenggara dan Taiwan. Lebih cepat dan hemat, pakar kami yang dibekali dengan teknologi siap membantu Anda terhubung dengan talenta terbaik di sekitar Anda. Temukan layanan lengkap kami untuk mulai membangun tim yang berkualitas hari ini.

Daftar untuk dapatkan konsultasi gratis