Tren Kompensasi Tech Startup di Asia Tenggara2 min read

Salah satu tantangan terbesar bagi pendiri startup adalah merekrut dan mempertahankan tech talent. Terlebih dengan adanya keterbatasan dalam mengakses data dan informasi terkait market trend saat ini.

Menyadari kebutuhan dan pentingnya hal tersebut bagi pendiri serta manajemen perusahaan, Glints dan Monk’s Hill Ventures merilis “The Southeast Asia Tech Talent Compensation Report”. 

Laporan ini menghimpun data terkait tech talent dengan narasumber 20+ founders dan 175 tech executives dari berbagai startup di Indonesia, Singapura, dan Vietnam.

Lebih dari sekadar data kompensasi, founder startup di Asia Tenggara berbagi pengalaman dalam membangun kultur perusahaan

Tidak hanya mendapatkan gambaran komprehensif dan tren kompensasi untuk tech talent di Asia Tenggara, Anda juga bisa menemukan insights mendalam mengenai beberapa hal di bawah ini:

1. Tren kompensasi: jenis dan perbandingan remunerasi di tech companies Asia Tenggara

Pertumbuhan ekosistem startup yang eksplosif di Asia Tenggara, serta masuknya perusahaan teknologi besar dari Eropa dan Amerika, semakin meningkatkan persaingan antar startup dalam merekrut dan mempertahankan talenta.

Beberapa startup memberikan ekuitas sebagai Employee Value Proposition (EVP) untuk menarik talenta berkualitas, khususnya posisi top executives.

Laporan ini akan membantu Anda untuk memahami tren kompensasi untuk posisi tech, product management, data science, marketing, dan public relations di Asia Tenggara. Sehingga Anda dapat merancang EVP yang lebih menarik dan sesuai dengan tren yang ada saat ini.

Tidak hanya itu, tren kompensasi dalam laporan ini juga mencakup data dan insights untuk berbagai tingkat senioritas seperti:

  1. Junior hingga Senior;
  2. Chief Executive Officer (CEO);
  3. Chief Technology Officer (CTO); dan
  4. Top executives lainnya.

CEO vs CTO Rata-rata Kepemilikan Ekuitas ,Berdasarkan Tahap Pendanaan-3

2. Tantangan, peluang, dan implikasi di masa depan akibat pandemi COVID-19

Mayoritas pendiri startup di Asia Tenggara mengatakan bahwa retensi kandidat di masa pandemi COVID-19 lebih mudah dilakukan dibanding merekrut kandidat. Terutama bagi talenta yang mengisi posisi teknis di perusahaan.

Melalui laporan ini, Anda dapat memahami tantangan, peluang, dan implikasi dari pandemi COVID-19 ke perusahaan dalam konteks rekrutmen dan retensi.

Tidak hanya itu, laporan ini juga membahas bagaimana peluang kerja dan pengaruh remote work di masa depan.

3. Peran penting budaya perusahaan serta pengembangan karier dalam pertumbuhan startup

Secara eksklusif, CEO dari Glints, Carousell, Ninja Van, dan berbagai founder startup ternama di Asia Tenggara berbagi mengenai:

  1. Perjalanan mereka dalam membentuk budaya perusahaan
  2. Bagaimana kultur atau budaya perusahaan berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan
  3. Pandangan para founder dan CEO terhadap “talent crunch” di Asia Tenggara (talent crunch adalah sebuah situasi ketika permintaan atas pekerjaan dengan keterampilan khusus lebih tinggi dibandingkan tenaga kerja yang tersedia)
  4. Bagaimana mereka menjaga kultur perusahaan sebagai strategi dasar hingga saat ekspansi secara regional maupun internasional
  5. Manfaat yang didapatkan saat mereka berinvestasi ke pengembangan diri talenta (learning & development)

Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut The Southeast Asia Tech Talent Compensation Report? Dapatkan secara gratis dengan klik gambar di bawah ini.

Monk's HIll Ventures - Glints - Tren Kompensasi Tech Talent di Asia Tenggara

Leave a Reply

Your email address will not be published.