Remote Hiring: Strategi Non-Tech Company Sukses Transformasi Digital10 min read

remote hiring transformasi digital

Transformasi digital membuat seluruh industri menyesuaikan diri dengan teknologi, khususnya non-tech company. Sayangnya, Indonesia saat ini menghadapi kekurangan talenta teknologi. Hal ini kemudian mengancam pertumbuhan industri teknologi di Indonesia yang menjanjikan, dengan dampak ekonomi sebesar $21,8 miliar atau sekitar Rp 313 triliun dari output yang belum terealisasi. 

Ada lebih banyak lowongan pekerjaan daripada ketersediaan tech talent itu sendiri untuk mendukung pesatnya pertumbuhan startup dan untuk mendukung roadmap pemerintah menuju Indonesia 4.0. Lalu, bagaimana hal ini mempengaruhi laba bersih perusahaan non-tech?

Menipisnya Ketersediaan Tech Talent Lokal

Tech talent atau talenta digital akan terus diburu berbagai perusahaan hingga beberapa tahun kedepan. Melansir Kominfo, penelitian World Bank dan McKinsey menyebut Indonesia akan membutuhkan 600 ribu talenta digital setiap tahun atau sekitar 9 juta orang dalam kurun 2015-2030. 

Melansir ILO, ada lima keterampilan teknis (technical skill) yang paling banyak dibutuhkan oleh industri di Indonesia. Seperti back-end development, database, front-end development, programme design, dan mobile programming. Sayangnya, permintaan akan tech talent di Indonesia terus melampaui ketersedian talenta yang ada. Hal ini semakin mendesak karena kesiapan talenta tidak tumbuh cukup cepat.

Secara global, ManpowerGroup menyebutkan bahwa 36% perusahaan di dunia sedang berjuang untuk mengisi kekosongan posisi pekerjaan yang ada — tertinggi dalam tujuh tahun kebelakang. Di mana, 54% responden percaya bahwa kekurangan tech talent memiliki dampak menengah hingga tinggi pada laba perusahaan dan kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan klien. 

Fenomena Tech Talent Shortage dan Pengaruhnya Pada Laba Bisnis

remote hiring solusi kekurangan tech talent talenta digital

Secara global, ManpowerGroup menyebutkan bahwa 36% perusahaan di dunia sedang berjuang untuk mengisi kekosongan posisi pekerjaan yang ada — tertinggi dalam tujuh tahun kebelakang. Di mana, 54% responden percaya bahwa kekurangan tech talent memiliki dampak menengah hingga tinggi pada laba perusahaan dan kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan klien. 

Tidak berhenti di sana, hasil survey terhadap lebih dari 1.000 pemimpin bisnis di Inggris menunjukkan bahwa €7,6 miliar (sekitar Rp 12 triliun) dihabiskan setiap tahun untuk gaji yang meningkat, staf sementara, biaya perekrutan, dan pelatihan. 

Angka ini meningkat 39% dari €3,3 miliar (sekitar Rp 53 triliun) pada tahun 2017. Demikian pula dengan Amerika Serikat yang dapat kehilangan pendapatan senilai €132 miliar (sekitar Rp2.107 triliun) setiap tahun karena kekurangan talenta.

Bagaimana Perusahaan Non-Tech Menghadapi Tech Talent War Ini?

“Pandemi mengubah hampir setiap organisasi menjadi perusahaan teknologi. Meskipun persaingan akan ketat untuk tech talent yang memenuhi syarat, perusahaan dapat mulai meletakkan dasar sekarang untuk menjaga (talent pipeline) mereka tetap penuh dengan kandidat yang layak.”

Larry English, Forbes

Beberapa tahun yang lalu, perusahaan teknologi hanya bersaing dengan perusahaan teknologi lain dalam hal menemukan dan mempertahankan tech talent terbaik. Sekarang, persaingan ini telah tumbuh secara eksponensial dan ikut merambah sebagian besar perusahaan yang bergantung pada teknologi pada tingkat tertentu.

Ada pun Taiwan yang juga telah menjadi rumah bagi banyak raksasa teknologi dan unicorn.

Sementara berbagai startup raksasa lokal dan global seperti Google, Amazon, hingga Facebook menjadi magnet tech talent berbakat di seluruh dunia, akan menjadi tantangan bagi non-tech company untuk memenangkan tech talent war ini. 

Terutama, mereka yang sejak awal belum memiliki strategi rekrutmen yang menarik perhatian tech talent untuk bergabung. Hal ini kian mendesak karena menipisnya ketersediaan tech talent profesional di Tanah Air.

Baca juga: 13 Taktik Merekrut Tech Talent Menurut Forbes

Talent Pool Tidak Harus Selalu Lokal

Kebutuhan mendesak akan tech talent kemudian membawa kesadaran baru: talent pool tidak semestinya terlalu lokal karena ada talenta kompeten yang dapat ditemukan melintasi kota, provinsi, bahkan negara lain.

“Mereka dapat pergi ke luar halaman belakang mereka sendiri untuk tidak hanya menemukan kandidat yang ada, tapi juga kandidat terbaik di seluruh negeri.”

Mike Shekhtman, Wakil Presiden Regional Robert Half

Dengan remote hiring secara global, ada berbagai manfaat yang bisa Anda dapatkan. Strategi ini memberikan Anda akses ke kumpulan bakat dan talenta yang lebih luas, tidak hanya di dalam negeri, namun di seluruh penjuru dunia.

Digitalisasi dan Peningkatan Kinerja Keuangan

Melansir Businesswire, melalui survei yang dilakukan Valoir terhadap 1.400 perusahaan di seluruh dunia menunjukkan korelasi yang jelas antara transformasi digital dan kinerja keuangan. 

Survei menilai bisnis pada skala 1 hingga 10, di mana 1 menandakan perusahaan yang belum memulai transformasi digital dan 10 mewakili perusahaan yang sudah melakukannya. Perusahaan dengan skor 8 ke atas menunjukkan pertumbuhan pendapatan sekitar dua kali lipat dibandingkan dengan perusahaan dengan skor 3 ke bawah.

“Kami menemukan bahwa memajukan transformasi digital mendorong peningkatan margin pendapatan dengan meningkatkan efisiensi dan memberikan pengalaman yang lebih baik kepada konsumen dan karyawan.”

Rebecca Wettemann, CEO Valoir

Strategi Menjaring Tech Talent Melalui Remote Hiring

Strategi menjaring tech talent melalui remote hiring

Remote hiring secara global memberikan Anda peluang memiliki tenaga kerja yang berpendidikan tinggi namun dengan biaya yang kompetitif. Meski begitu, tren remote hiring ini bukanlah kesepakatan yang mudah. Membangun tim teknologi jarak jauh menjadi lebih sederhana jika Anda tahu ‘di mana mencarinya’.

Vietnam adalah salah satu negara yang berhasil menarik investasi teknologi dari perusahaan multinasional dan Fortune 500 sejak 2005. Ekonomi digital dan sektor manufakturnya telah mendorong negara itu menjadi pusat perhatian bakat teknologi. Selain DevOps, mereka juga maju dalam data science dan blockchain.

Ada pun Taiwan yang juga telah menjadi rumah bagi banyak raksasa teknologi dan unicorn (Google, Foxconn, hingga Appier). Negara ini memiliki lulusan teknologi yang menjanjikan dari berbagai bidang spesialisasi. Mulai dari data analysts, AI specialists, hingga R&D specialists.

Ada beberapa strategi remote hiring untuk mendapatkan tech talent potensial yang bisa Anda coba:

1. Identifikasi Anggaran Rekrutmen

Dalam hal mengalokasikan biaya untuk rekrutmen jarak jauh, rekruter perusahaan umumnya memiliki tanggung jawab untuk menetapkan anggaran tertentu. Biaya ini termasuk media untuk mengunggah iklan pekerjaan, material employer branding yang terkait dengan rekrutmen, biaya headhunting eksternal, hingga gaji tim rekrutmen internal. Jadi, pastikan untuk membuatnya dengan terperinci.

2. Fokus Pada Employer Branding

Melansir Linkedin, 50% pekerja mengatakan bahwa mereka tidak akan bekerja untuk perusahaan dengan reputasi buruk, bahkan dengan peningkatan kompensasi yang besar. Sama seperti perusahaan yang mengevaluasi calon karyawan, karyawan juga akan menilai perusahaan.

Inilah alasan mengapa branding perusahaan sangat penting. Jika perusahaan Anda memiliki citra yang negatif, maka akan sulit untuk Anda menarik kandidat. Jadi, membangun strategi employer branding merupakan investasi yang krusial untuk Anda.

3. Tentukan Apa yang Dibutuhkan dari Kandidat Ideal Anda

Jangan membuat deskripsi pekerjaan yang terlalu umum atau luas. Ini dapat meningkatkan kemungkinan kotak masuk anda dipenuhi kandidat yang tidak benar-benar sesuai kualifikasi. Menurut Rebecca Skilbeck dari Forbes, pemahaman yang kuat tentang seperti apa kandidat yang  “ideal” bagi Anda dapat merampingkan proses rekrutmen.

HR harus bekerja sama untuk menentukan jenis keterampilan hingga persyaratan untuk peran tersebut dengan detail.

4. Buat Deskripsi Pekerjaan yang Menarik

Saat membuat iklan pekerjaan, ingatlah bahwa tujuan utamanya adalah untuk memberikan gambaran lengkap kepada kandidat tentang apa yang dibutuhkan dari posisi tersebut. Untuk melakukan ini, mulailah dengan deskripsi pekerjaan yang singkat dan menarik, fokuskan tanggung jawab pada pertumbuhan dan perkembangan, serta ciptakan rasa urgensi untuk posisi tersebut.

5. Pertimbangkan Platform Promosi Pekerjaan Niche

Platform promosi yang niche ini juga memungkinkan Anda menjangkau kandidat aktif dan pasif, serta orang-orang yang sudah menjadi penggemar merek Anda. Jika pekerjaan tersebut tidak cocok untuk mereka, mereka dapat merujuk postingan Anda ke orang lain yang mungkin sedang mencari pekerjaan.

6. Manfaatkan Teknologi Selama Wawancara

Wawancara untuk posisi remote dengan teknologi video menawarkan fleksibilitas yang lebih besar baik bagi rekruter maupun kandidat. Wawancara video lebih unggul daripada wawancara telepon karena memungkinkan kandidat untuk mengekspresikan diri mereka dengan lebih autentik.

Saat melakukan wawancara video, manajer perekrutan dan perekrut perlu bersiap untuk masalah apa pun yang berpotensi mengganggu wawancara. Mereka juga harus memberi tahu kandidat jika video terhenti atau jika mereka mengalami gangguan yang tidak terduga.

Baca juga: E-book: Panduan Membangun Employer Branding yang Positif dari Tren Perusahaan Lokal dan Global

Tantangan-Tantangan Remote Hiring

Tantangan-tantangan remote hiring

Meski bisa membawa Anda pada berbagai keuntungan, strategi remote hiring bukan berarti tanpa tantangan, terlebih saat Anda membidik tech talent bersumber dari luar negeri (cross border). Setidaknya, ada tiga tantangan remote hiring yang perlu Anda antisipasi:

1. Ketidakcukupan Pengetahuan dan Modal

Tantangan pertama adalah tidak dimilikinya pengetahuan pasar dan modal untuk mendirikan entitas bisnis lokal. Oleh karena itu, mungkin sulit bagi tim HR Anda untuk menavigasi undang-undang kepatuhan asing dan peraturan ketenagakerjaan seperti pajak, asuransi, cuti tahunan, masa kontrak, perlindungan data, hingga uang pesangon saat melakukan rekrutmen global.

2. Memakan Banyak Waktu dan Biaya

Anda dapat menghabiskan waktu hingga 6 bulan lamanya dan biaya yang besar. Hal ini karena Anda harus mendaftarkan badan usaha yang legal dan mengatur sistem penggajian yang relevan. Tidak adanya wawasan dan pengalaman rekrutmen global juga dapat memperpanjang pencarian Anda pada talenta terbaik di negara asing. 

3. Employer Branding yang Belum Baik

Employer branding merupakan cara suatu perusahaan untuk menunjukkan bahwa perusahaannya memiliki citra yang baik dan cukup menarik minat kandidat untuk melamar di perusahaan tersebut. Namun, non-tech company seringkali tidak mempriotaskan employer branding perusahaannya dalam hal menarik tech talent jika dibandingkan dengan perusahaan yang memang bergerak di bidang teknologi. 

4. Kesulitan Mendeskripsikan Kandidat Ideal

Menjabarkan persyaratan kandidat yang ideal untuk posisi maupun latar belakang perusahaan harus ditampilkan dengan detail, namun tetap menarik untuk para pelamar aktif di pasar tenaga kerja. Kesalahan dalam menuliskan persyaratan dalam deskripsi pekerjaan dapat membawa Anda pada tumpukan lamaran yang tidak sesuai, ataupun kotak masuk yang sepi dari kandidat.

5. Perasaan Memiliki (Ownership) Yang Rendah

Sistem kerja jarak jauh (remote working) berpeluang untuk membuat Anda merasa tidak terhubung dengan budaya perusahaan. Hal ini karena berkurangnya interaksi dan keterlibatan antar tim yang memengaruhi moral dan produktivitas.

Beberapa tantangan di atas berpeluang dialami oleh berbagai perusahaan yang mungkin belum siap dalam memulai tren global remote hiring untuk menyiasati penurunan jumlah tech talent lokal. Melakukan perekrutan dan manajemen talenta jarak jauh dengan efisien dan efektif tanpa direpotkan dengan pengaturan entitas legal tentu menjadi hal yang diinginkan.

Melalui layanan rekrutmen dan manajemen talenta yang kompeten, Glints for Employers hadir untuk menghubungkan Anda dengan lebih dari 2,5  juta tech talentterampil di Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Taiwan. Mulai langkah remote hiring Anda dengan lebih efektif dan efisien hari ini.


Bangun tim impian dari mana saja. Mulai perjalanan remote hiring Anda bersama Glints.

Artikel di atas dipersembahkan oleh Glints for Employers, mitra rekrutmen terpercaya untuk startup dan perusahaan di Asia Tenggara dan Taiwan. Lebih cepat dan hemat, pakar kami yang dibekali dengan teknologi siap membantu Anda terhubung dengan talenta terbaik di sekitar Anda.

Temukan layanan lengkap kami untuk mulai membangun tim yang berkualitas hari ini.

Konsultasikan kebutuhan rekrutmen Anda GRATIS!