Tantangan HR Indonesia dalam Meningkatkan Leadership Skill di Perusahaan3 min read

Pekerjaan rumah yang penting dari seorang pemimpin adalah melahirkan pemimpin-pemimpin baru, bukan memperbanyak pengikut. CEO perusahaan yang berhasil adalah mereka yang menginspirasi orang-orang di bawahnya untuk menjadi pemimpin. Namun, pekerjaan ini tidak mudah dan menjadi tantangan HR Indonesia

Riset dari Society for Human Resource Management (SHRM) mengindikasikan bahwa baik HR profesional maupun eksekutif perusahaan melihat pengembangan kepemimpinan (leadership) sebagai tantangan utama sumber daya manusia (SDM) saat ini dan di masa depan. 

Peran HR semakin penting dalam merumuskan strategi pengembangan leadership skill seiring kebutuhan organisasi akan kepemimpinan di masa depan. Para pemimpin perusahaan juga ingin melihat kualitas kepemimpinan yang lebih kuat di antara jajaran HR itu sendiri.

Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dalam merumuskan strategi pengembangan kepemimpinan di perusahaan, antara lain:

  • Komitmen CEO dan tim manajemen. Pengembangan kepemimpinan dapat menyedot waktu dan biaya, jadi tak akan mungkin berhasil tanpa dukungan dari top management di dalam organisasi.
  • Keselarasan antara SDM dan strategi bisnis. Program pengembangan kepemimpinan harus dirancang untuk mendukung strategi perusahaan serta membuat dampak efektif bagi individu maupun organisasi.
  • Sumber daya finansial dan keberlanjutan. Pengembangan kepemimpinan membutuhkan sumber daya keuangan dan managerial selama periode yang panjang.
  • Kesenjangan saat ini dalam hal kemampuan pengembangan bakat.
  • Hubungan antara manajemen kinerja dan pengembangan kepemimpinan.
  • Hubungan antara perencanaan suksesi dan pengembangan kepemimpinan.
  • Faktor lingkungan internal lain. Misalnya, organisasi saat ini berada di tahap apa dalam siklus hidupnya dan bagaimana setiap tahap memengaruhi jenis kepemimpinan yang dibutuhkan?
  • Faktor lingkungan eksternal. Memahami bagaimana pesaing menangani pengembangan kepemimpinan dan pembelajaran organisasi.
  • Penggunaan metrik untuk pengukuran efektivitas.

Baca Juga: Action Plan untuk Meningkatkan Leadership Skill Para Manajer

Lalu, apa saja tantangan HR Indonesia dalam pengembangan kepemimpinan? Dalam memainkan perannya sebagai perumus strategi sekaligus pembina bakat-bakat kepemimpinan baru, HR akan mendapati berbagai kendala dan hambatan.

Kendala institusional, yang meliputi:

  • Sumber daya yang terbatas, seperti dana dan waktu.
  • Kekurangan dukungan dari top management dalam hal prioritas dan pola pikir.
  • Kekurangan komitmen dalam organisasi.
  • Aktivitas pengembangan kepemimpinan menjadi terlalu ad hoc, kekurangan rencana dan strategi.
  • Kekurangan sistem administratif dan sistem pembelajaran.
  • Praktik pencarian kepemimpinan hanya di antara karyawan yang sudah berada di level manajemen.
  • Praktik yang hanya memberi peluang pengembangan kepemimpinan karyawan tingkat manajemen.
  • Kegagalan untuk mengasimilasi eksekutif baru dan karyawan baru secara efektif ke dalam program pengembangan kepemimpinan.
  • Efisiensi skala organisasi yang lebih besar versus organisasi yang lebih kecil.
  • Kurangnya pengetahuan tentang bagaimana menerapkan program pengembangan kepemimpinan.
  • Kurangnya komitmen jangka panjang untuk program pengembangan kepemimpinan.
  • Kegagalan penggunaan metrik canggih untuk mengukur leadership skill atau efektivitas program pengembangan kepemimpinan.
  • Kecenderungan untuk memandang pengembangan kepemimpinan sebagai barang mewah yang dikenakan pemotongan biaya.

Sedangkan kandidat dalam pengembangan kepemimpinan juga memiliki kendala berikut:

  • Kemampuan individu untuk mempertahankan dan menerapkan pengetahuan, skill, dan kemampuan kepemimpinan dalam situasi yang berubah.
  • Kurangnya tindak-lanjut kegiatan pengembangan.
  • Perbedaan umum dalam nilai, komunikasi, dan pemahaman teknologi.
  • Terlalu banyak fokus pada bisnis sehingga kekurangan waktu.
  • Menganggap kepemimpinan yang efektif sebagai manajemen yang efektif.

Tantangan HR Indonesia dalam peningkatan leadership skill dapat diatasi melalui dukungan penuh dari eksekutif perusahaan, CEO, dan senior levels. HR tidak mungkin mencetak pemimpin-pemimpin baru sendirian, sementara level atas perusahaan tidak tertarik dengan rencana pengembangan kepemimpinan.

Karena banyaknya kendala, pekerjaan HR dalam pengembangan kepemimpinan tidak mudah serta menguras waktu dan biaya. Karena itu, HR seharusnya fokus pada upaya itu dan mengalokasikan waktu lebih besar untuk pengembangan SDM. 

Baca Juga: Action Plan untuk Meningkatkan Leadership Skill Para Manajer

Lalu, bagaimana dengan pekerjaan rekrutmen? Serahkan saja pada Glints TalentHunt. Tim perekrut Glints yang berpengalaman akan membantu Anda menemukan kandidat karyawan yang cocok tanpa Anda repot menyeleksi sendiri. 

Glints TalentHunt menyaring puluhan ribu top talent dengan software berbasis artificial intelligence (AI) yang serba otomatis, sehingga hanya menyisakan 3% kandidat teratas menurut kriteria berdasarkan posisi dan kualifikasi yang Anda cari. Sistem ini jauh lebih cepat ketimbang seleksi manual.

Anda hanya menunggu 2-3 minggu dan tim recruiter akan merekomendasikan kandidat terbaik untuk Anda. Layanan ini berbayar, tetapi Glints hanya menarik fee jika Anda akhirnya merekrut kandidat. Anda tidak kena biaya jika batal merekrutnya.

Glints adalah platform rekrutmen online dan job marketplace terdepan di Asia yang paling memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam pencarian talenta muda.

Recruitment Solution - Recruitment Platform - Job Portal - Aplikasi Lowongan Kerja - Iklan Lowongan Kerja | Glints Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.