5 Taktik Merekrut IT Profesional4 min read

5 Taktik Merekrut IT Profesional | Glints
Sumber: Pexels

Merekrut IT profesional adalah proses yang penuh tantangan bagi kebanyakan perusahaan. Pasanya, bidang yang satu ini memiliki perkembangan yang sangat cepat. Selain itu, metode rekrutmen konvensional jarang bisa memberikan hasil yang memuaskan. 

Ditambah lagi, saat ini tech talent atau spesialis di bidang IT sedang diburu oleh banyak perusahaan.

Maka, supaya bisa merekrut kandidat terbaik di bidang IT, perusahaan harus punya arah yang jelas dan insentif yang menarik. 

Untungnya, dengan taktik yang tepat, merekrut IT profesional yang berkualitas bisa jadi lebih mudah dan cepat. Simak lima taktiknya di bawah ini. 

1. Pahami kebutuhan tim 

Manajer yang sukses bisa memprediksi masalah dan mengantisipasinya bahkan sebelum masalah itu terjadi. Perencanaan strategis memang menjadi komponen krusial dalam bisnis modern, tak terkecuali strategi membangun tim IT profesional. 

Tak cukup untuk bertindak sesuai kebutuhan saat ini. Sebaiknya, lihat ke beberapa tahun atau dekade ke depan dan antisipasi tantangannya. 

Sebelum mulai merekrut IT profesional, pikirkan apa yang dibutuhkan perusahaan dan tim kalau mau sukses dalam lima tahun ke depan. Keunggulan atau skill seperti apa yang bisa membantu mencapai target bisnis? 

Kalau sudah mengetahui jawabannya, barulah pencarian kandidat bisa jadi lebih fokus dan sesuai kebutuhan. 

2. Perluas jaringan sedini dan sesering mungkin

Kandidat berkualitas tidak jatuh begitu saja dari langit, melainkan harus secara proaktif dicari.

Proses pencarian ini mungkin sulit tanpa mengetahui di mana para IT profesional biasanya menjalin relasi. Dibutuhkan strategi networking yang mendetail untuk merekrut tech talent secara efektif.

Anda bisa mendatangi pertemuan atau acara IT lokal secara rutin. Namun, jangan batasi ke acara offline saja. Anda mungkin bisa merambah ke online untuk mengetahui kondisi pasar saat ini. 

3.  Jangan cuma lihat latar belakang pendidikan kandidat

Kualifikasi memang penting, tapi bukanlah satu-satunya faktor penentu seberapa kuat kandidat tersebut. Karena teknologi akan terus berubah pesat setiap tahunnya, para tenaga ahli IT harus beradaptasi kalau tidak mau ketinggalan. 

Itulah sebabnya kandidat-kandidat yang belajar autodidak atau punya semangat belajar tinggi justru punya nilai tambah dibandingkan dengan kandidat yang hanya belajar secara formal atau tradisional.  

Namun, mereka yang belajar dari nol kadang tidak memiliki kualifikasi profesional sebagus mereka yang memiliki latar belakang pendidikan formal. Akibatnya, ada kecenderungan mengabaikan kandidat-kandidat berpotensi tersebut. 

Silakan pertimbangkan latar belakang profesional kandidat, tapi bandingkan pula dengan potensi mereka untuk tumbuh dan belajar.

Kandidat yang belajar sendiri dari awal mungkin resumenya tak begitu cemerlang. Akan tetapi, biasanya justru merekalah yang nantinya akan berkontribusi lebih bagi perusahaan yang mau memberi mereka kesempatan. 

4. Berikan pertanyaan interview yang berkualitas

Ketahui cara untuk menggali jawaban terjujur kandidat. Kalau kandidat sudah bisa mengantisipasi pertanyaan interview yang diberikan, biasanya jawaban mereka tidak terdengar tulus. 

Mereka mungkin sudah menghafal jawaban yang mereka rasa ingin didengar oleh interviewer setelah belajar dari berbagai sumber. 

Maka, sebelum sesi wawancara, coba pikirkan apa saja pertanyaan-pertanyaan khusus dan eksklusif untuk kandidat tersebut. Pertanyaannya harus relevan dengan posisi yang ditawarkan dan latar belakang kandidat. 

Namun, pastikan pertanyaan tersebut berbeda dari contoh pertanyaan wawancara yang sudah terlalu umum. 

Pertanyaan yang berkualitas akan membuat kandidat harus berpikir dulu baik-baik sebelum menjawab. Biasanya jawabannya pun lebih jujur dan bisa memberikan gambaran yang lebih jelas soal sosok mereka. 

5. Pilih platform rekrutmen terpercaya 

Dengan tingginya persaingan banyak perusahaan untuk mendapat tech talent terbaik di industri saat ini, bekerja sama dengan platform rekrutmen yang telah terpercaya menangani rekrutmen IT profesional adalah solusi yang cerdas. 

Platform rekrutmen online Glints TalentHunt bisa membantu mendapatkan kandidat terbaik di industri tech untuk mengisi tim Anda, hanya dalam waktu 2 minggu.

Untuk merekrut IT profesional secara mandiri, bahkan ketika sudah berbekal empat taktik di atas pun, prosesnya bisa memakan waktu berbulan-bulan. 

Untuk merekomendasikan tech talent berkualitas, tim rekruter TalentHunt berdedikasi untuk melakukan screening terhadap 1,5 juta kandidat dari berbagai latar belakang dan skill yang relevan dengan bantuan teknologi berbasis AI. 

Dari sana, kandidat yang sudah dikurasi sesuai dengan kebutuhan tim Anda serta tren di industri ke depannya akan direkomendasikan khusus untuk Anda. 

Kabar baiknya, tak perlu bayar di awal. Anda hanya membayar setelah tech talent terbaik berhasil direkrut dari platform rekrutmen kami. 

Klik https://talenthunt.glints.id untuk mulai merekrut IT profesional. Konsultasikan dengan kami secara gratis posisi yang ingin direkrut, deskripsi pekerjaannya, dan kriteria yang Anda harapkan. 

TalentHunt juga menawarkan garansi 90 hari. Jika kinerja tenaga ahli IT yang kami rekomendasikan tidak memenuhi ekspektasi, rekruter kami akan mencari penggantinya secara gratis. 

Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan tech talent yang sesuai kebutuhan sambil menghemat waktu dan resource. 

Platform Rekrutmen Online - Job Portal Gratis - Headhunter Indonesia | Glints

Leave a Reply

Your email address will not be published.