Ulasan Lengkap PDCA: Plan, Do, Check, Act3 min read

Semua bisnis tentu ingin berkembang. Namun, ketika berada di posisi harus membuat perubahan besar atau melakukan pemecahan masalah yang penting, masih banyak yang gagal.

Alasannya bisa banyak. Mulai dari birokrasi perusahaan, sistem yang kurang baik, hingga perbedaan budaya. Hal-hal tersebut bisa menghalangi kemajuan dan menghentikan inovasi. 

Lantas, bagaimana caranya mengatasi hal tersebut? Salah satu metode pemecahan masalah yang dianjurkan para pakar, yaitu PDCA. PDCA merupakan kepanjangan dari plan, do, check, dan act. Dalam bahasa Indonesia berarti rencanakan, eksekusi, periksa, dan tindak lanjut. 

Metode ini dapat membantu perusahaan memperbaiki atau meningkatkan proses, sistem, hingga kinerja karyawan secara berkelanjutan.

Apa itu PDCA?

PDCA - Glints

PDCA adalah sebuah metode untuk mengenali kapan dan mengapa sebuah produk atau proses tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Dari situ, perusahaan jadi bisa merumuskan hipotesis atau teori apa yang harus diubah. Setelahnya, teori itu diuji dalam sebuah siklus feedback yang berkelanjutan. 

Pendekatan ini pertama kali dikembangkan oleh seorang konsultan manajemen bernama Dr. William Edwards Deming pada 1950-an. Itu sebabnya, PDCA juga dikenal sebagai siklus Deming. 

Empat tahap PDCA untuk pemecahan masalah

Untuk memahami cara kerjanya dan keunggulan metode PDCA untuk pemecahan masalah atau perbaikan suatu produk/proses, penting bagi Anda memahami setiap tahapannya, sebagai berikut:

1. Plan (rencanakan)

Tahap pertama, kenali dan pahami masalah atau peluangnya. Gali semua informasi yang tersedia sedalam mungkin. Kumpulkan beberapa ide lalu buat rencana implementasinya. 

Jangan lupa, tentukan pula yang menjadi kriteria atau standar kesuksesannya. Pastikan kriteria tersebut bisa diukur dengan jelas. Nanti dalam tahap pemeriksaan ini akan jadi amat penting. 

2. Do (eksekusi)

Setelah mendapatkan potensi pemecahan masalahnya, lakukan tes dengan proyek berskala kecil terlebih dulu. Anda bisa mengujinya dalam satu tim khusus terlebih dulu sebelum berangkat ke seluruh perusahaan. Dengan kata lain, eksekusi dengan pilot project dulu.

Hal tersebut akan memberi gambaran apakah pemecahan masalah yang dirumuskan mencapai hasil yang diharapkan. Dengan begitu, bila pemecahan masalah yang diusulkan tidak sesuai ekspektasi, dampak untuk perusahaan tidak terlalu besar. 

Selama eksekusi, pastikan Anda juga mengumpulkan data selengkap-lengkapnya untuk dinilai pada tahap selanjutnya. 

3. Check (periksa)

Di tahap ketiga PDCA, analisis hasil dari pilot project menurut ekspektasi atau target yang sudah dipasang di tahap perencanaan. Apakah ide tersebut sukses dieksekusi? 

Kalau tidak, ulangi tahap pertama. Kalau ternyata berhasil, lanjut ke tahap berikutnya. 

4. Act (tindak lanjuti)

Inilah tahap untuk menerapkan solusi yang sudah dibuktikan tadi. Selalu ingat bahwa PDCA adalah sebuah siklus berkelanjutan. Bukan proses sekali jalan dan akan berakhir pada satu titik. 

Proses atau produk yang sudah ditingkatkan tadi memang akan jadi standar baru. Namun, teruslah mencari cara untuk memperbaikinya.

Pertimbangan sebelum menggunakan PDCA

Sebelum menjalankan metode pemecahan masalah dengan PDCA, ketahui dulu beberapa pro dan kontranya. Pasalnya, belum tentu semua proyek cocok untuk diselesaikan dengan pendekatan ini. 

Keunggulan PDCA

  • Fleksibel. PDCA bisa digunakan dalam berbagai lingkup bisnis dan penerapannya bisa bermacam-macam. Mulai dari untuk project management, product development, hingga manajemen SDM.
  • Berdampak besar. Metode ini konsepnya sederhana dan mudah dipahami. Dampaknya pun besar untuk membawa perubahan yang efisien. 

Kelemahan PDCA

  • Bisa memakan waktu lama. Meski konsep dasarnya sederhana, proses ini bisa makan waktu lama karena sifat masing-masing tahap yang mendetail. 
  • Butuh komitmen. PDCA bukan cuma sekali dilakukan. Ini adalah proses berkelanjutan yang harus disepakati, bahkan oleh top level. Siklus PDCA tidak dapat bekerja dengan efektif dalam jangka panjang jika pelaksanaannya tidak disertai komitmen yang kuat. 

Rekrut talent terbaik yang berkomitmen untuk memecahkan masalah

Agar proses pemecahan masalah di organisasi berjalan lancar, pastikan sudah ada karyawan-karyawan terbaik dalam tim yang mau berkomitmen penuh. 

Glints TalentHunt dapat membantu Anda untuk menemukan talenta terbaik bagi perusahaan Anda. Dengan lebih dari 130.000 profil yang telah dikurasi dan siap direkrut, Anda dapat menemukan kandidat tepat hanya dalam waktu 2 minggu.

Ini karena tim kami pun berkomitmen tinggi untuk melakukan screening dan kurasi top talent sesuai kebutuhan organisasi Anda, dengan bantuan teknologi berbasis AI. 

Untuk mulai merekrut dengan TalentHunt, klik https://talenthunt.glints.id. Bicarakan dengan tim kami secara gratis posisi yang ingin direkrut, deskripsi pekerjaan, dan kriteria yang diharapkan. 

Anda hanya akan membayar setelah dapat kandidatnya, yakni pada saat hari pertama mereka bergabung di perusahaan Anda. 

TalentHunt memberikan garansi 90 hari. Maka, bila kinerja karyawan yang kami rekomendasikan tidak memuaskan, rekruter kami akan mencari penggantinya dari platform rekrutmen kami secara gratis.

Platform Rekrutmen Online - Job Portal Gratis - Headhunter Indonesia | Glints

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *